Berita Daerah

Pemkab Pringsewu Dorong UMKM Melalui Pelatihan UEP di Pekon Podomoro

244
×

Pemkab Pringsewu Dorong UMKM Melalui Pelatihan UEP di Pekon Podomoro

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id – Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mendorong penguatan ekonomi lokal dengan menyelenggarakan pelatihan dan fasilitasi Kelompok Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Kegiatan ini dilaksanakan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP) sebagai bagian dari program strategis untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa atau pekon.

Pelatihan UEP ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada Selasa, 6 Mei 2025, dan berlokasi di Balai Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan aparatur pekon, termasuk para kepala pekon, pengelola BUM-Pekon, pendamping desa, serta para pelaku usaha kecil dan pengrajin lokal.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pringsewu, Ihsan Hendrawan, S.H., yang hadir mewakili Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Ihsan Hendrawan, disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program 100 Hari Kerja Bupati Pringsewu yang menargetkan terciptanya 3.000 UMKM produktif sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

  Pemerintah Teken SKB Percepatan Infrastruktur Pascapanen untuk Perkuat Ketahanan Pangan

“Melalui pelatihan ini, kelompok usaha ekonomi di pekon diharapkan mampu tumbuh secara mandiri, inovatif, dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ihsan Hendrawan dalam sambutannya.

Kegiatan pelatihan ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting daerah, termasuk Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Pringsewu, Ir. Iskandar Muda, beserta jajaran. Turut hadir pula perwakilan camat setempat, kepala pekon, pengelola Badan Usaha Milik Pekon (BUM-Pekon), serta para pendamping desa.

Guna meningkatkan kualitas pelatihan, panitia juga menghadirkan narasumber ahli dari Program Desa Berjaya Provinsi Lampung, Ir. Amir Machmud Hasan. Ia memberikan pembekalan kepada peserta tentang strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

Peserta pelatihan dibekali dengan berbagai materi penting untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka. Beberapa poin utama dalam pelatihan ini antara lain:

Strategi pembentukan dan pengembangan UEP

Manajemen keuangan usaha

Teknik pemasaran produk

Akses kemitraan dan permodalan usaha

Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap para pelaku usaha dapat memahami dasar-dasar pengelolaan usaha yang sehat dan mampu bersaing secara mandiri di pasar lokal hingga regional.

> “Kami ingin para pelaku usaha di desa tidak hanya berproduksi, tapi juga memiliki daya saing dan keberlanjutan. Pelatihan ini menjadi bekal penting untuk itu,” ujar salah satu narasumber.

  Kepsek SDN 1 Tegineneng Diduga Abaikan Transparansi Dana BOS, APH Diminta Segera Bertindak!

Sasaran utama dari kegiatan ini adalah seluruh elemen pelaku ekonomi desa, seperti para kepala pekon, pelaku usaha mikro, pengrajin, BHP, BUMKon, Gapoktan, dan lainnya. Mereka diharapkan mampu menyerap ilmu dan strategi yang diberikan untuk diaplikasikan dalam pengelolaan usaha masing-masing.

Tidak hanya peserta dari Podomoro, pelatihan ini juga diikuti oleh perwakilan dari berbagai pekon di Kecamatan Pringsewu, sehingga dapat menciptakan jaringan antar pelaku usaha yang lebih luas dan kuat.

Berdasarkan dokumentasi visual dari kegiatan yang dibagikan oleh akun Instagram resmi @pemkab.pringsewu, suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi tanya jawab, berdiskusi dengan pemateri, serta mencatat setiap materi yang disampaikan.

Dalam salah satu gambar terlihat suasana ruangan Balai Pekon Podomoro yang dipenuhi peserta dengan latar spanduk bertuliskan “Kelompok Usaha Ekonomi Mengangkat Pekon, Menuju Peningkatan Pendapatan Asli Pekon”. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembangkan perekonomian berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Pringsewu tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi.

Dengan pelatihan ini, diharapkan akan tercipta lebih banyak lagi UMKM yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. Sejalan dengan program 100 Hari Kerja Bupati, lahirnya 3.000 UMKM produktif bukanlah sekadar angka, tetapi visi besar untuk menciptakan masyarakat desa yang berdaya secara ekonomi.

  Wilkum Polsek Pancur Batu Sudah Jadi Sarang Narkoba dan Judi, Warga Minta Aparat Tidak Tutup Mata!!

Pemerintah juga berencana menjadikan pelatihan serupa sebagai agenda rutin, guna memastikan setiap pekon di Pringsewu memiliki kelompok usaha yang aktif dan terus berkembang.

Melalui pelatihan dan fasilitasi UEP ini, Pemkab Pringsewu menunjukkan keseriusannya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat dari tingkat paling dasar, yaitu desa atau pekon. Langkah ini tidak hanya menjawab tantangan ekonomi lokal, tetapi juga membentuk fondasi kuat menuju kemandirian desa.

Dengan sinergi antara pemerintah, pendamping desa, tenaga ahli, dan pelaku usaha, pelatihan ini diharapkan menjadi titik tolak munculnya inovasi-inovasi usaha dari pekon yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.

 

1. Pembukaan Kegiatan – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ihsan Hendrawan membuka acara.

2. Penyampaian Materi – Peserta menyimak paparan dari narasumber.

3. Suasana Ruang Pelatihan – Balai Pekon Podomoro dipenuhi peserta pelatihan.

4. Interaksi Narasumber dan Peserta – Diskusi aktif dan antusias.

5. Spanduk Kegiatan – Mengangkat tema penguatan ekonomi pekon.

Jika Anda ingin, saya bisa bantu menyusunnya dalam format PDF atau Word juga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *