Berita Daerah

Siapa Mereka? Pasukan Merah Berbaret Guncang Barito Utara di Ultah BATAMAD ke‑2

774
×

Siapa Mereka? Pasukan Merah Berbaret Guncang Barito Utara di Ultah BATAMAD ke‑2

Sebarkan artikel ini
Gambar Yohanes Karwilus, Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak) merayakan ulang tahunnya yang ke-2.

Kalteng, SniperNew.id — Bar­i­to Utara kem­bali menggeli­at den­gan seman­gat keber­samaan dan kete­gasan budaya lokal saat organ­isasi BATAMAD (Barisan Per­ta­hanan Masyarakat Adat Dayak) mer­ayakan ulang tahun­nya yang ke‑2. Kegiatan ini berlang­sung meri­ah dan penuh khid­mat, menampilkan barisan para anggota berbaret mer­ah yang tampil gagah, kom­pak, dan menyi­ta per­ha­t­ian pub­lik, Ming­gu 27 Juli 2027.

Dalam sebuah potret yang kini viral di media sosial, tam­pak seo­rang Koman­dan BATAMAD Bar­i­to Utara berdiri di hada­pan latar bertuliskan “MARKAS KOMANDO BATAMAD KABUPATEN BARITO UTARA”, lengkap den­gan atribut kebe­saran, baret mer­ah khas organ­isasi, dan sim­bol adat Dayak. Sorot matanya tajam, penuh tekad, menyi­ratkan dedikasi pada pelestar­i­an nilai-nilai adat dan ketert­iban sosial.

  Wakil Bupati Lampung Timur AZWAR HADI hadiri Munas PMI ke-22, Jusuf Kalla Ditunjuk Lagi Jadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia

Tulisan-tulisan yang tert­era pada latar belakang foto men­guatkan misi besar organ­isasi ini:

“Tugas Pokok dan Fungsi Satu Koman­do”

“Psl 18B: Pen­gakuan dan peng­hor­matan ter­hadap masyarakat hukum adat”

“Dayak tum­buh dari adat, adat diikat di Kalat­ing, BATAMAD 1/23”

Gam­bar screen­shot video Doc Yohanes Karwilus/SniperNew.id, 27 Juli 2025.

Bukan hanya perny­ataan tegas, tapi juga sem­boy­an penuh mak­na. Dalam tra­disi Dayak, Kalat­ing memi­li­ki nilai filosofis seba­gai pengikat adat dan hukum leluhur. BATAMAD mem­bawa itu dalam ker­ja nya­ta: mene­gakkan nilai-nilai lokal di ten­gah arus mod­ernisasi.

  GMKI Wilayah 1 Sumut-NAD Apresiasi Polri dalam Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Pada momen pun­cak per­ayaan, ratu­san anggota BATAMAD berbaris rapi men­ge­nakan ser­agam hitam den­gan baret mer­ah menyala, seba­gian mem­bawa aksesoris adat dan selem­pang kebe­saran. Di ten­gah-ten­gah mere­ka, hadir pula masyarakat umum, para ibu, anak-anak, hing­ga tokoh-tokoh adat yang ikut ber­jalan bersama, men­cip­takan suasana keber­samaan dan keter­bukaan.

Sorotan ter­tu­ju pada seman­gat sol­i­dar­i­tas dan keberan­ian, yang ter­pan­car dari para anggota BATAMAD. Mere­ka tak sekadar men­ja­di sim­bol kea­manan adat, namun juga pilar pelin­dung nilai-nilai luhur suku Dayak. Para anggota tam­pak berse­man­gat mengiku­ti kegiatan, dan tak sedik­it masyarakat yang mengabadikan momen lang­ka terse­but.

BATAMAD kini tak hanya men­ja­di organ­isasi pen­ja­ga adat, namun juga ikon kebang­gaan Bar­i­to Utara. Keber­adaan­nya men­ja­di jawa­ban atas tan­ta­n­gan zaman yang ser­ing mengikis akar budaya lokal. Organ­isasi ini hadir seba­gai pen­ja­ga kedaula­tan masyarakat adat dalam ben­tuk yang nya­ta dan teror­gan­isir.

  UPT BPP Sigap Tanggapi Keluhan Kelangkaan Pupuk di Pancur Batu

Di balik kesan mili­ter­is­tik, ter­da­p­at pesan damai dan per­sat­u­an yang kuat. Den­gan seman­gat “Satu Koman­do, Satu Dayak, Satu Tujuan”, BATAMAD men­ga­jak selu­ruh gen­erasi muda untuk men­ge­nal, men­ja­ga, dan meneruskan nilai-nilai kear­i­fan lokal yang telah diwariskan leluhur.

Ultah ke‑2 BATAMAD bukan sekadar ser­e­moni, tapi perny­ataan jati diri. Sebuah ger­akan budaya, sosial, dan spir­i­tu­al yang mem­ben­ten­gi Bar­i­to Utara dari kehi­lan­gan akar dan arah.

Dan satu per­tanyaan besar pun muncul dari pub­lik luar: Sia­pa mere­ka sebe­narnya, para pen­ja­ga adat berbaret mer­ah ini?.

Lapo­ran: (Yohanes Kar­wilus) // Edi­tor: (Ahmad).


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *