Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Remaja 13 Tahun Tewas Terseret Arus di Riam Hanai Loksado

348
×

Remaja 13 Tahun Tewas Terseret Arus di Riam Hanai Loksado

Sebarkan artikel ini

Hulu Sun­gai Sela­tan, SniperNew.id - Sebuah peri­s­ti­wa memilukan ter­ja­di di kawasan wisa­ta alam Riam Hanai, Desa Lok­lahung, Keca­matan Lok­sa­do, Kabu­pat­en Hulu Sun­gai Sela­tan, Kali­man­tan Sela­tan. Pada Sab­tu, 6 Sep­tem­ber 2025, seo­rang rema­ja beru­sia 13 tahun berna­ma Nahru­bil Mah­nub atau akrab dipang­gil Abil, dila­porkan tengge­lam dan mening­gal dunia sete­lah terseret arus deras saat ber­e­nang bersama kelu­ar­ganya.

Infor­masi peri­s­ti­wa ini per­ta­ma kali dise­barkan melalui ung­ga­han akun media sosial wargabanua.official. Dalam ung­ga­han terse­but, kro­nolo­gi keja­di­an diu­raikan berdasarkan keteran­gan war­ga dan sak­si di lokasi.

Berdasarkan lapo­ran, kor­ban Abil saat itu ten­gah berwisa­ta dan man­di di ali­ran Riam Hanai bersama saudaranya. Kakaknya yang berna­ma Azaria (15 tahun) sem­pat lebih dulu tengge­lam keti­ka asyik ber­e­nang. Meli­hat keja­di­an itu, Abil berusa­ha meno­long sang kakak. Namun, situ­asi jus­tru berba­lik tragis.

Azaria berhasil sela­mat, tetapi Abil terseret arus deras ke bagian ten­gah sun­gai dan akhirnya tengge­lam. Upaya pen­car­i­an lang­sung dilakukan oleh war­ga dan tim yang bera­da di lokasi, namun deras­nya arus mem­bu­at pros­es evakuasi berlang­sung sulit.

  "Paket Power Steering Raib! Rudi Cuma Bisa Nge-steer Kecewa"

Ung­ga­han wargabanua.official juga menye­butkan bio­da­ta kor­ban seba­gai berikut:

Nama: Nahru­bil Mah­nub (Abil)

Usia: 13 tahun

Jenis kelamin: Laki-laki

Ala­mat: Brig­jen H. Hasan Bas­ry, Ban­jar­masin, Kali­man­tan Sela­tan

Dalam ung­ga­han terse­but turut dis­er­takan video pen­dek yang mem­per­li­hatkan beber­a­pa orang bera­da di dalam ali­ran sun­gai. Mere­ka tam­pak melakukan pen­car­i­an den­gan meny­isir area sek­i­tar lokasi tengge­lam­nya kor­ban. Air sun­gai yang berwar­na keruh ser­ta arus yang cukup deras menam­bah kesan beta­pa sulit­nya pros­es pen­car­i­an itu.

Beber­a­pa orang tam­pak ber­ja­jar, sal­ing bergan­den­gan tan­gan, berusa­ha menga­mankan langkah mere­ka sam­bil meny­isir dasar sun­gai. Suasana di lokasi tam­pak haru, kare­na seba­gian besar war­ga yang hadir hanyalah pen­gun­jung dan kelu­ar­ga yang tidak memi­li­ki per­ala­tan khusus penye­la­matan.

Kor­ban adalah seo­rang rema­ja beru­sia 13 tahun, duduk di bangku seko­lah menen­gah per­ta­ma, yang sehari-hari ting­gal bersama kelu­ar­ganya di Ban­jar­masin. Menu­rut infor­masi, kor­ban dike­nal seba­gai anak yang peri­ang dan memi­li­ki hubun­gan dekat den­gan saudaranya.

Kehi­lan­gan Abil ten­tu mening­galkan duka men­dalam bagi kelu­ar­ga, khusus­nya bagi kakaknya, Azaria, yang sem­pat men­ja­di orang per­ta­ma dalam rangka­ian keja­di­an nahas terse­but.

Kasus tengge­lam di lokasi wisa­ta air seper­ti Riam Hanai bukan­lah kali per­ta­ma ter­ja­di. Beber­a­pa fak­tor diduga memen­garuhi ter­jadinya peri­s­ti­wa ini:

  Kebakaran Hebat Hanguskan Permukiman Warga Tana Tidung

1. Arus deras dan medan licin – Sun­gai di kawasan Lok­sa­do terke­nal memi­li­ki arus yang kuat, teruta­ma saat musim hujan atau deb­it air sedang ting­gi.

2. Kurangnya pen­gawasan – Tidak semua lokasi wisa­ta alam memi­li­ki petu­gas khusus penye­la­matan yang sia­ga.

3. Min­im­nya alat penga­man – Pen­gun­jung umum­nya man­di atau ber­e­nang tan­pa pelam­pung atau penga­manan memadai.

4. Inst­ing meno­long yang berba­lik trage­di – Niat kor­ban meno­long kakaknya jus­tru mem­bu­at dirinya dalam posisi lebih berba­haya.

Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di sek­i­tar siang hing­ga sore hari pada Sab­tu, 6 Sep­tem­ber 2025. Sete­lah kor­ban terseret arus, kelu­ar­ga dan war­ga setem­pat lang­sung berusa­ha men­cari. Beber­a­pa video amatir mem­per­li­hatkan masyarakat setem­pat beru­paya keras meno­long.

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, belum ada lapo­ran res­mi terkait apakah jasad kor­ban sudah berhasil dite­mukan oleh tim SAR gabun­gan. Namun, infor­masi awal menye­butkan pen­car­i­an terus dilakukan.

Ung­ga­han wargabanua.official men­ge­nai insi­d­en ini men­da­p­at per­ha­t­ian besar dari war­ganet. Dalam beber­a­pa jam, ung­ga­han terse­but sudah diton­ton ribuan kali dan men­u­ai banyak komen­tar sim­pati. May­ori­tas neti­zen men­gu­cap­kan bela­sungkawa dan berharap kelu­ar­ga diberi ketaba­han.

Beber­a­pa komen­tar juga mengin­gatkan agar wisa­tawan lebih berhati-hati saat bermain di kawasan wisa­ta alam, teruta­ma di sun­gai den­gan arus deras.

Kawasan Lok­sa­do dike­nal seba­gai salah satu des­ti­nasi wisa­ta pop­uler di Kali­man­tan Sela­tan. Selain panora­ma pegu­nun­gan Mer­a­tus, sun­gai dan air ter­jun men­ja­di daya tarik uta­ma. Namun, trage­di ini men­ja­di pengin­gat bah­wa wisa­ta alam memi­li­ki risiko ting­gi bila tidak dikelo­la den­gan baik.

  16 Unit Rumah di Perumahan Warga 10 Ilir Palembang Hagus Dilalap Api 

Pemer­hati lingkun­gan dan wisa­tawan berharap ada langkah pre­ven­tif dari pemer­in­tah daer­ah, seper­ti: Menam­bah papan peringatan di lokasi rawan tengge­lam. Menye­di­akan petu­gas penye­la­mat di akhir pekan atau musim libu­ran. Mewa­jibkan peng­gu­naan pelam­pung bagi wisa­tawan yang ingin man­di atau ber­e­nang.

Peri­s­ti­wa yang menim­pa Abil mene­gaskan kem­bali pent­ingnya pen­gawasan dan kese­la­matan di kawasan wisa­ta air. Beber­a­pa pesan pent­ing yang bisa dipetik dari keja­di­an ini antara lain:

Jan­gan ber­e­nang sendiri­an di sun­gai atau air ter­jun. Pastikan selalu ada orang dewasa yang men­gawasi anak-anak. Gunakan alat penga­man seper­ti pelam­pung. Paha­mi kon­disi arus sebelum masuk ke sun­gai.

Trage­di di Riam Hanai, Desa Lok­lahung, Keca­matan Lok­sa­do, men­ja­di pela­jaran berhar­ga bagi semua pihak. Kor­ban Nahru­bil Mah­nub (13 tahun) mening­gal dunia sete­lah terseret arus keti­ka men­co­ba meno­long kakaknya. Keja­di­an ini menun­jukkan beta­pa pent­ingnya kese­la­matan saat berwisa­ta di alam ter­bu­ka, teruta­ma di area sun­gai dan air ter­jun.

Kelu­ar­ga kor­ban kini ten­gah berdu­ka men­dalam, semen­tara masyarakat berharap pihak berwe­nang dap­at mengam­bil langkah nya­ta untuk mence­gah insi­d­en seru­pa teru­lang. (Abd/Ahm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *