Berita Peristiwa

Aksi Begal Sadis di Tembung: Lima Pelaku Serang Pengendara Beat, Korban Selamat Meski Terluka

541
×

Aksi Begal Sadis di Tembung: Lima Pelaku Serang Pengendara Beat, Korban Selamat Meski Terluka

Sebarkan artikel ini

Delis­er­dang, SniperNew.id - Insi­d­en krim­i­nal kem­bali meng­gun­cang masyarakat Tem­bung, Delis­er­dang. Aksi pem­be­galan sadis ter­ja­di pada Rabu malam, 17 Sep­tem­ber 2025, sek­i­tar pukul 23.30 WIB di Gang Sawah Pasar 12 Tem­bung, sim­pang empat menu­ju kolam renang Tir­ta Fun. Peri­s­ti­wa ini menge­jutkan war­ga setem­pat kare­na berlang­sung di lokasi yang sela­ma ini dike­nal ramai, ter­lebih bera­da di jalur menu­ju salah satu tem­pat rekreasi kelu­ar­ga.

Menu­rut keteran­gan yang beredar melalui ung­ga­han akun Threads @mediagramindo, kor­ban berna­ma Satrio, seo­rang war­ga Batang Kuis, ten­gah men­gen­darai sepe­da motor Hon­da Beat keti­ka dihadang lima orang begal yang meng­gu­nakan tiga sepe­da motor. Para pelaku dise­but meng­gu­nakan sen­ja­ta tajam jenis celu­rit untuk men­gan­cam dan melukai kor­ban. Keti­ka salah satu pelaku men­co­ba menebas bagian tubuh kor­ban, Satrio melakukan ger­akan men­ge­lak. Namun, tebasan terse­but men­ge­nai jarinya hing­ga menye­babkan luka pada tan­gan­nya.

Peri­s­ti­wa ini adalah pem­be­galan yang dilakukan secara berkelom­pok. Para begal memak­sa kor­ban untuk meny­er­ahkan motornya dan beru­paya melukai kor­ban agar tidak melawan. Mes­ki sem­pat melukai kor­ban, aksi terse­but berhasil diga­galkan berkat per­lawanan dan keberan­ian Satrio untuk menghin­dari tebasan berba­haya terse­but. Luka yang diala­mi Satrio ter­ja­di di bagian jarinya keti­ka ia men­co­ba menangkis seran­gan.

Aksi para begal ini menam­bah daf­tar pan­jang kasus krim­i­nal jalanan di wilayah Delis­er­dang, teruta­ma di daer­ah Tem­bung dan sek­i­tarnya. Infor­masi awal menun­jukkan bah­wa pelaku berg­er­ak cepat dan teror­gan­isir, mengin­gat jum­lah mere­ka yang men­ca­pai lima orang den­gan meng­gu­nakan beber­a­pa motor.

  Akses Lumpuh Total, Bener Meriah–Aceh Tengah Terisolasi

Kor­ban adalah Satrio, war­ga Batang Kuis. Tidak banyak infor­masi prib­a­di ten­tang kor­ban yang diungkap­kan untuk men­ja­ga pri­vasi dan kese­la­matan­nya. Ada­pun para pelaku berjum­lah lima orang. Mere­ka belum dike­tahui iden­ti­tas­nya dan diduga meru­pakan bagian dari kelom­pok begal yang berop­erasi di kawasan terse­but. Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, pihak kepolisian setem­pat dise­but-sebut telah mener­i­ma lapo­ran dan melakukan penye­lidikan untuk menangkap para pelaku.

Diku­tip Kamis (18/9). dari ung­ga­han @mediagramindo menye­but bah­wa para begal datang meng­gu­nakan tiga motor, yang menan­dakan bah­wa mere­ka telah mem­per­si­ap­kan aksi terse­but. Modus operan­di ini mirip den­gan pola-pola begal sebelum­nya di wilayah Medan dan Delis­er­dang, di mana kelom­pok pelaku biasanya berjum­lah lebih dari dua orang untuk meng­in­tim­i­dasi kor­ban.

Keja­di­an ter­ja­di pada Rabu malam, 17 Sep­tem­ber 2025, sek­i­tar pukul 23.30 WIB. Wak­tu keja­di­an ini diang­gap rawan kare­na meru­pakan jam sepi di mana aktiv­i­tas war­ga sudah mulai berku­rang. Momen seper­ti ini ser­ing diman­faatkan pelaku krim­i­nal untuk men­jalankan aksinya den­gan min­im sak­si.

Lokasi pem­be­galan adalah Gang Sawah Pasar 12 Tem­bung, tepat­nya di sim­pang empat yang jika ke kanan men­garah ke kolam renang Tir­ta Fun, Delis­er­dang, Sumat­era Utara. Wilayah ini dike­nal seba­gai jalur alter­natif bagi peng­gu­na jalan, teruta­ma bagi war­ga sek­i­tar yang pulang larut malam. Mes­ki bera­da di daer­ah yang cukup ramai di siang hari, pada malam hari area ini cen­derung sepi dan min­im pen­eran­gan, sehing­ga ker­ap men­ja­di titik rawan keja­hatan.

Mes­ki motif para pelaku belum dipastikan, pem­be­galan di wilayah Tem­bung dan sek­i­tarnya ser­ing kali bermo­tif ekono­mi, yakni untuk men­da­p­atkan motor kor­ban seba­gai hasil ram­pasan. Kon­disi sosial-ekono­mi dan lemah­nya pen­gawasan di beber­a­pa titik jalan ser­ing diman­faatkan oleh kelom­pok krim­i­nal. Fak­tor lain yang turut memicu meningkat­nya aksi krim­i­nal­i­tas adalah ter­batas­nya patroli rutin di jalan-jalan kecil ser­ta ren­dah­nya kesadaran war­ga untuk menghin­dari jalur rawan saat malam hari.

  Tanah Bergerak Putuskan Jalur Penghubung Bagbagan–Kiara Dua

Berdasarkan infor­masi dari ung­ga­han terse­but, begi­ni kro­nolo­gi keja­di­an. Sek­i­tar pukul 23.30 WIB, Satrio melin­tas di Gang Sawah Pasar 12 Tem­bung den­gan men­gen­darai sepe­da motor Hon­da Beat.

Keti­ka mendekati sim­pang empat menu­ju kolam renang Tir­ta Fun, tiga motor yang ditung­gan­gi lima begal memepet motor kor­ban dari arah belakang dan samp­ing.

Salah satu pelaku kemu­di­an men­gelu­arkan celu­rit dan men­co­ba menebas tubuh kor­ban.

Satrio berhasil menghin­dar, namun tebasan terse­but men­ge­nai jarinya. Luka ini menye­babkan pen­dara­han ringan hing­ga sedang.

Para pelaku diduga melarikan diri sete­lah upaya mere­ka gagal, mengin­gat kor­ban berhasil mem­per­ta­hankan motornya dan menarik per­ha­t­ian beber­a­pa war­ga yang menden­gar keribu­tan.

War­ga sek­i­tar kemu­di­an mem­ban­tu kor­ban dan mem­bawanya ke tem­pat aman sebelum mela­porkan keja­di­an terse­but kepa­da pihak berwe­nang.

Peri­s­ti­wa ini memicu kekhawati­ran war­ga sek­i­tar. Banyak war­ga mem­inta agar aparat kepolisian meningkatkan patroli di daer­ah rawan, teruta­ma di malam hari. Ung­ga­han di Threads juga memanc­ing respons war­ganet yang mengutuk tin­dakan keji para begal dan berharap pihak berwa­jib segera menangkap pelaku. Beber­a­pa komen­tar war­ganet mengin­gatkan peng­gu­na jalan agar lebih berhati-hati dan sebisa mungkin menghin­dari jalur sepi jika harus beper­gian larut malam.

Pihak berwe­nang setem­pat dise­but telah mener­i­ma lapo­ran dari kor­ban dan sedang melakukan penye­lidikan. Polisi kemu­ngk­i­nan akan memerik­sa reka­man CCTV di sek­i­tar area keja­di­an atau mengumpulkan keteran­gan sak­si untuk mela­cak jejak para pelaku.

  Remaja Jalan Kaki Dua Hari Dua Malam: Bukan Pendakian, Tapi Tetap Drama!

Mes­ki men­gala­mi luka pada jarinya, Satrio dila­porkan sela­mat dan tidak men­gala­mi ced­era serius lain. Ia men­da­p­atkan per­to­lon­gan per­ta­ma dari war­ga sek­i­tar sebelum dibawa ke fasil­i­tas kese­hatan untuk per­awatan lebih lan­jut. Kebera­ni­an­nya men­ge­lak dari seran­gan celu­rit diduga men­ja­di penye­la­mat nyawanya.

Kasus ini men­ja­di peringatan bagi pen­gen­dara motor yang ser­ing mele­wati jalur sepi, teruta­ma di jam-jam rawan seper­ti larut malam. Beber­a­pa langkah pence­ga­han yang dap­at dilakukan pen­gen­dara antara lain:

Menghin­dari beper­gian sendiri­an di malam hari melalui jalur sepi. Meng­in­for­masikan kepa­da kelu­ar­ga atau teman jika harus beper­gian larut malam. Menghin­dari berhen­ti di area gelap atau tidak ramai. Meng­gu­nakan jalur uta­ma mes­ki lebih jauh, kare­na lebih aman dan ramai.

Keja­di­an ini men­ja­di alarm bagi aparat kea­manan dan masyarakat untuk meningkatkan kewas­padaan. Bagi pihak kepolisian, pen­ingkatan patroli dan pen­eran­gan jalan di titik-titik rawan san­gat dibu­tuhkan. Sedan­gkan bagi masyarakat, kesadaran untuk selalu was­pa­da dan sal­ing mengin­gatkan san­gat pent­ing untuk mence­gah keja­di­an seru­pa.

Den­gan terus menye­barkan infor­masi seper­ti ini melalui media sosial maupun beri­ta dar­ing, dihara­p­kan masyarakat dap­at lebih berhati-hati. Aksi krim­i­nal di Gang Sawah Pasar 12 Tem­bung bukan hanya men­ja­di trage­di bagi kor­ban, tetapi juga pela­jaran bagi war­ga lain agar tidak lengah di jalan.

Kesi­ga­pan Satrio menghin­dari seran­gan men­ja­di buk­ti bah­wa kewas­padaan dap­at menye­la­matkan nyawa, mes­ki anca­man datang tiba-tiba. Pihak berwe­nang kini dihara­p­kan segera menangkap para pelaku dan mem­berikan rasa aman kem­bali kepa­da masyarakat Delis­er­dang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *