Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Pekon Tritunggal Mulyo Peringati Hari Kartini

249
×

Pekon Tritunggal Mulyo Peringati Hari Kartini

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id — Pemer­in­tah pekon Tritung­gal Mulyo, Keca­matan Adiluwi Kabu­pat­en Pringsewu men­ge­lar upacara hari Kar­ti­ni sekali­gus men­gadakan halal biha­lal Idul Fitri 1445 Hijri­ah, Senin (22/4/23).

Kegiatan ini dige­lar di hala­man seko­lah dasar (SD) Negeri 1 Tritung­gal Mulyo, diiku­ti berba­gai ele­men masyarakat dan instan­si pen­didikan meliputi, UPT pen­didikan SD negeri 1 Tritung­gal Mulyo, SD negeri 2 Tritung­gal Mulyo, SD 3 Tritung­gal Mulyo, PAUD Tritung­gal Mulyo, TK 1 atap Tritung­gal Mulyo ser­ta unsur kelem­ba­gaan pekon setem­pat. Bertin­dak selaku inspek­tur upacara, Kepala Pekon Tritung­gal Mulyo Titin Agusti­na.

Dalam amanat­nya Titin Agusti­na men­ga­jak para siswa supaya giat bela­jar, menyi­ap­kan masa depan, bersi­ap untuk kuli­ah dan meng­ga­pai citac­i­tanya.

  Bupati Pesawaran Hadiri Pengajian Akbar Muslimat NU Tegineneng

” Bapak ibu guru, dan staf seko­lah juga harus terus meningkatkan seman­gat untuk men­didik gen­erasi bangsa, meng­gali poten­si diri sesuai den­gan seman­gat ibu Kar­ti­ni, “ujar Titin.

Kemu­di­an lan­jut­nya, seba­gaimana kita ketahui, seti­ap 21 April, bangsa Indone­sia mem­peringati hari Kar­ti­ni. Ini adalah hari kelahi­ran seo­rang pejuang perem­puan asal Jepara yang berna­ma Raden Ajeng Kar­ti­ni.

Beli­au dilahirkan pada 21 April 1879, seo­rang putri bupati Jepara. Kar­ti­ni dilahirkan di saat ger­ak perem­puan san­gat ter­batas. Anak-anak perem­puan keti­ka itu, teruta­ma dari kalan­gan pribu­mi, tidak bisa mengenyam pen­didikan. Saat itu perem­puan dipan­dang sebe­lah mata, dan tidak bisa bek­er­ja di luar rumah.

” Mari kita pan­jatkan puji syukur ke hadi­rat Tuhan Yang Maha Esa, kare­na atas berkat dan rah­mat-Nya kita dap­at berkumpul pada hari yang berba­ha­gia ini dalam upacara ben­dera Peringatan Hari Kar­ti­ni, “ucap Titin Agusti­na.

  Air Mata Perantau Saat Aceh Tamiang Tenggelam

Menu­rut Titin, kare­na Kar­ti­ni adalah seo­rang perem­puan cer­das dan berani, ia pun berontak dari kon­disi itu. Kar­ti­ni yakin, perem­puan memi­li­ki per­anan yang tidak bisa diang­gap remeh.

Asalkan ada kesem­patan, perem­puan pasti bisa meng­hasilkan hal-hal luar biasa yang bisa berdampak baik pada negara dan bangsa, bahkan dunia.

Menu­rut Kar­ti­ni, perem­puan adalah penc­etak gen­erasi penerus bangsa, sekali­gus orang per­ta­ma yang men­didik tunas-tunas bangsa. Perem­puan adalah seo­rang ibu yang akan men­didik anak-anak bangsa.

Kata R.A. Kar­ti­ni wak­tu itu “Bagaimana mungkin seo­rang ibu bisa men­didik anak, jika ibu sendiri tidak berpen­didikan?.

Berba­gai kege­lisa­han dan pemiki­ran Kar­ti­ni ten­tang per­an perem­puan ser­ta kedudukan yang masih belum setara itu ia tuangkan dalam surat-surat­nya kepa­da kawan kore­spon­densinya di negeri Belan­da. Surat-surat itupun men­ja­di benih peng­ger­ak dan benih pemiki­ran Kar­ti­ni yang dirangkum dalam manuskrip Habis Gelap Ter­bit­lah Terang.

  Program MBG TK Nurul Qomar Diprotes, DPRD Diminta Segera Turun Tangan!

Manuskrip itu, hing­ga kini masih tetap hidup dan lestari. Seman­gat per­juan­gan untuk kese­taraan yang ter­surat dalam manuskrip itu, men­ja­di inspi­rasi bagi banyak perem­puan tanah air untuk terus mengem­bangkan poten­si diri agar bisa mem­beri kon­tribusi posi­tif ter­hadap bangsa dan negara.

Per­juan­gan R.A Kar­ti­ni untuk perem­puan Indone­sia, sejatinya, bukan hanya untuk kaum perem­puan. Namun, ini adalah per­juan­gan untuk selu­ruh bangsa. Kare­na perem­puan bukan sekadar pelengkap bagi kehidu­pan bermasyarakat. Namun, perem­puan dan lak­i­la­ki harus ber­jalan beriringan agar cita-cita kema­juan bangsa dap­at ter­ca­pai.

“Mari kita meningkatkan seman­gat kita seri­ra­ma den­gan seman­gat ibu
Kar­ti­ni,” tandai.

Kemu­di­an kegiatan ini  dilan­jut den­gan kegiatan halal-halal idul Fitri 1445 Hijriyah sekali­gus diadakan­nya kreasi dari UPT SD di keca­matan setem­pat, bertu­juan untuk melestarikan kebu­dayaan tra­di­sion­al. Dis­e­leng­garakan­nya kegiatan ini berkat ker­jasama para dewan guru dan siswa. (Ahmad Noviar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *