Palembang, SniperNew.id - Seorang pejabat daerah dengan nama yang tertulis dalam unggahan video di media sosial, yakni Ratu Dewa, melakukan kunjungan langsung ke salah satu sekolah yaitu SDN 31 Palembang yang tampak memiliki sarana prasarana kurang memadai, Jumat (05/09).
Dalam rekaman singkat yang diunggah di akun sosial media dengan tanda air bertuliskan RATU DEWA, terlihat ia mengenakan kemeja putih, mengenakan topi, serta berbicara langsung di lapangan sambil meninjau kondisi gedung sekolah.
Kunjungan ini tampak sebagai bagian dari agenda untuk memastikan kondisi nyata dunia pendidikan, khususnya terkait infrastruktur sekolah yang masih jauh dari kata ideal. Dalam video yang sama, Ratu Dewa terlihat menunjuk bagian atap sekolah yang sudah rusak, sementara seorang perempuan yang mengenakan jilbab hijau mendampinginya.
Dalam rekaman tersebut, tokoh yang teridentifikasi adalah Ratu Dewa, yang dikenal sebagai pejabat publik di wilayah Sumatera Selatan. Ia terlihat didampingi oleh beberapa staf dan warga setempat saat melakukan peninjauan.
Selain itu, ada pula seorang perempuan pendamping-diduga bagian dari tim pendidikan atau perangkat daerah—yang turut serta dalam agenda tersebut. Kehadiran masyarakat di sekitar lokasi menunjukkan bahwa kegiatan kunjungan ini menjadi perhatian publik, khususnya bagi para orang tua murid yang menginginkan anak-anak mereka belajar di sekolah dengan fasilitas yang layak.
Video tersebut diunggah pada awal September 2025 oleh akun media sosial yang sedang tren. Meski tanggal pasti dari kunjungan tersebut tidak dijelaskan secara rinci dalam unggahan, terlihat suasana siang hari dengan cuaca cerah, menunjukkan bahwa peninjauan dilakukan pada jam aktif sekolah.
Momentum ini juga bersamaan dengan periode tahun ajaran baru, di mana kebutuhan akan fasilitas pendidikan menjadi salah satu sorotan masyarakat luas.
Berdasarkan suasana yang tergambar, lokasi kunjungan dilakukan di sebuah sekolah negeri di wilayah Sumatera Selatan. Sekolah tersebut terlihat memiliki gedung dengan cat biru yang sudah memudar, atap bagian luar yang tampak rusak, serta halaman yang sederhana dengan permukaan tanah dan sebagian semen.
Spanduk besar di latar belakang menandakan adanya peringatan atau acara khusus di sekolah itu, namun kondisi fisik bangunan sekolah sendiri menjadi perhatian utama dalam video yang dibagikan.
Kegiatan peninjauan oleh Ratu Dewa menjadi penting karena menyangkut hak dasar masyarakat dalam mendapatkan pendidikan yang layak. Banyak sekolah di daerah yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas, mulai dari atap bocor, dinding retak, hingga ruang kelas yang tidak representatif untuk kegiatan belajar mengajar.
Melalui kunjungan ini, pejabat daerah berupaya memberikan perhatian langsung, tidak hanya mengandalkan laporan di atas kertas. Hal ini memperlihatkan adanya komitmen untuk menindaklanjuti masalah pendidikan dari akar permasalahan di lapangan.
Selain itu, publikasi kunjungan ini melalui media sosial menegaskan transparansi langkah pemerintah dalam memperbaiki mutu pendidikan. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui bahwa kondisi sekolah benar-benar menjadi perhatian serius.
Dalam rekaman, Ratu Dewa tidak hanya hadir secara simbolis, melainkan juga mengamati secara detail kerusakan bangunan sekolah. Ia menunjuk bagian atap yang rusak, yang menunjukkan bahwa perhatian utama tertuju pada aspek keselamatan dan kenyamanan siswa.
Diperkirakan, hasil kunjungan ini akan menjadi dasar penyusunan program perbaikan sarana sekolah melalui anggaran pemerintah daerah. Beberapa langkah lanjutan yang biasanya dilakukan setelah peninjauan semacam ini adalah:
1. Pendataan dan Verifikasi
Menginventarisasi kerusakan yang ada di sekolah, termasuk atap, dinding, lantai, serta fasilitas pendukung lainnya.
2. Perencanaan Anggaran
Memasukkan kebutuhan renovasi ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) atau APBD Perubahan.
3. Kolaborasi dengan Pihak Terkait
Mengajak dinas pendidikan, dinas pekerjaan umum, serta pihak swasta atau CSR untuk turut serta dalam memperbaiki kondisi sekolah.
4. Pengawasan dan Evaluasi
Memastikan proses renovasi berjalan sesuai standar dan selesai tepat waktu agar tidak mengganggu kegiatan belajar siswa.
Pendidikan merupakan salah satu indikator penting pembangunan daerah. Namun, di banyak daerah, terutama di luar pusat kota, masih ditemukan sekolah dengan sarana minim. Ruang kelas yang sempit, atap bocor, kursi dan meja rusak, hingga toilet yang tidak layak adalah persoalan klasik yang kerap dihadapi siswa dan guru.
Kondisi semacam ini tidak hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan siswa. Misalnya, atap yang rapuh berisiko runtuh ketika musim hujan atau angin kencang.
Kehadiran pejabat publik seperti Ratu Dewa dalam video ini membawa pesan bahwa pendidikan tidak bisa hanya ditangani secara administratif, tetapi perlu turun langsung ke lapangan. Seorang pemimpin daerah dituntut untuk melihat kondisi nyata agar bisa membuat kebijakan yang tepat sasaran.
Langkah ini juga sekaligus memperlihatkan komitmen moral kepada masyarakat bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan dasar yang mereka hadapi.
Masyarakat tentu berharap bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan benar-benar ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata. Orang tua ingin anak-anak mereka belajar di lingkungan yang aman, bersih, dan kondusif.
Lebih jauh, harapan lain adalah adanya pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah, sehingga siswa di daerah terpencil pun bisa merasakan hak yang sama seperti siswa di perkotaan.
Namun demikian, upaya memperbaiki fasilitas pendidikan tidak selalu mudah. Ada tantangan seperti keterbatasan anggaran, proses birokrasi yang panjang, hingga prioritas pembangunan yang harus dibagi ke sektor lain. Oleh sebab itu, dibutuhkan komitmen dan inovasi dalam pengelolaan anggaran serta kerja sama multipihak.
Kunjungan Ratu Dewa ke sekolah dengan kondisi bangunan memprihatinkan menjadi gambaran nyata bahwa persoalan pendidikan masih membutuhkan perhatian besar. Melalui pendekatan langsung ke lapangan, ia menunjukkan keseriusan dalam mengawal mutu pendidikan, khususnya dalam hal sarana prasarana.
Langkah ini diharapkan menjadi awal dari perubahan positif bagi dunia pendidikan daerah, sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman, aman, dan mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa. Dengan memperbaiki fasilitas sekolah hari ini, pemerintah sejatinya sedang menyiapkan generasi yang lebih unggul di masa depan.
Editor (Darmawan)



















