Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Mobil Terbakar di Gunung Kancil: Dugaan Pengecoran Pertalite, LSM HAMMER “Alarm Bahaya”

231
×

Mobil Terbakar di Gunung Kancil: Dugaan Pengecoran Pertalite, LSM HAMMER “Alarm Bahaya”

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id – War­ga Pringsewu digegerkan peri­s­ti­wa kebakaran mobil di kawasan Gunung Kan­cil. Keja­di­an ini sem­pat terekam kam­era pon­sel war­ga dan viral di media sosial. Asap hitam mem­bum­bung ting­gi, api mela­hap mobil hing­ga hangus, semen­tara war­ga berkeru­mun di sek­i­tar lokasi.

Dalam video yang diung­gah ke Face­book, ter­li­hat mobil ter­bakar di ping­gir jalan den­gan api besar. Mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, namun si jago mer­ah sudah telan­jur melumat ham­pir selu­ruh bodi kendaraan.

Komen­tar war­ganet lang­sung ban­jir. Akun Ari­farmy Rafael menulis: “Pasti mobil suka cor BBM solar dll.” Akun lain, Sewa Hiace Pringsewu, den­gan nada satir menuliskan: “Sete­lah dis­e­lidi­ki penye­bab kebakaran adalah API 🔥.”

Peri­s­ti­wa ini meman­tik dugaan pub­lik soal maraknya prak­tik pengec­o­ran BBM bersub­si­di, teruta­ma Per­tal­ite, yang dise­but-sebut ser­ing dilakukan secara bebas di wilayah Lam­pung.

Kebakaran ter­ja­di sore hari, keti­ka mobil yang diduga sedang melin­tas tiba-tiba men­gelu­arkan asap. Dalam hitun­gan menit, api mem­be­sar. War­ga berusa­ha mendekat, seba­gian merekam, seba­gian lain­nya panik takut merem­bet ke rumah sek­i­tar.

  Enam Hari Terisolir, Warga Aceh Tengah Minta Bantuan Lewat Udara

“Yo yo gunung kcil per­ti­gaan,” tulis akun lain di komen­tar, memas­tikan lokasi keja­di­an. Semen­tara akun Sudar Kates menam­bahkan: “Depan pan­ti putra Muham­madiyah yyyy.”

Polisi dan petu­gas damkar tiba sek­i­tar 15 menit kemu­di­an. Api berhasil dipadamkan, tapi mobil sudah tak terse­la­matkan. Hing­ga kini, polisi masih melakukan penye­lidikan soal penye­bab kebakaran.

Di balik insi­d­en ini, men­cu­at dugaan bah­wa mobil terse­but ker­ap digu­nakan untuk pengec­o­ran BBM bersub­si­di. Prak­tik yang diang­gap “raha­sia umum” di beber­a­pa daer­ah ini ser­ing meli­batkan mobil-mobil ter­ten­tu yang bolak-balik ke SPBU mem­bawa jeri­gen atau tang­ki mod­i­fikasi.

Ket­ua Umum (Ketum) Dewan Pimp­inan Pusat (DPP) Lem­ba­ga Swa­daya Masyarakat Him­punan Aksi Masyarakat Madani Ekono­mi Raky­at (LSM HAMMER) Jamhari, angkat bicara.

“Kasus mobil ter­bakar di Gunung Kan­cil ini bisa men­ja­di buk­ti nya­ta. Dugaan kami, insi­d­en ini tak lep­as dari prak­tik pengec­o­ran Per­tal­ite yang dib­iarkan bebas. Kalau benar, ini bukan sekadar soal mobil terbakar—ini alarm bahaya untuk negara dan masyarakat,” tegas Jamhari saat diwawan­cara SniperNew.id, Selasa (9/9).

Menu­rut Jamhari, prak­tik pengec­o­ran BBM bersub­si­di merugikan negara mil­iaran rupi­ah dan mem­bu­at masyarakat kecil kesuli­tan men­da­p­atkan Per­tal­ite den­gan har­ga nor­mal.

Jamhari meni­lai lemah­nya pen­gawasan di SPBU men­ja­di pin­tu masuk uta­ma prak­tik pengec­o­ran.

“Mobil yang sama bisa berkali-kali isi BBM tan­pa dice­gah. Ini jelas kelala­ian. Aparat dan Per­t­a­m­i­na harus intro­speksi. Jan­gan tung­gu kor­ban jiwa dulu baru bertin­dak,” katanya.

  Enam Hari Air Mati, Pelayanan PDAM Way Layap Disorot

Ia menam­bahkan, kasus Gunung Kan­cil harus men­ja­di momen­tum eval­u­asi total.

“Kalau dib­iarkan, mobil-mobil pengecor ini bisa jadi bom ber­jalan. Lihat saja, satu mobil ter­bakar, bagaimana kalau bawa jeri­gen penuh Per­tal­ite? Bisa meledak, bisa makan kor­ban mas­sal,” ujarnya tajam.

Komen­tar-komen­tar di Face­book mem­per­li­hatkan kere­sa­han war­ga.

Cici Rasen­qi II menulis: “In yg kita liat td mas.”

Ari Desi­ta menim­pali: “Cedek umae Bu Dwi si.”

Kan­cil Wonoroban mene­gaskan: “Dekat rumah bpak Kati­no kayaknya itu.”

Iwan Azzahra bertanya: “Plate piro pak??”

Tri Arju­na singkat: “Kapan ini.”

Tak sedik­it war­ga yang men­gaku ser­ing meli­hat mobil-mobil men­curi­gakan bolak-balik ke SPBU. “Kadang jam 10 pagi Per­tal­ite sudah habis. Katanya banyak yang ngecor. Kalau malam, stok kelu­ar lagi tapi antre pan­jang,” keluh seo­rang war­ga Pringsewu kepa­da awak media.

Prak­tik pengec­o­ran ini bukan hanya merugikan negara, tapi juga masyarakat kecil. Har­ga Per­tal­ite ecer­an mel­on­jak di ping­gir jalan, semen­tara di SPBU ser­ing kosong.

“Pagi-pagi saja sudah habis. Akhirnya kami beli di penge­cer, har­ganya lebih mahal. Pada­hal sub­si­di itu kan untuk raky­at kecil, bukan untuk ditim­bun,” ujar war­ga lain yang eng­gan dise­but namanya.

Kon­disi ini mem­perte­gas ironi: sub­si­di BBM yang seharus­nya meringankan beban raky­at jus­tru dimainkan segelin­tir oknum demi keun­tun­gan prib­a­di.

  Tanah Bergerak Putuskan Jalur Penghubung Bagbagan–Kiara Dua

LSM HAMMER mende­sak aparat kepolisian, Per­t­a­m­i­na, dan pemer­in­tah daer­ah segera turun tan­gan serius.

“Jan­gan hanya sidak for­mal­i­tas. Harus ada kon­trol berke­lan­ju­tan. Data dis­tribusi BBM harus transparan. Kalau tidak, kasus seper­ti Gunung Kan­cil akan beru­lang,” kata Jamhari.

Ia mene­gaskan bah­wa pihaknya siap meny­er­ahkan data lapo­ran masyarakat terkait SPBU-SPBU yang diduga men­ja­di lang­ganan pengec­o­ran.

Insi­d­en Gunung Kan­cil adalah peringatan keras. Satu mobil ter­bakar mungkin diang­gap sepele, tapi dampaknya bisa jauh lebih besar. Dari keru­gian materi­il, nyawa ter­an­cam, hing­ga keru­gian negara aki­bat sub­si­di yang dis­alah­gu­nakan.

Jamhari menut­up den­gan pesan keras. “Nyawa manu­sia jauh lebih berhar­ga dari keun­tun­gan pengecor. Jan­gan tung­gu ada kor­ban jiwa mas­sal baru sibuk. Gunung Kan­cil ini harus jadi alarm bahaya. Semua pihak harus buka mata.”

Kasus mobil ter­bakar di Gunung Kan­cil bukan sekadar insi­d­en kebakaran biasa. Ia mem­bu­ka tabir gelap soal prak­tik pengec­o­ran Per­tal­ite yang bebas mer­a­jalela.

Kini, bola panas ada di tan­gan aparat dan pemer­in­tah. Apakah ini akan men­ja­di titik balik pen­ert­iban dis­tribusi BBM bersub­si­di, atau jus­tru kem­bali tengge­lam dalam ruti­ni­tas birokrasi?

Yang jelas, pub­lik sudah muak den­gan prak­tik ile­gal ini. Trage­di Gunung Kan­cil adalah alarm keras: kese­la­matan raky­at jan­gan ditukar den­gan keun­tun­gan kotor segelin­tir orang. (Ahm/Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *