Terupdate

Ratusan Masa Pulo Padang Minta Presiden Ir. Joko Widodo Turun

1672
×

Ratusan Masa Pulo Padang Minta Presiden Ir. Joko Widodo Turun

Sebarkan artikel ini

Labuhanbatu, SniperNew.id – Ratusan masyarakat Pulau Padang, Kelurahan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu melakukan aksi unjuk rasa meminta pemerintah meninjau kembali pabrik kelapa sawit yang beroperasi di pemukiman warga.

Ratusan massa aksi menggunakan pakaian serba hitam dan satu diantaranya mengubur diri. Beberapa jam kemudian penguburan diri bertambah menjadi dua orang.

Penanggungjawab aksi, Muhammad Rudi, mengaku aksi ini dilakukan akibat kekhawatiran warga dengan dampak dari pabrik kelapa sawit tersebut.

  Polres Muara Enim Gelar Jumat Curhat di Kelurahan Air Lintang, Ketua RT Minta Pengawasan Rumah Kontrakan Ditingkatkan

Warga Desa Pulau Padang melakukan aksi kubur diri. Hal ini merupakan bentuk kekecewaan teman-teman di Pulau Padang terhadap pemerintah dan pihak kepolisian yang sampai saat ini tidak merespon dengan baik dengan perusahaan kepala sawit yang ada disini,” kata Rido, Kamis (16/5/2024).

Katanya, aksi ini meminta agar pemerintah melihat bahwa keberadaan pabrik kelapa sawit yang ada di Pulau Padang sangat berdekatan pemukiman warga.

  Kisah Kopi Marsuo, Disinilah Tempat Ngopi Bikin Nyaman Pengunjung

“Ini sangat berdekatan dengan pemukiman warga, dan juga berdampingan langsung dengan dua sekolah yang ada disini,” katanya.

Penolakan ini sudah dilakukan oleh warga sejak 2016 silam, dan aksi ini menjadi aksi yang sudah beberapa kali dilakukan oleh warga.

“Kami akan terus melakukan aksi sampai pabrik ini berhenti beroperasi, dan kami juga berharap pemerintah segera memperhatikan warganya,” ujarnya, Kamis (16/5/2024).

  Ika Baru Calon Pemimpin yang Ondak Kai, Kata Orang Pesisir

Ia memohon agar Presiden Republik Indonesia Jokowi agar memperhatikan dan menanggapi perkara yang dihadapi oleh warga.

“Kepada bapak Presiden yang terhormat, kami memohon perhatikan kami. Tolong, pabrik ini ditinjau kembali, karena kami paham sekali pabrik ini sangat tidak benar berdiri di dekat pemukiman warga,” pungkasnya.
(M.ridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *