Berita Investigasi

Proyek Toilet SDN 2 Margodadi Senilai Rp198 Juta Jadi Sorotan, Publik Minta Transparansi

1188
×

Proyek Toilet SDN 2 Margodadi Senilai Rp198 Juta Jadi Sorotan, Publik Minta Transparansi

Sebarkan artikel ini

Lam­pung Sela­tan, SniperNew.id – Pem­ban­gu­nan fasil­i­tas san­i­tasi seko­lah kem­bali men­ja­di per­ha­t­ian pub­lik di Lam­pung Sela­tan. Proyek pem­ban­gu­nan toi­let (jam­ban) di SDN 2 Mar­go­da­di, Keca­matan Jati Agung, den­gan nilai kon­trak ham­pir Rp198,8 juta, memu­nculkan berba­gai pan­dan­gan terkait transparan­si anggaran dan efisien­si peng­gu­naan dana pub­lik.

Berdasarkan infor­masi yang tert­era di papan proyek, peker­jaan ini dilak­sanakan oleh Dinas Pen­didikan Kabu­pat­en Lam­pung Sela­tan melalui pro­gram Pen­gelo­laan Pen­didikan Seko­lah Dasar. Kon­trak peker­jaan ditan­datan­gani pada 24 Juli 2025 den­gan jang­ka wak­tu pelak­sanaan 120 hari kalen­der. Sum­ber dana berasal dari APBD Kabu­pat­en Lam­pung Sela­tan tahun anggaran 2025.

Kon­trak­tor pelak­sana proyek adalah CV. Bayu Broth­er, sedan­gkan kon­sul­tan pen­gawas­nya CV. Jagat Pra­mu­di­ta. Nilai kon­trak ter­can­tum sebe­sar Rp198.805.019,42 (Ser­a­tus Sem­bi­lan Puluh Dela­pan Juta Dela­pan Ratus Lima Ribu Sem­bi­lan Belas Rupi­ah).

Fasil­i­tas toi­let ini diren­canakan untuk men­dukung san­i­tasi seko­lah dasar seba­gai bagian dari upaya pen­ingkatan mutu pen­didikan dan kese­hatan lingkun­gan seko­lah. Pen­ingkatan kual­i­tas san­i­tasi di seko­lah dini­lai pent­ing untuk men­dukung pro­gram pemer­in­tah dalam men­cip­takan lingkun­gan bela­jar yang sehat, bersih, dan layak bagi siswa.

  Ratusan Pegawai Gelisah, SK Pengangkatan Sebagai PPPK tahun 2023 Belum Diperpanjang

Mes­ki demikian, sejum­lah pihak mem­per­tanyakan keter­bukaan infor­masi proyek terse­but. Ket­ua Koor­di­na­tor Forum Pers Inde­pen­dent Indone­sia (FPII) Lam­pung Sela­tan, Feki Hori­son, menyam­paikan bah­wa pihaknya dan sejum­lah wartawan telah beru­paya melakukan kon­fir­masi terkait rin­cian proyek, ter­ma­suk Ren­cana Anggaran Biaya (RAB) dan spe­si­fikasi peker­jaan.

Menu­rut Feki, per­mintaan infor­masi itu bertu­juan agar pub­lik menge­tahui secara jelas peng­gu­naan anggaran yang bersum­ber dari pajak masyarakat. “Kami hanya ingin memas­tikan rin­cian biaya dan barang yang digu­nakan. Ini pent­ing untuk transparan­si, agar tidak menim­bulkan persep­si negatif di masyarakat,” ujarnya.

Feki menam­bahkan, pem­ban­gu­nan toi­let seko­lah den­gan nilai ham­pir Rp200 juta seharus­nya dis­er­tai pen­je­lasan men­ge­nai rin­cian peker­jaan, kual­i­tas mate­r­i­al, ser­ta per­hi­tun­gan tek­nis lain­nya. Hal ini dini­lai pent­ing di ten­gah kebi­jakan efisien­si anggaran yang ten­gah dit­er­ap­kan oleh banyak pemer­in­tah daer­ah.

Semen­tara itu, upaya untuk men­da­p­atkan klar­i­fikasi lang­sung dari peja­bat Dinas Pen­didikan Kabu­pat­en Lam­pung Sela­tan sejauh ini belum mem­buahkan hasil. Peja­bat Pelak­sana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pen­didikan, M. Dar­mawan, dan Sekre­taris Dinas, Cahya­di, dila­porkan belum mem­berikan tang­ga­pan terkait per­tanyaan wartawan. Beber­a­pa staf menyam­paikan bah­wa pimp­inan dinas sedang dinas luar saat beber­a­pa kali dihubun­gi.

Min­im­nya komu­nikasi pub­lik terkait proyek ini men­ja­di sorotan kare­na keter­bukaan infor­masi meru­pakan bagian dari prin­sip tata kelo­la pemer­in­ta­han yang baik (good gov­er­nance). Berdasarkan Undang-Undang Keter­bukaan Infor­masi Pub­lik, masyarakat memi­li­ki hak untuk menge­tahui peng­gu­naan anggaran negara, ter­ma­suk proyek pem­ban­gu­nan fasil­i­tas pen­didikan.

  SPBU 64.788.16 Ketapang isi Puluhan Drum Dalam Truk Canter, LSM TINDAK Minta Aparat Hukum Bertindak!

Feki juga menye­butkan bah­wa transparan­si diper­lukan agar pub­lik mema­ha­mi apakah nilai proyek terse­but sesuai den­gan spe­si­fikasi tek­nis dan har­ga pasar. “Per­tanyaan masyarakat seder­hana, apakah fasil­i­tas toi­let terse­but memi­li­ki spe­si­fikasi khusus atau kual­i­tas pre­mi­um sehing­ga nilainya men­ca­pai ham­pir Rp200 juta. Ini bukan tuduhan, tetapi ben­tuk kepedu­lian agar anggaran benar-benar diman­faatkan opti­mal,” imbuh­nya.

Selain itu, beber­a­pa kalan­gan meni­lai bah­wa pem­ban­gu­nan toi­let di seko­lah dasar bukan hanya soal nilai kon­trak, tetapi juga bagian dari inves­tasi jang­ka pan­jang pada kual­i­tas pen­didikan dan kese­hatan siswa. Fasil­i­tas san­i­tasi yang baik akan men­dukung per­i­laku hidup bersih dan sehat, men­gu­ran­gi risiko penyak­it, ser­ta meningkatkan kenya­manan bela­jar.

Penga­mat kebi­jakan pub­lik menekankan bah­wa aspek keter­bukaan men­ja­di kun­ci agar proyek-proyek seper­ti ini tidak menim­bulkan persep­si pem­borosan. Pros­es peren­canaan, pen­gadaan, hing­ga pelak­sanaan proyek harus dap­at diak­ses oleh masyarakat dan diawasi bersama-sama.

Masyarakat juga berharap pemer­in­tah daer­ah melalui Bupati Lam­pung Sela­tan melakukan eval­u­asi ter­hadap kin­er­ja instan­si terkait. Eval­u­asi bukan sema­ta-mata untuk men­cari kesala­han, melainkan untuk mem­per­bai­ki tata kelo­la agar pro­gram pem­ban­gu­nan ber­jalan efek­tif dan men­da­p­at dukun­gan pub­lik.

Sejum­lah organ­isasi masyarakat dan media juga beren­cana men­dorong dia­log ter­bu­ka den­gan pemer­in­tah daer­ah men­ge­nai transparan­si anggaran. Hal ini dini­lai pent­ing untuk menghin­dari kesalah­pa­haman, meningkatkan akunt­abil­i­tas, dan memas­tikan man­faat proyek benar-benar dirasakan siswa dan masyarakat sek­i­tar.

  Usut Bimtek Ilegal Kop desa Merah Putih di Berastagi, Telan Anggaran 19,5juta Per Desa

Fasil­i­tas toi­let seko­lah memang men­ja­di salah satu pri­or­i­tas pem­ban­gu­nan infra­struk­tur pen­didikan di berba­gai daer­ah. Banyak penelit­ian menun­jukkan bah­wa keterse­di­aan san­i­tasi yang memadai berkon­tribusi sig­nifikan ter­hadap kual­i­tas pen­didikan, khusus­nya bagi siswa perem­puan yang mem­bu­tuhkan fasil­i­tas yang aman dan bersih.

Namun, nilai proyek yang besar harus diim­ban­gi den­gan pen­je­lasan rin­ci agar masyarakat paham dan men­dukung. Mis­al­nya, apakah ter­da­p­at kom­po­nen lain seper­ti insta­lasi air bersih, pen­go­la­han lim­bah, atau fasil­i­tas pen­dukung lain yang mem­bu­at biaya proyek ting­gi.

Pada akhirnya, proyek pem­ban­gu­nan toi­let di SDN 2 Mar­go­da­di men­ja­di momen­tum pent­ing bagi pemer­in­tah daer­ah untuk mem­perku­at keper­cayaan pub­lik. Den­gan mem­bu­ka data anggaran dan spe­si­fikasi proyek, poten­si salah paham bisa dimin­i­malkan, dan masyarakat bisa ikut men­gawasi pelak­sanaan proyek hing­ga sele­sai.

Transparan­si bukan hanya kewa­jiban, tetapi juga inves­tasi sosial jang­ka pan­jang. Keti­ka pub­lik merasa dili­batkan dan men­da­p­atkan infor­masi yang jelas, dukun­gan ter­hadap pro­gram-pro­gram pemer­in­tah akan semakin besar.

Pem­ban­gu­nan fasil­i­tas pen­didikan, ter­ma­suk san­i­tasi seko­lah, adalah inves­tasi untuk masa depan gen­erasi penerus. Den­gan pen­gelo­laan yang transparan dan akunt­abel, pro­gram terse­but dap­at ber­jalan efek­tif dan mem­bawa man­faat luas bagi masyarakat Lam­pung Sela­tan. (Suf)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *