Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Pemdes Putat Nutug Gerak Cepat Tangani Dampak Puting Beliung

276
×

Pemdes Putat Nutug Gerak Cepat Tangani Dampak Puting Beliung

Sebarkan artikel ini

Bogor, SniperNew.id — Kamis 21 Agus­tus 2025 Pemer­in­tah Desa (Pemdes) Putat Nutug, Keca­matan Ciseeng, Kabu­pat­en Bogor, menun­jukkan respons cepat dalam menan­gani dampak ben­cana alam angin put­ing beli­ung yang melan­da wilayah­nya pada Rabu (20/8) sore. Hujan deras dis­er­tai angin ken­cang menye­babkan sejum­lah rumah war­ga dan fasil­i­tas umum men­gala­mi kerusakan, mes­ki demikian, tidak ada lapo­ran kor­ban jiwa.

Dalam ung­ga­han akun res­mi media sosial @pemdesputatnutug, Kepala Desa Putat Nutug, M. Dar­mawan, menyam­paikan rasa syukur sekali­gus lapo­ran res­mi terkait kon­disi terki­ni pas­caben­cana.

“Kami sudah menin­jau lang­sung ke lapan­gan, alham­dulil­lah tidak ada kor­ban jiwa. Pemer­in­tah desa bersama war­ga bergo­tong roy­ong melakukan pem­ber­si­han dan per­baikan daru­rat,” tulis­nya dalam ung­ga­han, Kamis (21/8).

Berdasarkan pan­tauan lapan­gan, sejum­lah rumah men­gala­mi kerusakan ringan hing­ga sedang, seper­ti atap yang beter­ban­gan, gen­teng yang jatuh, hing­ga beber­a­pa pohon tum­bang yang sem­pat meng­ham­bat akses jalan war­ga. Fasil­i­tas umum, ter­ma­suk pos ron­da dan seba­gian jaringan listrik, juga sem­pat ter­dampak.

  Merah Putih di Pinggir Jalan, Tanda Semangat Kemerdekaan

Namun berkat koor­di­nasi cepat, tim desa bersama aparat kea­manan dan war­ga berhasil mem­ber­sihkan mate­r­i­al pohon tum­bang ser­ta menut­up semen­tara bagian rumah yang rusak agar masyarakat tetap bisa berak­tiv­i­tas den­gan aman.

“Langkah awal kami adalah memas­tikan kese­la­matan war­ga. Sete­lah itu, tim lang­sung berg­er­ak mem­ber­sihkan puing-puing dan mem­ban­tu per­baikan daru­rat. Semua dilakukan secara gotong roy­ong,” ujar Dar­mawan dalam keteran­gan lan­ju­tan.

Salah satu keku­atan terbe­sar dalam penan­ganan ben­cana di Desa Putat Nutug adalah per­an aktif masyarakat. War­ga bahu-mem­bahu sejak dini hari untuk men­gangkat batang pohon, meny­ingkirkan rerun­tuhan, hing­ga mem­per­bai­ki gen­teng rumah tetang­ga yang ter­dampak.

Ujang (45), seo­rang war­ga yang rumah­nya sem­pat tertim­pa pohon mang­ga, men­gaku ter­haru den­gan sol­i­dar­i­tas war­ga.
“Alham­dulil­lah, pohon besar yang menim­pa rumah saya bisa segera dipo­tong dan diber­sihkan. Saya tidak sendiri, banyak tetang­ga datang mem­ban­tu. Ini buk­ti kuat­nya rasa keber­samaan di desa kita,” tuturnya.

Gotong roy­ong ini juga meli­batkan kelom­pok pemu­da karang taruna, perangkat desa, hing­ga ibu-ibu PKK yang turut menyi­ap­kan kon­sum­si untuk para relawan di lapan­gan.

Pemdes Putat Nutug tidak hanya fokus pada pem­ber­si­han dan per­baikan daru­rat, tetapi juga melakukan pen­dataan menyelu­ruh ter­hadap kerusakan rumah ser­ta fasil­i­tas umum. Pen­dataan ini pent­ing agar ban­tu­an dap­at dis­alurkan tepat sasaran.

  Dirpolairud Polda Sumsel Lepas Keberangkatan KM LCT Sei Rawas

“Kami sudah berko­or­di­nasi den­gan pihak keca­matan dan BPBD Kabu­pat­en Bogor untuk memas­tikan ban­tu­an segera turun. Pri­or­i­tas kami adalah rumah war­ga yang ter­dampak cukup parah,” jelas Dar­mawan.

Selain itu, Pemdes juga menyi­ap­kan posko daru­rat yang digu­nakan untuk meny­im­pan logis­tik ban­tu­an ser­ta men­ja­di pusat koor­di­nasi bagi relawan dan masyarakat.

Ben­cana put­ing beli­ung memang bukan hal baru bagi wilayah Bogor, teruta­ma saat mema­su­ki musim pan­car­o­ba. Kare­nanya, Pemdes Putat Nutug juga menekankan pent­ingnya upaya mit­i­gasi ben­cana di tingkat desa.

“Musi­bah memang tidak bisa kita predik­si, tetapi kita bisa melakukan langkah anti­si­pasi. Mulai dari men­ja­ga lingkun­gan, menebang pohon-pohon yang sudah ter­lalu rapuh, hing­ga selalu siap sia­ga den­gan per­ala­tan daru­rat,” ujar Kepala Desa.

Menu­rut­nya, kesadaran masyarakat untuk men­ja­ga lingkun­gan dan mem­per­hatikan kon­disi rumah mas­ing-mas­ing men­ja­di kun­ci agar dampak ben­cana bisa dimin­i­mal­isasi.

Sejak kabar ben­cana ini beredar, sejum­lah pihak luar juga menyam­paikan dukun­gan. Beber­a­pa lem­ba­ga kemanu­si­aan, relawan kam­pus, ser­ta komu­ni­tas sosial di wilayah Bogor telah men­jalin komu­nikasi den­gan Pemdes untuk kemu­ngk­i­nan penyalu­ran ban­tu­an.

“Insya Allah, dukun­gan akan terus men­galir. Saat ini kami masih fokus memas­tikan kebu­tuhan dasar war­ga ter­penuhi,” tam­bah Dar­mawan.

  Ratusan Warga Gruduk DPRD Pesawaran, Tuntut Pengukuran Ulang HGU 04 PTPN VII

Ung­ga­han akun res­mi @pemdesputatnutug men­ge­nai kon­disi pas­caben­cana juga men­da­p­at banyak per­ha­t­ian dari war­ganet. Sejum­lah komen­tar men­doakan kese­la­matan war­ga Putat Nutug ser­ta mem­berikan apre­si­asi ter­hadap ker­ja cepat pemer­in­tah desa.

Seo­rang peng­gu­na akun menulis, “Semoga semua war­ga tetap diberikan kese­la­matan. Salut untuk Pemdes Putat Nutug yang tang­gap dan sigap meng­hadapi situ­asi ini.”

Pemdes Putat Nutug mene­gaskan komit­men­nya untuk terus men­dampin­gi war­ga hing­ga kon­disi benar-benar pulih. Mes­ki ben­cana ini mening­galkan luka dan keru­gian, Kepala Desa Dar­mawan berharap keja­di­an terse­but bisa men­ja­di momen­tum mem­perku­at sol­i­dar­i­tas antar­war­ga.

“Kita harus ambil hikmah dari seti­ap ujian. Yang ter­pent­ing adalah kita sela­mat, dan sekarang kita ban­gun kem­bali bersama-sama. Semoga Desa Putat Nutug semakin tang­guh meng­hadapi segala tan­ta­n­gan,” pungkas­nya.

Peri­s­ti­wa put­ing beli­ung di Desa Putat Nutug men­ja­di cer­mi­nan bagaimana penan­ganan ben­cana bisa ber­jalan cepat keti­ka pemer­in­tah desa dan masyarakat sal­ing bahu-mem­bahu. Ketang­ga­pan aparatur desa, sol­i­dar­i­tas war­ga, dan dukun­gan pihak luar menun­jukkan bah­wa keber­samaan masih men­ja­di nilai uta­ma dalam kehidu­pan pedesaan.

Den­gan langkah cepat yang sudah dilakukan, dihara­p­kan pemuli­han di Desa Putat Nutug bisa ber­jalan lan­car, dan masyarakat dap­at kem­bali men­jalani aktiv­i­tas sehari-hari den­gan aman dan nya­man. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *