Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Lifestyle

Pasanggiri Sinden Muda se-Sumedang: Ajang Lestarikan Tradisi, Inspirasi Generasi Baru

447
×

Pasanggiri Sinden Muda se-Sumedang: Ajang Lestarikan Tradisi, Inspirasi Generasi Baru

Sebarkan artikel ini

Sumedang, SniperNew.id  – Suasana budaya Sun­da di Kabu­pat­en Sumedang kem­bali hidup semarak den­gan hadirnya Pasang­giri Sin­den Muda se-Sumedang. Kegiatan ini men­ja­di sorotan pub­lik, bukan hanya kare­na men­ja­di wadah kom­petisi bagi para sin­den muda, tetapi juga kare­na nilai luhur yang diusung di dalam­nya.

Infor­masi men­ge­nai acara ini awal­nya diung­gah oleh akun media sosial @donyahmad.munir melalui plat­form Threads. Dalam ung­ga­han­nya, ia menekankan pent­ingnya men­ja­ga tra­disi dan warisan seni melalui ajang ini. “Men­ja­ga tra­disi dan warisan seni. Pasang­giri Sin­den Muda se-Sumedang tidak hanya seba­gai ajang kom­petisi nem­bang para sin­den muda sema­ta, namun juga seba­gai wadah untuk bela­jar ten­tang rasa, eti­ka, dan tata kra­ma sin­den,” tulis­nya dalam ung­ga­han terse­but.

Ung­ga­han itu juga dis­er­tai foto suasana acara yang menampilkan latar pang­gung den­gan tulisan ‘Pasang­giri Sin­den Muda Sumedang’ ser­ta beber­a­pa tokoh dan peser­ta yang hadir.

Pasang­giri ini bukan sekadar lom­ba menyanyi tem­bang Sun­da, tetapi lebih dari itu. Seper­ti yang dite­gaskan oleh @donyahmad.munir, kegiatan ini men­ja­di ruang pem­be­la­jaran. Para sin­den muda tidak hanya diu­ji dalam kemam­puan olah vokal, melainkan juga dalam pen­guasaan eti­ka, tata kra­ma, dan filosofi sin­den.

  Rahasia Bibir Sehat: Rekomendasi Lip Balm Ampuh Atasi Bibir Kering dari Netizen

Hal ini pent­ing, kare­na sin­den bukan sekadar penyanyi pen­gir­ing game­lan, melainkan fig­ur yang memi­li­ki per­an pent­ing dalam men­ja­ga kesakralan seni tra­disi. Den­gan demikian, kehadi­ran kom­petisi ini men­ja­di langkah nya­ta untuk men­ja­ga keaslian nilai budaya Sun­da agar tetap hidup dan tidak terkikis zaman.

Dalam ung­ga­han­nya, @donyahmad.munir juga menam­bahkan. “Sin­den-sin­den muda tidak hanya mem­per­oleh pen­gala­man berhar­ga, tetapi men­gin­spi­rasi gen­erasi muda lain­nya untuk terus men­ja­ga kekayaan budaya bangsa.”

Pesan terse­but mene­gaskan bah­wa kehadi­ran sin­den muda bukan hanya sim­bol pelestar­i­an, tetapi juga sum­ber inspi­rasi. Anak-anak muda lain di Sumedang maupun di daer­ah lain dihara­p­kan bisa meli­hat bah­wa men­ja­ga budaya tidak harus ket­ing­galan zaman, jus­tru bisa men­ja­di kebang­gaan tersendiri.

Ajang ini sekali­gus menun­jukkan bah­wa budaya Sun­da tetap rel­e­van, mam­pu berdampin­gan den­gan perkem­ban­gan mod­ernisasi, dan bahkan bisa menarik per­ha­t­ian gen­erasi mile­nial ser­ta Gen Z.

Kabu­pat­en Sumedang memang dike­nal seba­gai salah satu pusat kebu­dayaan Sun­da. Tidak hanya terke­nal den­gan tahu Sumedang, daer­ah ini juga pun­ya warisan seni yang kaya. Mulai dari kacapi sul­ing, wayang golek, hing­ga seni tari tra­di­sion­al.

Den­gan hadirnya Pasang­giri Sin­den Muda se-Sumedang, Sumedang kem­bali mene­gaskan dirinya seba­gai daer­ah yang kon­sis­ten mer­awat budaya. Ajang ini diin­isi­asi oleh Paguyuban Sen­i­man Budayawan Sumedang (PSBS), bek­er­ja sama den­gan pemer­in­tah daer­ah dan para tokoh budaya.

Mere­ka per­caya, pelestar­i­an budaya hanya bisa dilakukan jika gen­erasi muda ikut ter­li­bat aktif. Den­gan menge­mas­nya dalam ben­tuk pasang­giri, anak muda bisa ikut ter­jun lang­sung sekali­gus merasa bang­ga pada iden­ti­tas budaya sendiri.

  Opor Ayam Kampung, Hidangan Tradisional Nusantara yang Tak Pernah Lekang oleh Waktu

Sin­den dalam budaya Sun­da bukan hanya penyanyi yang melan­tunkan lagu atau tem­bang. Sin­den adalah sim­bol ketu­lu­san, kesabaran, dan keteguhan hati dalam men­ja­ga kehar­mon­isan per­tun­jukan.

Di balik suara mer­du yang mere­ka lan­tunkan, sin­den juga memegang per­an pent­ing dalam mem­berikan roh pada per­tun­jukan game­lan dan wayang golek. Sin­den adalah penghubung rasa antara sen­i­man dan penon­ton.

Oleh kare­na itu, pem­bi­naan sin­den muda men­ja­di langkah pent­ing agar nilai-nilai luhur ini tetap diwariskan. Seper­ti yang dite­gaskan dalam ung­ga­han @donyahmad.munir, ajang ini men­ja­di tem­pat bela­jar ten­tang rasa, eti­ka, dan tata kra­ma.

Dalam video yang dibagikan, ter­li­hat suasana pang­gung den­gan deko­rasi yang penuh nuansa budaya Sun­da. Poster besar bertuliskan “Pasang­giri Sin­den Muda Sumedang” den­gan ilus­trasi seo­rang sin­den yang sedang bernyanyi.

Di pang­gung, tam­pak beber­a­pa tokoh budaya, juri, dan peser­ta yang hadir. Kehadi­ran mere­ka menun­jukkan dukun­gan besar ter­hadap acara ini. Antu­si­asme masyarakat juga ting­gi, teruta­ma gen­erasi muda yang hadir baik seba­gai peser­ta maupun penon­ton.

Dari ung­ga­han akun @donyahmad.munir dan jalan­nya acara, pesan yang ingin dis­am­paikan san­gat jelas: budaya adalah iden­ti­tas bangsa yang harus dija­ga.

Gen­erasi muda diin­gatkan untuk tidak melu­pakan akar budaya di ten­gah gem­pu­ran glob­al­isasi. Jus­tru den­gan budaya, bangsa Indone­sia bisa berdiri tegak di hada­pan dunia.

Pasang­giri Sin­den Muda men­ja­di buk­ti bah­wa pelestar­i­an budaya tidak harus kaku, tetapi bisa dike­mas menarik dan inspi­ratif.

  Google Doodle Peringati Ulang Tahun ke-92 Pramoedya Ananta Toer, Penulis Legendaris Indonesia

Tak bisa dipungkiri, media sosial juga pun­ya per­an besar dalam men­ge­nalkan budaya. Ung­ga­han dari akun @donyahmad.munir di Threads men­ja­di con­toh nya­ta bagaimana sebuah postin­gan bisa men­jangkau ribuan orang, menye­barkan pesan posi­tif, sekali­gus men­gin­spi­rasi banyak pihak.

Di era dig­i­tal, doku­men­tasi kegiatan budaya seper­ti ini bisa men­ja­di arsip berhar­ga sekali­gus pro­mosi budaya ke dunia luar. Semakin banyak yang mem­bagikan, semakin luas pula pesan pelestar­i­an budaya terse­bar.

Pasang­giri Sin­den Muda se-Sumedang hanyalah salah satu con­toh upaya men­ja­ga warisan budaya. Namun, seman­gat yang lahir dari kegiatan ini bisa men­ja­di fon­dasi kuat untuk men­ja­ga keber­lan­ju­tan budaya Sun­da dan budaya Indone­sia secara keselu­ruhan.

Hara­pan besar, gen­erasi muda tidak hanya men­ja­di penon­ton, tetapi juga pelaku aktif dalam melestarikan seni dan tra­disi. Den­gan demikian, kekayaan budaya bangsa tidak hanya men­ja­di ceri­ta masa lalu, melainkan tetap hidup dan rel­e­van hing­ga masa depan.

Dari ung­ga­han akun @donyahmad.munir, jelas bah­wa Pasang­giri Sin­den Muda se-Sumedang lebih dari sekadar lom­ba. Ia adalah ruang pem­be­la­jaran, inspi­rasi, dan pengin­gat akan pent­ingnya men­ja­ga iden­ti­tas budaya.

Sin­den muda bukan hanya peme­nang di pang­gung, tetapi juga peme­nang dalam per­juan­gan melestarikan budaya bangsa.

Den­gan dukun­gan pub­lik, pemer­in­tah, tokoh budaya, dan gen­erasi muda, Sumedang sekali lagi mem­buk­tikan diri seba­gai pen­ja­ga warisan seni Sun­da.

Sum­ber uta­ma: Akun Threads @donyahmad.munir. (abd/Amy,)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *