Bandar Lampung, SniperNew.id — Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Lampung menyatakan apresiasi dan dukungan penuh terhadap Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 3 Tahun 2024 yang mendorong penguatan literasi dan pembangunan SDM desa, Kamis (27/11/2025).
Perpustakaan daerah disebut menjadi salah satu penggerak utama dalam menciptakan inovasi dan kreativitas masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, guna memperluas pemerataan wawasan bagi seluruh elemen masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Lampung, Dewi Kartika, melalui keterangan yang disampaikan via telepon WhatsApp, menegaskan dukungan penuh terhadap program Kementerian Desa tersebut. Dewi menjelaskan bahwa ia berhalangan hadir dalam pertemuan dengan Tim Literasi karena kondisi fisik yang kurang fit pada 26 November 2025.
Sebagai tindak lanjut, ia menugaskan Kabid dan jajaran bidang di dinasnya untuk menerima kunjungan Tim Literasi di kantor Nowo Baca Zainal Abidin, Pagar Alam, Provinsi Lampung.
Dalam pertemuan tersebut, hadir perwakilan Taman Baca Masyarakat (TBM) serta perwakilan dari CV RSM (Ruang Sahabat Madani) dan CV Putra Anta Jaya (PAJ), yakni Aang dan Hendra, yang sekaligus menyampaikan permohonan maaf dari Kadis karena tidak dapat hadir secara langsung.
Pihak kabid yang didampingi jajarannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut. Ia mengatakan bahwa pertemuan itu membuka wawasan baru bagi dinas terkait penguatan gerakan literasi di Lampung. Ia juga menyampaikan bahwa selain bertugas di perpustakaan daerah, mereka juga berada dalam kepengurusan IPI Lampung, yang telah melakukan reorganisasi pada September 2025.
“Kami terus berjuang untuk menumbuhkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak di Provinsi Lampung. Kami juga akan berkoordinasi dengan Sekda Provinsi Lampung untuk program literasi tahun 2026 mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Aang dan Hendra selaku direktur dan marketing berharap adanya kolaborasi berkelanjutan dalam mendorong budaya membaca. Menurut mereka, kebiasaan membaca bukan hanya memperkaya ilmu, tetapi juga membuka peluang kreatif dan inovasi yang dapat meningkatkan kemandirian masyarakat, termasuk peluang kerja dan penghasilan tambahan.
Aang menambahkan bahwa kemampuan membaca yang baik akan membuat anak-anak lebih terlatih berpikir kritis tanpa bergantung pada ponsel. “Harapan kita, anak-anak memiliki daya magnet untuk gemar membaca sehingga mampu mengingat dan memahami sesuatu tanpa selalu melihat Google,” ujarnya.
Hendra menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi launching literasi awal, di mana sudah tiga kabupaten yang terlibat, yaitu Pringsewu, Tanggamus, dan Lampung Tengah.
penulis: (Sufiyawan).












