Maos, Cilacap – Seorang anak perempuan diduga terperosok saat bermain di sekitar Sungai Serayu, wilayah Maos Lor, Kabupaten Cilacap, pada Rabu (13/8/2025) sore. Menurut keterangan warga sekitar, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga berita ini diterbitkan, korban belum ditemukan dan proses pencarian masih terus berlangsung oleh tim gabungan.
Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, korban diduga sedang bermain di tepi sungai bersama teman-temannya. Namun, tiba-tiba ia terpeleset dan terjatuh ke aliran sungai yang saat itu cukup deras. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melapor ke pihak berwenang, termasuk perangkat desa setempat dan tim SAR.
Unggahan akun resmi Instagram @insta_maos menuliskan. “Seorang anak perempuan diduga terperosok saat bermain di sekitaran Sungai Serayu Maos Lor, menurut warga sekitar kejadian tersebut sekitar jam 3 sore. Hingga saat berita ini terbit, masih belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian. Semoga segera ditemukan.”
Kabar tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan grup pesan warga, membuat suasana di lokasi pencarian ramai dipenuhi warga yang ikut memantau. Unggahan @insta_maos juga menampilkan serangkaian foto dan video proses pencarian yang dilakukan pada malam hari.
Dalam salah satu foto, terlihat puluhan warga dan aparat berseragam TNI, Polri, serta tim relawan berdiri di tepi jalan setapak dekat kebun pisang, yang menjadi akses menuju bibir Sungai Serayu. Lampu sorot dari beberapa kendaraan dan senter digunakan untuk membantu pencarian di tengah gelapnya malam.
Keterangan di unggahan tersebut menegaskan. “Proses pencarian anak terperosok di Sungai Serayu sekitaran Maos Lor malam ini.”
Foto lainnya memperlihatkan siluet para pencari yang menyorotkan lampu ke permukaan air, mencoba menelusuri kemungkinan keberadaan korban di tepian maupun bagian tengah sungai. Arus air tampak tenang di permukaan, namun diperkirakan memiliki arus bawah yang cukup kuat.
Di sisi lain, sebuah foto juga memperlihatkan mobil oranye milik BASARNAS Cilacap yang terparkir di lokasi, dengan petugas mengenakan perlengkapan pencarian seperti pelampung, helm, dan tali pengaman. Salah satu petugas terlihat memeriksa peralatan, sementara warga dan relawan lain berdiskusi di sekitar kendaraan tersebut.
Koordinasi Tim di Lapangan
Proses pencarian melibatkan gabungan personel dari BASARNAS Cilacap, TNI, Polri, relawan desa, dan warga sekitar. Menurut keterangan yang beredar di lokasi, tim pencari memulai operasi dengan menyisir tepi sungai menggunakan perahu karet, serta melakukan penyelaman terbatas di area yang dicurigai menjadi titik korban jatuh.
Petugas BASARNAS menyatakan, pencarian malam hari dilakukan dengan hati-hati karena kondisi minim cahaya dan potensi bahaya di dalam air. “Kami fokuskan pencarian di radius 500 meter dari titik perkiraan jatuh. Pencarian akan dilanjutkan hingga kondisi tidak memungkinkan, dan bila perlu diteruskan besok pagi,” ujar salah satu anggota tim SAR di lokasi.
Suasana Haru dan Harapan
Kehadiran ratusan warga yang memadati pinggiran sungai menambah suasana haru. Beberapa kerabat dan orang tua korban terlihat terus memanjatkan doa. Ungkapan “Semoga segera ditemukan” menjadi harapan bersama.
Sementara itu, sejumlah warga yang ikut membantu pencarian mengaku bergantian menjaga dan memantau lokasi. “Kami ingin ikut memastikan, siapa tahu ada tanda-tanda keberadaan korban,” ucap seorang warga Maos Lor.
Karakter Sungai Serayu di Maos Lor
Sungai Serayu yang membelah wilayah Banyumas dan Cilacap dikenal memiliki lebar cukup besar dengan arus bervariasi, tergantung musim. Di musim kemarau seperti saat ini, permukaan air mungkin tampak tenang, namun arus bawahnya bisa cukup deras dan berbahaya bagi orang yang tidak terbiasa berenang.
Kawasan Maos Lor sendiri memiliki beberapa titik rawan di tepi sungai, terutama area yang tidak dilengkapi pagar pembatas atau permukaan tanah yang licin. Warga dan pihak berwenang sering mengingatkan anak-anak untuk tidak bermain terlalu dekat dengan tepi sungai, apalagi tanpa pengawasan orang dewasa.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan anak di area berisiko tinggi. Pemerintah desa bersama tim SAR mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim libur sekolah atau sore hari ketika banyak anak bermain di luar rumah.
Selain itu, rencana pemasangan papan peringatan di sejumlah titik rawan di tepi Sungai Serayu disebut akan kembali dipercepat. “Kita akan evaluasi dan perbanyak rambu-rambu peringatan. Keselamatan warga, terutama anak-anak, menjadi prioritas,” kata salah satu perangkat desa Maos Lor.
Proses Pencarian Berlanjut
Hingga berita ini dibuat, pencarian masih berlangsung intensif. Tim SAR menegaskan akan terus melakukan penyisiran hingga korban ditemukan, dengan melibatkan dukungan penuh dari warga sekitar. Semua pihak berharap korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus pelajaran bagi masyarakat sekitar untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di lingkungan sehari-hari. Semangat gotong royong warga Maos Lor dalam membantu pencarian menjadi bukti kuatnya solidaritas di tengah musibah.
Artikel ini disusun berdasarkan informasi resmi yang dibagikan melalui akun terverifikasi @insta_maos, keterangan saksi di lokasi, serta pantauan langsung proses pencarian. Semua informasi telah diolah sesuai kaidah kode etik jurnalistik, dengan mengutamakan privasi korban dan keluarga. (Abd)













