Estate Pandran, SniperNew.id — Suasana haru bercampur tawa mewarnai acara perpisahan Manager PT. Antang Ganda Utama Estate Pandran pada Minggu (27/07/2025). Kegiatan ini menjadi momen tak terlupakan bagi para karyawan yang tergabung dalam tim workshop, yang dikenal dengan semangat solidaritas tinggi dan kerja keras di tengah kerasnya dunia perkebunan sawit.
Puluhan karyawan berkumpul di depan banner bertuliskan “WORKSHOP PT. ANTANG GANDA UTAMA ESTATE PANDRAN” dengan latar belakang pohon sawit yang rindang. Dalam suasana santai namun penuh makna, mereka mengabadikan momen bersejarah ini dengan foto bersama sang manajer yang akan meninggalkan jabatan setelah masa tugas yang penuh dedikasi.
Ungkapan perpisahan tidak hanya terlihat dari senyum yang menghias wajah, tapi juga dari tatapan mata yang menyimpan kenangan panjang.
“Beliau bukan hanya pemimpin, tapi juga teman, bahkan keluarga bagi kami. Selalu hadir di lapangan, mengayomi dan memberi semangat,” ucap salah satu karyawan yang turut berfoto.
Dikenal tegas namun penuh perhatian, manajer Estate Pandran ini menjadi figur sentral yang banyak membawa perubahan positif. Dari peningkatan disiplin kerja, efisiensi operasional, hingga suasana kerja yang lebih kekeluargaan. Workshop menjadi simbol kebersamaan dan kerja sama antarbagian, dan perpisahan ini menjadi bukti bahwa kehadiran seorang pemimpin bisa begitu membekas dalam kehidupan sehari-hari para pekerjanya.
Tertulis pula di foto yang tersebar di media internal perusahaan dan kanal berita komunitas: “SniperNew.id”, sebagai bagian dari dokumentasi resmi acara tersebut. Logo perusahaan, semangat “Safety First”, serta tatanan rapi para pekerja di lapangan tanah kuning menunjukkan bahwa meski berada di pelosok, profesionalisme tetap dijunjung tinggi.
“Karyawan Pandran Lolo Poto Bersama Perpisahan Menejer”, demikian kutipan yang menyertai unggahan dokumentasi tersebut. Kalimat sederhana namun menyimpan makna besar: rasa kehilangan yang tulus dari tim terhadap sosok pemimpin yang telah menemani perjalanan mereka selama ini.
Beberapa karyawan mengenakan pakaian kerja lengkap dengan sepatu boot kuning khas perkebunan, sementara lainnya tampak lebih santai, menunjukkan bahwa perpisahan ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk penghormatan yang lahir dari hati.
Kebersamaan ini diakhiri dengan sesi ramah tamah sederhana, di mana cerita-cerita ringan, candaan lama, dan ucapan terima kasih mengalir tanpa henti. Tak sedikit yang berharap sang manajer akan kembali suatu saat nanti, meski di tempat atau posisi berbeda.
Hari itu, Estate Pandran tak hanya melepas seorang manajer. Mereka melepaskan seorang pemimpin yang telah menjadi bagian dari sejarah kerja keras dan pencapaian mereka. Satu bab ditutup dengan penuh haru, namun semangat dan kenangan yang ditinggalkan akan terus menyala, menjadi warisan inspiratif bagi siapa pun yang akan melanjutkan.
Laporan: {Yohanes Karwilus}.
Editor: {Ahmad}.



















