Berita Peristiwa

Program Makan Bergizi Gratis Jabar Disorot, Pemprov Lakukan Evaluasi

795
×

Program Makan Bergizi Gratis Jabar Disorot, Pemprov Lakukan Evaluasi

Sebarkan artikel ini

Jawa Barat, SniperNew.id — Pro­gram Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diga­gas Pemer­in­tah Provin­si Jawa Barat kem­bali men­ja­di sorotan pub­lik. Sejum­lah war­ga, orang tua murid, hing­ga tokoh masyarakat menyam­paikan kri­tik, usu­lan, bahkan desakan agar pro­gram ini dieval­u­asi menyelu­ruh sete­lah muncul­nya berba­gai per­soalan di lapan­gan, ter­ma­suk dugaan ker­a­cu­nan mas­sal peser­ta didik, Kamis (25/09).

Melalui akun media sosial­nya, tokoh Jawa Barat Dedi Mulya­di menyam­paikan bah­wa Pem­prov Jabar akan segera melakukan eval­u­asi ter­hadap selu­ruh pemangku kepentin­gan (stake­hold­er) dalam pro­gram MBG ini. “Pem­prov Jawa Barat akan melakukan eval­u­asi ter­hadap selu­ruh stake­hold­er Pro­gram Makan Bergizi Gratis di Jawa Barat. Demikian, hatur nuhun,” tulis­nya.

Perny­ataan terse­but memicu berba­gai tang­ga­pan war­ganet, khusus­nya para orang tua siswa yang anaknya men­ja­di pener­i­ma man­faat. Sejum­lah komen­tar men­galir deras meny­oroti dis­tribusi pro­gram, kual­i­tas makanan, hing­ga ske­ma pelak­sanaan yang dini­lai belum mer­a­ta.

Pro­gram MBG diga­gas den­gan tujuan mulia: mem­berikan asu­pan gizi seim­bang secara gratis kepa­da siswa-siswi di Jawa Barat, agar gen­erasi muda tum­buh sehat dan cer­das. Namun, dalam prak­tiknya, muncul sejum­lah masalah yang menim­bulkan kere­sa­han masyarakat.

Salah sat­un­ya adalah insi­d­en ker­a­cu­nan makanan yang menim­pa ratu­san siswa di beber­a­pa wilayah. Dalam video yang viral, ter­li­hat aparat kepolisian mem­ban­tu mengevakuasi seo­rang siswi yang diduga men­ja­di kor­ban ker­a­cu­nan sete­lah men­gon­sum­si makanan dari pro­gram MBG. Kasus ini mem­bu­at pub­lik mem­per­tanyakan kual­i­tas pen­gawasan ser­ta dis­tribusi makanan.

  Kebakaran Hanguskan Kantor Camat Payakumbuh di Limapuluh Kota

Tidak hanya masyarakat umum, orang tua siswa secara lang­sung men­geluhkan berba­gai per­soalan pro­gram ini. Berikut rangku­man suara war­ganet yang dihim­pun dari ung­ga­han media sosial:

Seo­rang peng­gu­na akun suciastuti87 menye­but bah­wa di Kabu­pat­en Bekasi, seko­lah swasta bonafide dan seko­lah negeri di wilayah elit jus­tru men­da­p­at jatah MBG. Semen­tara seko­lah negeri di pelosok malah tidak keba­gian.

“Tolong dire­view dan eval­u­asi lagi kebi­jakan­nya,” tulis­nya.

Akun yenisofia_22 berpen­da­p­at lebih baik dana MBG dis­alurkan lang­sung kepa­da orang tua agar mere­ka yang memasak dan menyi­ap­kan bekal anak. “Atau kalaupun kater­ing, sebaiknya satu seko­lah satu kater­ing,” saran­nya.

Peng­gu­na irene_lee1601 meni­lai lebih baik dana makan gratis dialokasikan kepa­da kelu­ar­ga tidak mam­pu agar mere­ka bisa menye­di­akan makanan bergizi sesuai kon­disi anak. Ia meny­ing­gung kasus anak aler­gi lak­tosa yang jus­tru berba­haya bila dipak­sa men­gon­sum­si susu.

“Saya rasa cukup lah anak-anak kita jadi kelin­ci per­cobaan. Kare­na di lapan­gan makanan yang diberikan tidak sesuai apa yang digam­barkan,” tulis­nya.

Akun dodiznp73 mende­sak agar pro­gram dihen­tikan semen­tara wak­tu kare­na sudah ada sek­i­tar 800 anak yang dila­porkan ker­a­cu­nan. “Kalo di eval­u­asi masih ber­jalan mah, kuma­ha mun bertam­bah lagi kor­ban,” ujarnya.

  Ketika Ombak Menentukan Nyawa di Timur Indonesia

Peng­gu­na vinke_indira mene­gaskan bah­wa dalam seti­ap kasus ker­a­cu­nan, yang dis­orot jus­tru nama seko­lah, pada­hal dapur, ven­dor, dan sup­pli­er adalah pihak yang pal­ing bertang­gung jawab. “Transparan­si pub­lik bukan untuk bikin malu, tapi untuk mence­gah teru­lang. Ven­dor juga harus di-tag, pub­lik berhak tahu sia­pa yang sebar makanan basi,” tegas­nya.

Akun sukmayaade3 menulis, “Sela­matkan gen­erasi penerus bangsa dari sekarang… bisa men­ja­di sasaran empuk bagi orang yang tidak bertang­gung jawab.”

War­ganet lain, wida_rohendi, menye­but sebaiknya dana lang­sung diberikan kepa­da orang tua murid agar lebih aman dan efisien. Menu­rut­nya, banyak proyek jus­tru men­gun­tungkan pihak den­gan modal besar ketim­bang tepat sasaran.

Akun decinaryanti91 secara singkat menuliskan, “Mend­ing gak usah ada MBG, Pak.”

Keluhan masyarakat ini muncul menyusul keja­di­an ker­a­cu­nan yang ter­ja­di di beber­a­pa daer­ah di Jawa Barat, ter­ma­suk Kabu­pat­en Bekasi dan daer­ah lain yang mela­porkan ratu­san anak men­gala­mi gejala sete­lah menyan­tap makanan MBG. Video per­to­lon­gan per­ta­ma kepa­da siswa yang diduga ker­a­cu­nan terse­bar luas di media sosial, memicu reak­si cepat dari pub­lik.

Eval­u­asi sendiri ren­cananya akan segera dilakukan oleh Pem­prov Jawa Barat dalam wak­tu dekat, menyasar selu­ruh stake­hold­er mulai dari ven­dor, penye­dia kater­ing, pihak seko­lah, hing­ga dinas terkait.

Sejum­lah alasan menge­mu­ka dari masyarakat, di antaranya. Dis­tribusi tidak mer­a­ta. Ada seko­lah elit yang mener­i­ma, semen­tara seko­lah di pelosok jus­tru tidak keba­gian.

Kual­i­tas makanan diper­tanyakan. Banyak orang tua men­gaku makanan yang diberikan tidak sesuai stan­dar gizi, bahkan ada yang basi.

  Warga Grati Panik, Rumah di Kalipang Nyaris Terbakar Akibat Korsleting

Kasus ker­a­cu­nan. Data semen­tara menye­but sudah ada ratu­san siswa yang ter­dampak. Kurangnya transparan­si ven­dor. Pub­lik meni­lai pema­sok seharus­nya dise­butkan secara ter­bu­ka agar ada per­tang­gung­jawa­ban.

Risiko aler­gi. Anak-anak den­gan kon­disi khusus, seper­ti aler­gi lak­tosa, bisa ter­an­cam bila dipak­sa men­gon­sum­si menu stan­dar.

Desakan pen­gal­i­han dana. Seba­gian besar orang tua men­yarankan dana MBG diberikan lang­sung kepa­da kelu­ar­ga agar lebih sesuai kebu­tuhan anak.

Pem­prov Jawa Barat melalui perny­ataan Dedi Mulya­di mene­gaskan akan melakukan eval­u­asi menyelu­ruh ter­hadap pro­gram ini. Eval­u­asi akan meli­batkan semua pemangku kepentin­gan agar masalah di lapan­gan tidak kem­bali teru­lang.

Mes­ki demikian, pub­lik menung­gu langkah konkret yang tidak hanya berhen­ti pada eval­u­asi, tetapi juga mem­per­bai­ki mekanisme dis­tribusi, pen­gawasan kual­i­tas makanan, ser­ta transparan­si penye­dia kater­ing.

Pro­gram Makan Bergizi Gratis sejatinya diran­cang untuk meningkatkan kual­i­tas gizi gen­erasi muda Jawa Barat. Namun, dalam pelak­sanaan­nya masih men­u­ai banyak per­soalan mulai dari dis­tribusi, kual­i­tas makanan, hing­ga insi­d­en ker­a­cu­nan mas­sal.

Masyarakat berharap eval­u­asi yang dijan­jikan pemer­in­tah tidak sekadar for­mal­i­tas, tetapi benar-benar meng­hadirkan solusi nya­ta. Beber­a­pa opsi yang men­cu­at adalah menyalurkan dana lang­sung ke orang tua murid, mem­per­ke­tat pen­gawasan ven­dor, hing­ga menghen­tikan semen­tara pro­gram bila mem­ba­hayakan peser­ta didik.

Gen­erasi penerus bangsa mem­bu­tuhkan per­ha­t­ian serius. Seba­gaimana hara­pan war­ganet, “Sela­matkan anak-anak kita dari makanan yang tidak layak, agar mere­ka tum­buh sehat dan cer­das seba­gai hara­pan masa depan Jawa Barat.” (red/abd/Ahm).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *