Berita Daerah

Proyek Rigid Beton Marga Padang–Kesamiran Disorot, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

252
×

Proyek Rigid Beton Marga Padang–Kesamiran Disorot, Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

Sebarkan artikel ini

Tegal, SniperNew.id - Pem­ban­gu­nan infra­struk­tur jalan men­ja­di salah satu fokus uta­ma pemer­in­tah dalam meningkatkan konek­tiv­i­tas wilayah ser­ta men­dorong per­tum­buhan ekono­mi masyarakat. Namun, tak jarang proyek pem­ban­gu­nan jalan men­u­ai sorotan war­ga apa­bi­la pelak­sanaan­nya dini­lai tidak sesuai hara­pan. Salah satu proyek yang ten­gah men­ja­di per­ha­t­ian pub­lik adalah pem­ban­gu­nan jalan rigid beton di jalur Mar­ga Padang–Kesamiran, Kabu­pat­en Tegal, Jawa Ten­gah, Kami

Proyek yang dise­but-sebut seba­gai pro­gram aspi­rasi dewan ini diduga tidak sesuai den­gan Ren­cana Anggaran Biaya (RAB) yang telah dis­usun. Sejum­lah war­ga meni­lai kual­i­tas peker­jaan terke­san kurang mak­si­mal dan khawatir jalan terse­but tidak akan berta­han lama.

Berdasarkan infor­masi yang dihim­pun SniperNew.id dari hasil pan­tauan di lokasi pada Sab­tu (9/8/2025), ter­li­hat beber­a­pa kejang­galan tek­nis di lapan­gan. Salah sat­un­ya terkait pemasan­gan sloof cor (pon­dasi bawah beton) yang dilakukan dalam pengec­o­ran lebih dari lima meter sekali­gus. Pada­hal, secara tek­nis, peker­jaan pengec­o­ran rigid beton seharus­nya dilakukan berta­hap den­gan pen­gat­u­ran sam­bun­gan yang tepat agar kual­i­tas jalan tetap ter­ja­ga.

Selain itu, pemasan­gan plas­tik seba­gai lapisan dasar (sheet plas­tik) tidak dipasang secara menyelu­ruh di bawah cor beton. Plas­tik hanya ter­li­hat di bagian bibir atau tepi cor, sehing­ga fungsinya untuk mence­gah air tanah mere­sap ke beton dini­lai tidak opti­mal.

  Kapolda Sumut Tinjau Pos Nataru Bandara Kualanamu

Seo­rang war­ga setem­pat yang eng­gan dise­butkan namanya men­gaku kece­wa den­gan kual­i­tas peker­jaan proyek terse­but.

“Kalau seper­ti ini, kami khawatir jalan tidak akan berta­han lama. Pada­hal, jalan ini meru­pakan akses pent­ing bagi war­ga di dua desa,” ujarnya.

Jalur Mar­ga Padang–Kesamiran meru­pakan salah satu akses penghubung antar­wilayah di Kabu­pat­en Tegal. Jalan ini menghubungkan dua desa den­gan aktiv­i­tas perekono­mi­an cukup ting­gi. War­ga meman­faatkan jalan terse­but untuk mobil­i­tas har­i­an, mulai dari men­gangkut hasil per­tan­ian, perda­gan­gan, hing­ga akses pen­didikan dan kese­hatan.

Kerusakan jalan di jalur terse­but sebelum­nya memang sudah men­ja­di keluhan war­ga sejak lama. Oleh kare­na itu, kehadi­ran proyek rigid beton melalui aspi­rasi dewan dis­am­but antu­sias. Namun, dugaan keti­dak­sesua­ian den­gan RAB menim­bulkan kekhawati­ran baru. War­ga meni­lai, jika kual­i­tas pem­ban­gu­nan ren­dah, jalan bisa cepat rusak meskipun baru sele­sai diban­gun.

Tim SniperNew.id men­co­ba mem­inta klar­i­fikasi kepa­da pihak pelak­sana proyek terkait dugaan keti­dak­sesua­ian peker­jaan. Namun, hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an pada Rabu (27/8/2025), pihak kon­trak­tor belum mem­berikan jawa­ban res­mi.

Saat dite­mui, salah satu per­wak­i­lan pelak­sana proyek eng­gan mem­berikan komen­tar dan men­yarankan untuk menghubun­gi pihak terkait di Dinas Peker­jaan Umum (PU) atau pihak dewan yang men­gusulkan aspi­rasi terse­but.

Semen­tara itu, pihak Dinas terkait hing­ga saat ini belum men­gelu­arkan perny­ataan res­mi men­ge­nai temuan di lapan­gan. Masyarakat berharap ada tin­dakan tegas dan pen­gawasan yang lebih ketat agar dana pem­ban­gu­nan infra­struk­tur dap­at digu­nakan secara efek­tif dan hasil­nya sesuai den­gan spe­si­fikasi tek­nis.

Sejum­lah aktivis pemer­hati pem­ban­gu­nan di Kabu­pat­en Tegal juga meny­oroti per­soalan ini. Mere­ka meni­lai pen­gawasan proyek infra­struk­tur di tingkat desa dan keca­matan masih lemah, sehing­ga ser­ingkali ada celah bagi pelak­sana proyek untuk men­gu­ran­gi kual­i­tas peker­jaan.

  IPI Lampung Dukung Penuh Permendes 3/2024, Dorong Literasi hingga Ke Desa

“Dana pem­ban­gu­nan infra­struk­tur berasal dari uang raky­at. Jadi wajar kalau masyarakat men­gawasi dan bersuara. Kalau memang ada dugaan tidak sesuai RAB, pihak dinas harus segera turun tan­gan untuk menge­cek,” ujar Suwarto, salah satu aktivis pemer­hati kebi­jakan pub­lik di Tegal.

War­ga di sek­i­tar jalur Mar­ga Padang–Kesamiran menam­bahkan, mere­ka berharap proyek rigid beton bisa men­ja­di solusi jang­ka pan­jang atas kerusakan jalan, bukan jus­tru men­ja­di masalah baru. “Kami ingin jalan bagus, kuat, dan tahan lama. Jan­gan sam­pai proyek seper­ti ini hanya for­mal­i­tas bela­ka,” kata war­ga lain­nya.

Proyek aspi­rasi dewan meru­pakan salah satu ben­tuk penyalu­ran aspi­rasi masyarakat melalui anggota Dewan Per­wak­i­lan Raky­at Daer­ah (DPRD). Dalam pro­gram ini, anggota dewan men­gusulkan pem­ban­gu­nan atau per­baikan fasil­i­tas umum di daer­ah pemil­i­han­nya berdasarkan kebu­tuhan war­ga.

Secara ide­al, proyek aspi­rasi ini men­ja­di jem­bat­an antara pemer­in­tah dan masyarakat agar pem­ban­gu­nan lebih tepat sasaran. Namun, pen­gawasan ketat tetap diper­lukan agar kual­i­tas proyek tidak menu­run. Kasus di Mar­ga Padang–Kesamiran men­ja­di con­toh pent­ingnya keter­bukaan infor­masi pub­lik dan par­tisi­pasi masyarakat dalam meman­tau jalan­nya pem­ban­gu­nan.

Dalam per­spek­tif hukum, dugaan keti­dak­sesua­ian den­gan RAB bisa berpoten­si menyalahi atu­ran pen­gadaan barang dan jasa pemer­in­tah. Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 12 Tahun 2021 ten­tang Pen­gadaan Barang/Jasa Pemer­in­tah men­gatur secara jelas stan­dar pelak­sanaan proyek, ter­ma­suk kual­i­tas mate­r­i­al dan metode penger­jaan.

Semen­tara itu, dari sisi kode etik jur­nal­is­tik, media memi­li­ki kewa­jiban untuk mem­ber­i­takan secara berim­bang dan tidak menuduh pihak ter­ten­tu tan­pa buk­ti kuat. Oleh kare­na itu, lapo­ran ini beru­paya menya­jikan infor­masi berdasarkan pan­tauan di lapan­gan dan keteran­gan war­ga, sam­bil tetap menung­gu klar­i­fikasi res­mi dari pihak terkait.

  Insan Brilian BRI BO Perdagangan Bermuhasabah Sambut Bulan Suci

Masyarakat di sek­i­tar jalur Mar­ga Padang–Kesamiran berharap pemer­in­tah daer­ah, khusus­nya Dinas Peker­jaan Umum, segera turun tan­gan melakukan audit lapan­gan ter­hadap proyek ini. Jika ter­buk­ti ada peny­im­pan­gan atau kual­i­tas penger­jaan tidak sesuai stan­dar, war­ga mem­inta agar ada langkah per­baikan dan per­tang­gung­jawa­ban dari pihak pelak­sana proyek.

Pen­gawasan yang lebih ketat juga dihara­p­kan tidak hanya pada proyek ini saja, tetapi juga pada selu­ruh pem­ban­gu­nan infra­struk­tur di Kabu­pat­en Tegal. Den­gan demikian, dana pem­ban­gu­nan dari APBD maupun APBN dap­at benar-benar dirasakan man­faat­nya oleh masyarakat.

Proyek rigid beton Mar­ga Padang–Kesamiran yang awal­nya dihara­p­kan men­ja­di solusi per­baikan jalan jus­tru memu­nculkan tan­da tanya besar terkait kual­i­tas dan kesesua­ian pelak­sanaan­nya den­gan RAB. Pan­tauan di lapan­gan menun­jukkan ada beber­a­pa aspek tek­nis yang diduga tidak sesuai stan­dar, seper­ti pemasan­gan sloof cor yang ter­lalu pan­jang dan peng­gu­naan plas­tik dasar yang tidak mer­a­ta.

Masyarakat berharap pemer­in­tah daer­ah segera melakukan pemerik­saan men­dalam dan mem­berikan klar­i­fikasi kepa­da pub­lik. Transparan­si infor­masi dan pen­gawasan bersama antara war­ga, media, dan pemer­in­tah dihara­p­kan dap­at mence­gah teru­langnya kasus seru­pa. Pem­ban­gu­nan infra­struk­tur yang berkual­i­tas men­ja­di kun­ci kema­juan daer­ah, dan hal itu hanya bisa ter­ca­pai jika selu­ruh pihak bek­er­ja den­gan integri­tas dan tang­gung jawab.

Penulis: (Suwat­no).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *