Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Nasional

Pisau Bermata Dua: Polemik Pajak, Sri Mulyani, dan Bayang-Bayang Kebijakan The Fed

1039
×

Pisau Bermata Dua: Polemik Pajak, Sri Mulyani, dan Bayang-Bayang Kebijakan The Fed

Sebarkan artikel ini
Gambar ilustrasi berupa gambar gunting yang memotong grafik pertumbuhan, unggah akun sosial Treands, dikutip (Selasa (09/09).

Jakar­ta, SniperNew.id  – Sebuah ung­ga­han di plat­form media sosial Threads oleh akun berna­ma fadli.hyeon baru-baru ini menarik per­ha­t­ian pub­lik kare­na men­gu­las isu sen­si­tif men­ge­nai posisi Menteri Keuan­gan Repub­lik Indone­sia, Sri Mulyani Indrawati, ser­ta kai­tan­nya den­gan kebi­jakan fiskal dan mon­eter glob­al, Selasa (09/09).

Ung­ga­han terse­but meny­oroti kebi­jakan kenaikan pajak di Indone­sia, alasan di balik kepu­tu­san terse­but, ser­ta kemu­ngk­i­nan dampak dari kebi­jakan bank sen­tral Ameri­ka Serikat, The Fed­er­al Reserve (The Fed), ter­hadap arah kebi­jakan ekono­mi Indone­sia ke depan.

  GEKRAFS Bersama Kemenkraf Laksanakan Penandatanganan Kesepahaman Bersama

Dalam tulisan­nya, akun terse­but menggam­barkan upaya meng­gan­ti Sri Mulyani bagaikan “pisau berma­ta dua.”

“Sebe­narnya meng­gan­tikan Menteri Keuan­gan Sri Mulyani itu bagaikan pisau berma­ta dua. Sri pun­ya alasan sendiri kena­pa Indone­sia itu per­lu kenaikan pajak yang cukup ting­gi. Mungkin dikare­nakan utang atau peng­hasi­lan devisa negara yang tidak men­cukupi dll,” tulis akun itu.

Selain meny­oroti soal pajak, ung­ga­han terse­but juga meny­ing­gung soal ren­cana The Fed di Ameri­ka Serikat yang pada 17 Sep­tem­ber men­datang akan melakukan pemangkasan suku bun­ga sebe­sar 0,5%.

  TOLONG JENDERAL: Kabareskrim Diminta Turunkan Team Mabes Polri Tangkap MUNIR Mafia Minyak Jambi

“Belum lagi pada tang­gal 17 Sep­tem­ber nan­ti Ameri­ka akan melakukan cut rate atau pemangkasan suku bun­ga oleh The Fed sebe­sar 0,5%. Negara seper­ti kita, Indone­sia, kemu­ngk­i­nan besar akan mengiku­ti arah langkah yang sama den­gan US dan mungkin lebih besar persen­tasenya,” lan­jut akun terse­but.

Ung­ga­han ini turut dis­er­tai ilus­trasi beru­pa gam­bar gunt­ing yang mem­o­tong grafik per­tum­buhan, seo­lah menan­dakan adanya dile­ma antara pemangkasan atau kenaikan dalam kebi­jakan ekono­mi.

Isu uta­ma yang muncul adalah perde­batan men­ge­nai kebi­jakan Menteri Keuan­gan Sri Mulyani, khusus­nya terkait kenaikan pajak yang cukup ting­gi. Ung­ga­han juga meny­oroti poten­si dampak kebi­jakan mon­eter Ameri­ka Serikat ter­hadap ekono­mi Indone­sia, teruta­ma sete­lah adanya sinyal pemangkasan suku bun­ga oleh The Fed.

  Ketua KAMUUU: Ketua PP Medan dan Ketua HIPMI Pusat Paling Relevan Gantikan Musa Rajekshah Pimpin Golkar Sumut

Tulisan terse­but men­gibaratkan posisi Sri Mulyani seba­gai sebuah dile­ma, di mana kebi­jakan yang diam­bil dap­at mem­bawa kon­sekuen­si gan­da, baik posi­tif maupun negatif, layaknya “pisau berma­ta dua.”

Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuan­gan RI, seba­gai tokoh uta­ma yang kebi­jakan­nya diper­soalkan.

Akun media sosial Threads @fadli.hyeon, seba­gai pihak yang menuliskan opi­ni dan men­ja­di sum­ber uta­ma beri­ta ini.

The Fed­er­al Reserve (The Fed), bank sen­tral Ameri­ka Serikat, yang kebi­jakan­nya berpoten­si memen­garuhi arah ekono­mi glob­al ter­ma­suk Indone­sia. (Dar/Dar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *