Kalteng, SniperNew.id — Barito Utara kembali menggeliat dengan semangat kebersamaan dan ketegasan budaya lokal saat organisasi BATAMAD (Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak) merayakan ulang tahunnya yang ke‑2. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh khidmat, menampilkan barisan para anggota berbaret merah yang tampil gagah, kompak, dan menyita perhatian publik, Minggu 27 Juli 2027.
Dalam sebuah potret yang kini viral di media sosial, tampak seorang Komandan BATAMAD Barito Utara berdiri di hadapan latar bertuliskan “MARKAS KOMANDO BATAMAD KABUPATEN BARITO UTARA”, lengkap dengan atribut kebesaran, baret merah khas organisasi, dan simbol adat Dayak. Sorot matanya tajam, penuh tekad, menyiratkan dedikasi pada pelestarian nilai-nilai adat dan ketertiban sosial.
Tulisan-tulisan yang tertera pada latar belakang foto menguatkan misi besar organisasi ini:
“Tugas Pokok dan Fungsi Satu Komando”
“Psl 18B: Pengakuan dan penghormatan terhadap masyarakat hukum adat”
“Dayak tumbuh dari adat, adat diikat di Kalating, BATAMAD 1/23”

Bukan hanya pernyataan tegas, tapi juga semboyan penuh makna. Dalam tradisi Dayak, Kalating memiliki nilai filosofis sebagai pengikat adat dan hukum leluhur. BATAMAD membawa itu dalam kerja nyata: menegakkan nilai-nilai lokal di tengah arus modernisasi.
Pada momen puncak perayaan, ratusan anggota BATAMAD berbaris rapi mengenakan seragam hitam dengan baret merah menyala, sebagian membawa aksesoris adat dan selempang kebesaran. Di tengah-tengah mereka, hadir pula masyarakat umum, para ibu, anak-anak, hingga tokoh-tokoh adat yang ikut berjalan bersama, menciptakan suasana kebersamaan dan keterbukaan.
Sorotan tertuju pada semangat solidaritas dan keberanian, yang terpancar dari para anggota BATAMAD. Mereka tak sekadar menjadi simbol keamanan adat, namun juga pilar pelindung nilai-nilai luhur suku Dayak. Para anggota tampak bersemangat mengikuti kegiatan, dan tak sedikit masyarakat yang mengabadikan momen langka tersebut.
BATAMAD kini tak hanya menjadi organisasi penjaga adat, namun juga ikon kebanggaan Barito Utara. Keberadaannya menjadi jawaban atas tantangan zaman yang sering mengikis akar budaya lokal. Organisasi ini hadir sebagai penjaga kedaulatan masyarakat adat dalam bentuk yang nyata dan terorganisir.
Di balik kesan militeristik, terdapat pesan damai dan persatuan yang kuat. Dengan semangat “Satu Komando, Satu Dayak, Satu Tujuan”, BATAMAD mengajak seluruh generasi muda untuk mengenal, menjaga, dan meneruskan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan leluhur.
Ultah ke‑2 BATAMAD bukan sekadar seremoni, tapi pernyataan jati diri. Sebuah gerakan budaya, sosial, dan spiritual yang membentengi Barito Utara dari kehilangan akar dan arah.
Dan satu pertanyaan besar pun muncul dari publik luar: Siapa mereka sebenarnya, para penjaga adat berbaret merah ini?.
Laporan: (Yohanes Karwilus) // Editor: (Ahmad).



















