Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Momen Mahasiswa Lempar Telur ke Polisi Saat Demo, Berakhir dengan Permintaan Maaf

314
×

Momen Mahasiswa Lempar Telur ke Polisi Saat Demo, Berakhir dengan Permintaan Maaf

Sebarkan artikel ini

Pan­deglang, SniperNew.id  – Sebuah momen unik ter­ja­di dalam aksi demon­strasi maha­siswa di Pan­deglang yang meno­lak ker­ja sama pen­gelo­laan sam­pah antara Kabu­pat­en Pan­deglang den­gan Pemer­in­tah Kota Tangerang Sela­tan.

Aksi yang diwar­nai orasi dan penyam­pa­ian aspi­rasi itu sem­pat menim­bulkan insi­d­en kecil keti­ka salah seo­rang maha­siswa melem­par telur ke arah gedung, namun tan­pa dis­en­ga­ja men­ge­nai salah satu anggota kepolisian yang ten­gah bertu­gas menga­mankan jalan­nya demon­strasi, Selasa (19/08/2025).

Peri­s­ti­wa terse­but son­tak menarik per­ha­t­ian peser­ta aksi maupun masyarakat yang bera­da di lokasi. Mes­ki insi­d­en pelem­paran telur ker­ap diang­gap seba­gai ben­tuk sim­bo­lik dalam aksi unjuk rasa, kali ini situ­asinya berbe­da. Maha­siswa yang melem­par telur lang­sung menyadari bah­wa lem­para­n­nya tidak sen­ga­ja men­ge­nai aparat kepolisian. Tan­pa ragu, maha­siswa terse­but segera men­datan­gi polisi yang terke­na lem­paran untuk menyam­paikan per­mintaan maaf secara lang­sung.

Sikap ksa­tria maha­siswa itu men­da­p­at respons posi­tif dari pihak kepolisian. Anggota polisi yang terke­na lem­paran telur pun den­gan lapang dada mener­i­ma per­mintaan maaf terse­but. Bahkan, ia menun­jukkan sikap ten­ang dan memaafkan maha­siswa seo­lah insi­d­en itu tidak per­nah ter­ja­di. Keja­di­an ini kemu­di­an men­ja­di sorotan kare­na menggam­barkan suasana kon­dusif di ten­gah aksi demon­strasi yang biasanya iden­tik den­gan kete­gan­gan antara aparat dan mas­sa aksi.

  Meregang Nyawa, Pelajar SMPN 1 Cabangbungin Jadi Korban Tauran

Dalam ung­ga­han akun media sosial @pandeglang.update, peri­s­ti­wa ini dicer­i­takan den­gan kali­mat, “Maha­siswa baik kete­mu polisi baik.. Lan­tas sia­pa yang jahat??” Tulisan itu menggam­barkan suasana damai yang ter­ja­di di lokasi aksi, di mana maha­siswa dan aparat sama-sama men­ja­ga sikap sal­ing meng­hor­mati meskipun bera­da dalam situ­asi demon­strasi.

Lebih lan­jut, akun terse­but men­je­laskan bah­wa salah seo­rang maha­siswa memang tidak sen­ga­ja melem­par telur hing­ga men­ge­nai polisi. “Sang maha­siswa pun lang­sung minta maaf dan sang polisi pun memaafkan seo­lah tak ter­ja­di apa-apa. Salut buat maha­siswa dan pak polisi,” demikian narasi yang dit­uliskan.

Ung­ga­han itu juga dis­er­tai tagar #pan­deglan­gup­date, #ban­tenup­date, dan #pan­deglang­bukan­tem­pat­sam­pah. Tagar terse­but men­guatkan pesan uta­ma demon­strasi, yakni peno­lakan ker­ja sama pen­gelo­laan sam­pah dari luar daer­ah.

Selain itu, dalam sebuah poton­gan video yang beredar, ter­li­hat maha­siswa meng­gu­nakan jas alma­mater biru berdiri di depan gedung den­gan latar belakang span­duk bertuliskan peno­lakan ter­hadap kebi­jakan yang diang­gap merugikan masyarakat Pan­deglang.

  Enam Hari Air Mati, Pelayanan PDAM Way Layap Disorot

Di video yang sama, ter­da­p­at keteran­gan teks berbun­yi: “Momen maha­siswa tidak sen­ga­ja lem­par telur terke­na anggota polisi, dan lang­sung mem­inta maaf 👌.”

Momen itu turut men­u­ai apre­si­asi dari war­ganet. Beber­a­pa komen­tar di media sosial menye­but bah­wa sikap sal­ing meng­hor­mati antara maha­siswa dan aparat meru­pakan teladan posi­tif dalam menyam­paikan aspi­rasi. Aksi damai seper­ti itu dini­lai mam­pu men­cairkan kete­gan­gan yang biasanya muncul dalam demon­strasi.

Keja­di­an unik ini mene­gaskan bah­wa demon­strasi tidak selalu berakhir ricuh atau penuh gesekan. Jus­tru, den­gan sikap dewasa dan sal­ing mema­ha­mi, aspi­rasi dap­at ter­sam­paikan den­gan baik tan­pa menim­bulkan kon­flik yang lebih besar.

Aksi maha­siswa sendiri dilatar­be­lakan­gi oleh kere­sa­han terkait ren­cana ker­ja sama pen­gelo­laan sam­pah antara Pan­deglang dan Tangerang Sela­tan. Maha­siswa meni­lai kebi­jakan terse­but akan menim­bulkan dampak lingkun­gan dan sosial bagi masyarakat setem­pat. Oleh kare­na itu, mere­ka menyuarakan peno­lakan melalui aksi demon­strasi den­gan mem­bawa span­duk ser­ta melakukan orasi di depan kan­tor pemer­in­ta­han daer­ah.

Walaupun sem­pat ter­ja­di insi­d­en pelem­paran telur, suasana tetap kon­dusif hing­ga akhir aksi. Aparat kepolisian yang men­gaw­al jalan­nya demon­strasi pun memas­tikan bah­wa kegiatan penyam­pa­ian aspi­rasi ber­jalan lan­car.

Insi­d­en ini seakan mem­berikan pela­jaran pent­ing bagi pub­lik bah­wa dia­log dan sikap sal­ing memaafkan bisa men­ja­di kun­ci men­ja­ga kehar­mon­isan dalam ruang demokrasi. Di satu sisi, maha­siswa berhak menyam­paikan aspi­rasi mere­ka, semen­tara di sisi lain aparat kepolisian memi­li­ki tugas men­ja­ga kea­manan. Keti­ka ked­ua pihak menun­jukkan sikap sal­ing meng­hor­mati, situ­asi yang berpoten­si tegang bisa berubah men­ja­di penuh kete­ladanan.

  Banjir Mendadak Terjang Kampung Cibojong Garut Usai Hujan Deras di Pegunungan

Momen ini juga men­ja­di pengin­gat bah­wa perbe­daan pan­dan­gan antara masyarakat dan pemer­in­tah seharus­nya tidak selalu melahirkan per­musuhan. Jus­tru den­gan keter­bukaan dan sikap dewasa, penye­le­sa­ian masalah dap­at dica­pai den­gan cara yang lebih bijak.

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, aksi peno­lakan ker­ja sama pen­gelo­laan sam­pah masih men­ja­di top­ik pem­bicaraan di masyarakat Pan­deglang. Mes­ki demikian, apre­si­asi pub­lik ter­hadap maha­siswa dan aparat kepolisian dalam menyikapi insi­d­en kecil ini patut dicatat seba­gai con­toh baik.

Dalam kon­teks yang lebih luas, peri­s­ti­wa ini mem­per­li­hatkan wajah lain dari demon­strasi maha­siswa yang ker­ap dipersep­sikan negatif. Alih-alih ter­ja­di ben­trokan, momen ini jus­tru meng­hadirkan nilai per­saudaraan, sal­ing meng­har­gai, dan per­dama­ian.

Ke depan, dihara­p­kan seti­ap aksi penyam­pa­ian pen­da­p­at dap­at terus mengede­pankan prin­sip damai dan sal­ing meng­hor­mati. Den­gan demikian, demokrasi dap­at ber­jalan sehat tan­pa harus diwar­nai den­gan kon­flik yang tidak per­lu.

Edi­tor: (Dar­mawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *