Jambi, SniperNew.id – Sebuah unggahan di media sosial Threads dari akun @iggokuliner1 pada Jumat (29/8/2025) menarik perhatian warganet. Dalam unggahan tersebut, pemilik rumah makan Iggo Kuliner memberikan penjelasan mengenai kebijakan penutupan sementara usahanya saat waktu salat Jumat.
Unggahan yang dibarengi dengan video ini memperlihatkan seorang pria yang tengah berada di dalam restoran sambil memegang daftar menu dan kemudian keluar menuju halaman depan restoran. Ia menjelaskan bahwa seluruh karyawan laki-laki di cabang Iggo Kuliner Jambi diberi kesempatan penuh untuk melaksanakan ibadah salat Jumat.
Dalam keterangan yang ditulis pemilik usaha, ia menegaskan bahwa setiap hari Jumat, tepat pukul 12.00 WIB, dapur restoran ditutup sementara agar para karyawan laki-laki dapat berangkat ke masjid untuk menunaikan kewajiban salat Jumat. Usaha kuliner tersebut baru kembali beroperasi setelah ibadah selesai.
Pemilik juga mengingatkan bahwa penutupan sementara ini adalah bentuk komitmen agar seluruh karyawan muslim tidak meninggalkan kewajiban agamanya demi pekerjaan. Ia menambahkan, sebagai seorang pengusaha muslim, dirinya percaya bahwa rezeki sudah diatur dan dijamin oleh Allah SWT, sehingga tidak perlu khawatir kehilangan pelanggan karena tutup sebentar untuk ibadah.
Pihak yang terlibat dalam kebijakan ini adalah:
1. Pemilik Iggo Kuliner, yang mengambil keputusan menutup sementara usaha.
2. Karyawan laki-laki yang diwajibkan untuk melaksanakan salat Jumat.
3. Pelanggan, yang diberi pemahaman bahwa operasional restoran akan berhenti sejenak pada waktu ibadah Jumat.
Dalam unggahan itu, pemilik restoran sendiri yang menyampaikan pesan kepada pelanggan dan masyarakat luas.
Kebijakan ini berlaku setiap hari Jumat pada pukul 12.00 WIB hingga selesai salat Jumat. Unggahan terbaru yang menegaskan kembali kebijakan ini dipublikasikan sekitar 42 menit sebelum tangkapan layar diambil, yang berarti bertepatan dengan hari Jumat siang, (29/8/2025).
Kebijakan berlaku di cabang Iggo Kuliner Jambi, sebuah rumah makan yang cukup dikenal masyarakat dengan menu bakaran, ikan, ayam kampung, hingga bebek. Dalam unggahan video juga terlihat suasana interior restoran dengan lemari pendingin, papan menu, serta halaman depan restoran yang rimbun dengan tanaman.
Selain itu, disebutkan pula bahwa cabang Iggo Kuliner Bungo juga memiliki aturan sama, yaitu tutup sementara saat salat Jumat.
Pemilik usaha menjelaskan alasannya dengan tegas. Menurutnya, salat Jumat adalah kewajiban utama bagi kaum muslim laki-laki, sehingga sudah sepantasnya karyawan diberi kesempatan penuh untuk menjalankannya.
Ia juga menyampaikan pesan khusus bagi para pemilik usaha muslim lainnya agar tidak takut kehilangan pelanggan atau omset karena tutup sementara. Baginya, rezeki sudah ditentukan dan dijamin, sehingga penutupan singkat ini justru menjadi bentuk keberkahan dalam usaha.
Kebijakan dijalankan dengan menutup dapur restoran sementara waktu. Artinya, proses memasak dan pelayanan makanan diberhentikan mulai pukul 12.00 WIB. Setelah salat Jumat selesai, restoran kembali buka dan melayani pelanggan seperti biasa.
Dalam unggahannya, pemilik menuliskan. “Ada yg tanya, bang kami ke sana (Iggo) sebelum Jumat ko tutup. Iggo Jambi jam 12:00 tutup sementara karena karyawan cowok mau sholat Jumat, dapur tutup sementara habis Jumat buka lagi. Kalau Iggo Bungo buka habis Jumatan. Owner muslim jangan takut karyawan sholat Jumat, jangan takut hilang customer karena tutup sholat Jumat, karena rezeki sudah terjamin.”
Unggahan tersebut mendapatkan perhatian warganet. Banyak yang mengapresiasi sikap tegas pemilik usaha dalam mengutamakan ibadah dibanding kepentingan bisnis. Sebagian besar komentar mendukung keputusan ini sebagai contoh baik bagi pelaku usaha muslim lainnya.
Namun, tidak sedikit juga yang menyoroti sisi pelayanan. Bagi sebagian pelanggan, penutupan di jam makan siang menjelang Jumat mungkin dirasa kurang praktis.
Meski demikian, pemilik berupaya menekankan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini adalah agar semua karyawan laki-laki dapat menunaikan ibadah dengan tenang tanpa ada beban pekerjaan.
Dari sisi etika bisnis, kebijakan ini menunjukkan bagaimana nilai spiritual bisa berjalan berdampingan dengan praktik usaha. Pemilik tidak hanya memikirkan keuntungan finansial, tetapi juga keberkahan usaha melalui kepatuhan karyawan terhadap kewajiban agama.
Dari sisi keagamaan, langkah ini dianggap tepat karena salat Jumat merupakan kewajiban bagi laki-laki muslim dewasa. Memberikan kesempatan pada karyawan untuk beribadah tidak hanya mendukung aspek spiritual, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bernilai.
Kebijakan Iggo Kuliner di Jambi menutup sementara operasional saat waktu salat Jumat adalah langkah tegas pemilik dalam mendahulukan kewajiban agama di atas kepentingan bisnis. Meski ada potensi pelanggan yang merasa terganggu, pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa keberkahan usaha datang bersama dengan ketaatan pada ajaran agama.
Pemilik mengajak sesama pengusaha muslim untuk tidak takut mengambil langkah serupa, karena menurutnya, “rezeki sudah dijamin.” Sikap ini sekaligus menjadi pengingat bahwa usaha bukan hanya soal keuntungan materi, tetapi juga tentang keberkahan hidup dan keseimbangan antara pekerjaan serta ibadah. (Redaksi)



















