JAKARTA, SNIPERNEW.id – Respons cepat masyarakat dalam mengirimkan bantuan untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui layanan JNE menarik perhatian publik. Informasi ini terpantau dari unggahan akun Threads @faridasahar, yang memperlihatkan tingginya animo warga menitipkan donasi melalui perusahaan logistik tersebut.
Dalam unggahan videonya, pemilik akun menuturkan bahwa arus masyarakat yang mengantar bantuan tidak berhenti sejak ia tiba di kantor JNE hingga saat hendak pulang.
“Dari aku datang sampe mau pulang yang pada nganter donasi titip ke JNE ga berhenti,” tulisnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar warga terdampak segera pulih:
“Ya Allah, semoga saudara-saudara kita di sana Allah kuatkan dan cepat pulih kembali.”
Unggahan tersebut mendapat berbagai respons positif dari warganet. Salah satu komentar menyampaikan informasi mengenai rekam jejak sosial perusahaan.
Akun do.doys menuliskan.
“JNE ini salah satu perusahaan milik anak bangsa… mengumrohkan karyawan, tiap bulan ada santunan yatim piatu, selalu tanggap bantuan donasi gratis kiriman jika ada bencana alam.”
Ia mengajak masyarakat untuk mendukung usaha lokal dengan memakai layanan JNE dalam pengiriman paket.
Di bagian komentar lainnya, sejumlah pengguna menanyakan tata cara pengiriman donasi. Akun meidina_nf menuliskan. “Kak boleh tolong infokan bagaimana pengirimannya? Ditujukan ke siapa nanti alamatnya?”
Akun pemilik unggahan kemudian menjawab dan berharap bantuan masyarakat dapat tersalurkan tepat sasaran. “Semoga segera tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran ya kak bantuan dari masyarakat.”
Namun, ada pula warganet yang menyampaikan catatan penting terkait teknis distribusi bantuan melalui ekspedisi. Akun heavenavee menuliskan.
“FYI, kalau kirim lewat ekspedisi itu nyampenya di posko. Sementara syarat menerima bantuan di posko harus memperlihatkan KTP & KK… ada warga yang tidak mendapat bantuan karena tidak pegang KTP atau KK.”
Ia menyarankan sebagian bantuan juga dapat dikirim melalui organisasi kemanusiaan yang memiliki sistem distribusi alternatif.
Antusiasme publik terhadap pengiriman bantuan melalui jasa ekspedisi ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan logistik dalam mendukung kegiatan kemanusiaan. Di sisi lain, diskusi mengenai mekanisme penyaluran serta persyaratan administrasi menunjukkan perlunya koordinasi yang lebih komprehensif antara pihak posko, pemerintah setempat, dan penyedia layanan pengiriman agar bantuan dapat diterima lebih merata.
Penulis: [Iskandar]






