Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Viral

One Piece Berkibar di Hari Merdeka? Fenomena Unik, Simbol Perlawanan atau Sekadar Hiburan?

460
×

One Piece Berkibar di Hari Merdeka? Fenomena Unik, Simbol Perlawanan atau Sekadar Hiburan?

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew id — Men­je­lang Hari Kemerdekaan Repub­lik Indone­sia yang jatuh pada 17 Agus­tus 2025, masyarakat Indone­sia dihe­bohkan den­gan tren tak biasa: pen­gibaran ben­dera bajak laut dari ser­i­al ani­me One Piece. Fenom­e­na ini viral di media sosial sete­lah beredar video dan ung­ga­han men­ge­nai banyaknya masyarakat yang men­gibarkan, men­jual, hing­ga melukis sim­bol “Topi Jera­mi” milik karak­ter Mon­key D. Luffy di berba­gai sudut kota.

Akun Threads @folk.konoha men­gung­gah perny­ataan res­mi dari Ket­ua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soe­har­to atau yang lebih dike­nal seba­gai Mbak Titiek Soe­har­to. Ia men­jawab per­tanyaan wartawan soal maraknya ger­akan pen­gibaran ben­dera One Piece men­je­lang 17 Agus­tus.

Menu­rut Mbak Titiek, fenom­e­na ini tidak bisa diang­gap seba­gai anca­man. “Itu bukan anca­man dan tidak usah ditang­gapi berlebi­han, kare­na bangsa kita bangsa besar, masih banyak hal yang harus dik­er­jakan,” tegas­nya. Respon ini kemu­di­an memanc­ing diskusi pub­lik yang semakin melu­as di dunia maya.

  Wakil Bupati Lampung Timur AZWAR HADI hadiri Munas PMI ke-22, Jusuf Kalla Ditunjuk Lagi Jadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia

Ben­dera Ani­me Laris Man­is

Salah satu akun yang ikut memanc­ing kehe­bo­han adalah @yanttii6, yang mem­pro­mosikan ben­dera One Piece lewat video di Threads. Dalam videonya, ter­li­hat sese­o­rang memamerkan ribuan potong ben­dera bergam­bar tengko­rak bertopi jera­mi yang siap dikir­im ke para pem­be­li. Teks dalam videonya berbun­yi:

“Kemu­ngk­i­nan akan berk­ibar 17 Agus­tus nan­ti pak ben­dera One Piece ✊✊✊”
Sang pen­jual pun meny­atakan bah­wa ben­dera itu “lagi laris sekarang bukan mer­ah putih lagi yang dicari”, menun­jukkan adanya tren besar dalam pen­jualan sim­bol-sim­bol fik­si diband­ingkan sim­bol res­mi kene­garaan.

Pen­da­p­at Neti­zen: Ragam Respon dan Inter­pre­tasi

Komen­tar neti­zen pun beragam. Akun @ramlan706 menuliskan:“Setuju mbak Titiek, itu bukan bahaya, tapi mengin­gatkan kead­i­lan bagi selu­ruh raky­at Indone­sia harus ada.”

Semen­tara akun @mata.sukma jus­tru menyen­til pihak-pihak yang men­gang­gap pen­gibaran ben­dera ani­me seba­gai hal yang dap­at dip­i­dana:

  Sebuah Rumah di Desa Sidoharjo Doro Terbakar, Polisi Lakukan Olah TKP

“Jus­tru yang men­gan­cam sese­o­rang untuk tidak boleh memasang ben­dera One Piece bisa dip­i­dana. Itu malah bisa dip­i­dana kare­na pen­gan­ca­man ter­ma­suk tin­dak pidana wkwk­wk…”

Akun lain, @handi.budiman.96, men­gaitkan fenom­e­na ini den­gan kere­sa­han ter­hadap para wak­il raky­at yang tidak berpi­hak kepa­da raky­at kecil. “Kuli buruh yang diga­ji uang raky­at harus betul-betul mau melayani dan bek­er­ja untuk raky­at!!! Jan­gan bikin atu­ran kebi­jakan yang mem­ber­atkan raky­at!!!”

Sim­bol Per­lawanan atau Sekadar Hibu­ran Pop­uler?

Tren ini tak berhen­ti di ben­dera saja. Seo­rang sen­i­man jalanan bahkan melukis logo bajak laut Topi Jera­mi di tem­bok ping­gir jalan. Hal ini ter­li­hat dalam video yang juga diung­gah oleh akun Threads yang sama. Di tem­pat lain, video mem­per­li­hatkan orang-orang mem­be­li dan men­gibarkan ben­dera One Piece seo­lah seba­gai sim­bol iden­ti­tas baru.

Apakah ini ben­tuk ekspre­si budaya pop? Ataukah secara tak lang­sung, ini meru­pakan kri­tik ter­hadap sim­bol-sim­bol for­mal yang diang­gap sudah kehi­lan­gan mak­na di mata gen­erasi muda?

Meli­hat respons pub­lik dan lon­jakan pen­jualan ben­dera bajak laut ini, ter­li­hat jelas bah­wa masyarakat Indone­sia ten­gah men­cari cara baru untuk mengek­spre­sikan iden­ti­tas, kese­nan­gan, bahkan mungkin per­lawanan ter­hadap tatanan for­mal yang dirasa sudah tak rel­e­van.

  Pedagang Jujur Pilih Tak Berjualan Demi Kualitas, Kisah Inspiratif Pakdhe Parjono

Fenom­e­na ini mungkin ter­li­hat lucu dan remeh bagi seba­gian kalan­gan, namun sejatinya meny­im­pan mak­na men­dalam: gen­erasi muda kini lebih ter­tarik ter­hadap sim­bol-sim­bol yang mere­ka paha­mi dan nikmati secara emo­sion­al, seper­ti tokoh-tokoh ani­me, diband­ing sim­bol kene­garaan yang kaku dan for­mal.

Pen­gibaran ben­dera One Piece pada 17 Agus­tus bukan berar­ti meng­ingkari nasion­al­isme. Bisa jadi, ini adalah ben­tuk nasion­al­isme baru—yang tidak melu­lu soal sim­bol res­mi, tapi soal perasaan memi­li­ki, iden­ti­tas kolek­tif, dan aspi­rasi akan kebe­basan. Sama seper­ti para kru Topi Jera­mi yang berla­yar untuk men­cari kebe­basan dan kead­i­lan, masyarakat Indone­sia pun seo­lah sedang menyuarakan hal yang sama: ingin merde­ka dalam mak­na yang sesung­guh­nya.

Catatan Redak­si: Kami mengim­bau masyarakat untuk tetap meng­hor­mati sim­bol-sim­bol negara pada momen-momen res­mi kene­garaan. Namun demikian, ruang berek­spre­si dan berbu­daya tetap per­lu dija­ga agar masyarakat tidak hanya merde­ka secara hukum, tetapi juga merde­ka dalam rasa dan piki­ran.

Edi­tor: (Ahmad).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *