Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Restoran Iggo Kuliner Tutup Sementara Saat Salat Jumat, Pemilik: Rezeki Sudah Dijamin

409
×

Restoran Iggo Kuliner Tutup Sementara Saat Salat Jumat, Pemilik: Rezeki Sudah Dijamin

Sebarkan artikel ini

Jam­bi, SniperNew.id – Sebuah ung­ga­han di media sosial Threads dari akun @iggokuliner1 pada Jumat (29/8/2025) menarik per­ha­t­ian war­ganet. Dalam ung­ga­han terse­but, pemi­lik rumah makan Iggo Kulin­er mem­berikan pen­je­lasan men­ge­nai kebi­jakan penu­tu­pan semen­tara usa­hanya saat wak­tu salat Jumat.

Ung­ga­han yang dibaren­gi den­gan video ini mem­per­li­hatkan seo­rang pria yang ten­gah bera­da di dalam restoran sam­bil memegang daf­tar menu dan kemu­di­an kelu­ar menu­ju hala­man depan restoran. Ia men­je­laskan bah­wa selu­ruh karyawan laki-laki di cabang Iggo Kulin­er Jam­bi diberi kesem­patan penuh untuk melak­sanakan ibadah salat Jumat.

Dalam keteran­gan yang dit­ulis pemi­lik usa­ha, ia mene­gaskan bah­wa seti­ap hari Jumat, tepat pukul 12.00 WIB, dapur restoran ditut­up semen­tara agar para karyawan laki-laki dap­at berangkat ke masjid untuk menunaikan kewa­jiban salat Jumat. Usa­ha kulin­er terse­but baru kem­bali berop­erasi sete­lah ibadah sele­sai.

Pemi­lik juga mengin­gatkan bah­wa penu­tu­pan semen­tara ini adalah ben­tuk komit­men agar selu­ruh karyawan mus­lim tidak mening­galkan kewa­jiban aga­manya demi peker­jaan. Ia menam­bahkan, seba­gai seo­rang pen­gusa­ha mus­lim, dirinya per­caya bah­wa reze­ki sudah diatur dan dijamin oleh Allah SWT, sehing­ga tidak per­lu khawatir kehi­lan­gan pelang­gan kare­na tut­up seben­tar untuk ibadah.

  Viral! 7 Website Pasang Iklan Gratis yang Bikin Dagangan Cepat Laku

Pihak yang ter­li­bat dalam kebi­jakan ini adalah:

1. Pemi­lik Iggo Kulin­er, yang mengam­bil kepu­tu­san menut­up semen­tara usa­ha.

2. Karyawan laki-laki yang diwa­jibkan untuk melak­sanakan salat Jumat.

3. Pelang­gan, yang diberi pema­haman bah­wa opera­sion­al restoran akan berhen­ti seje­nak pada wak­tu ibadah Jumat.

 

Dalam ung­ga­han itu, pemi­lik restoran sendiri yang menyam­paikan pesan kepa­da pelang­gan dan masyarakat luas.

Kebi­jakan ini berlaku seti­ap hari Jumat pada pukul 12.00 WIB hing­ga sele­sai salat Jumat. Ung­ga­han ter­baru yang mene­gaskan kem­bali kebi­jakan ini dipub­likasikan sek­i­tar 42 menit sebelum tangka­pan layar diam­bil, yang berar­ti bertepatan den­gan hari Jumat siang, (29/8/2025).

Kebi­jakan berlaku di cabang Iggo Kulin­er Jam­bi, sebuah rumah makan yang cukup dike­nal masyarakat den­gan menu bakaran, ikan, ayam kam­pung, hing­ga bebek. Dalam ung­ga­han video juga ter­li­hat suasana inte­ri­or restoran den­gan lemari pendin­gin, papan menu, ser­ta hala­man depan restoran yang rim­bun den­gan tana­man.

Selain itu, dise­butkan pula bah­wa cabang Iggo Kulin­er Bun­go juga memi­li­ki atu­ran sama, yaitu tut­up semen­tara saat salat Jumat.

Pemi­lik usa­ha men­je­laskan alasan­nya den­gan tegas. Menu­rut­nya, salat Jumat adalah kewa­jiban uta­ma bagi kaum mus­lim laki-laki, sehing­ga sudah sep­a­n­tas­nya karyawan diberi kesem­patan penuh untuk men­jalankan­nya.

  Deretan Kendaraan Mengular di SPBU Pringsewu, Diduga untuk Pengecoran BBM Solar

Ia juga menyam­paikan pesan khusus bagi para pemi­lik usa­ha mus­lim lain­nya agar tidak takut kehi­lan­gan pelang­gan atau omset kare­na tut­up semen­tara. Baginya, reze­ki sudah diten­tukan dan dijamin, sehing­ga penu­tu­pan singkat ini jus­tru men­ja­di ben­tuk keberka­han dalam usa­ha.

Kebi­jakan dijalankan den­gan menut­up dapur restoran semen­tara wak­tu. Artinya, pros­es memasak dan pelayanan makanan diber­hen­tikan mulai pukul 12.00 WIB. Sete­lah salat Jumat sele­sai, restoran kem­bali buka dan melayani pelang­gan seper­ti biasa.

Dalam ung­ga­han­nya, pemi­lik menuliskan. “Ada yg tanya, bang kami ke sana (Iggo) sebelum Jumat ko tut­up. Iggo Jam­bi jam 12:00 tut­up semen­tara kare­na karyawan cowok mau sholat Jumat, dapur tut­up semen­tara habis Jumat buka lagi. Kalau Iggo Bun­go buka habis Jumatan. Own­er mus­lim jan­gan takut karyawan sholat Jumat, jan­gan takut hilang cus­tomer kare­na tut­up sholat Jumat, kare­na reze­ki sudah ter­jamin.”

Ung­ga­han terse­but men­da­p­atkan per­ha­t­ian war­ganet. Banyak yang men­gapre­si­asi sikap tegas pemi­lik usa­ha dalam menguta­makan ibadah diband­ing kepentin­gan bis­nis. Seba­gian besar komen­tar men­dukung kepu­tu­san ini seba­gai con­toh baik bagi pelaku usa­ha mus­lim lain­nya.

Namun, tidak sedik­it juga yang meny­oroti sisi pelayanan. Bagi seba­gian pelang­gan, penu­tu­pan di jam makan siang men­je­lang Jumat mungkin dirasa kurang prak­tis.

Mes­ki demikian, pemi­lik beru­paya menekankan bah­wa tujuan uta­ma dari kebi­jakan ini adalah agar semua karyawan laki-laki dap­at menunaikan ibadah den­gan ten­ang tan­pa ada beban peker­jaan.

  "Lapak Strategis di Pinggir Jalan Raya Metro Disewakan Hanya Rp250 Ribu per Bulan, Bebas Hujan dan Panas!"

Dari sisi eti­ka bis­nis, kebi­jakan ini menun­jukkan bagaimana nilai spir­i­tu­al bisa ber­jalan berdampin­gan den­gan prak­tik usa­ha. Pemi­lik tidak hanya memikirkan keun­tun­gan finan­sial, tetapi juga keberka­han usa­ha melalui kepatuhan karyawan ter­hadap kewa­jiban aga­ma.

Dari sisi keaga­maan, langkah ini diang­gap tepat kare­na salat Jumat meru­pakan kewa­jiban bagi laki-laki mus­lim dewasa. Mem­berikan kesem­patan pada karyawan untuk berib­adah tidak hanya men­dukung aspek spir­i­tu­al, tetapi juga men­cip­takan lingkun­gan ker­ja yang sehat dan berni­lai.

Kebi­jakan Iggo Kulin­er di Jam­bi menut­up semen­tara opera­sion­al saat wak­tu salat Jumat adalah langkah tegas pemi­lik dalam men­dahu­lukan kewa­jiban aga­ma di atas kepentin­gan bis­nis. Mes­ki ada poten­si pelang­gan yang merasa ter­gang­gu, pesan yang ingin dite­gaskan adalah bah­wa keberka­han usa­ha datang bersama den­gan ketaatan pada ajaran aga­ma.

Pemi­lik men­ga­jak sesama pen­gusa­ha mus­lim untuk tidak takut mengam­bil langkah seru­pa, kare­na menu­rut­nya, “reze­ki sudah dijamin.” Sikap ini sekali­gus men­ja­di pengin­gat bah­wa usa­ha bukan hanya soal keun­tun­gan materi, tetapi juga ten­tang keberka­han hidup dan kese­im­ban­gan antara peker­jaan ser­ta ibadah. (Redak­si)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *