Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Mengungkap Sisi Lain Perang Dunia II, Fadli Zon Pamer Museum Unik dengan Ribuan Artefak Langka!

458
×

Mengungkap Sisi Lain Perang Dunia II, Fadli Zon Pamer Museum Unik dengan Ribuan Artefak Langka!

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Sebuah ung­ga­han dari anggota DPR RI, Fadli Zon, pada Jumat, 20 Juni 2025, suk­ses menyi­ta per­ha­t­ian neti­zen. Dalam postin­gan yang diung­gah di akun res­mi sosial media X miliknya, Fadli memamerkan sebuah muse­um bertema Perang Dunia II yang dini­lai san­gat unik kare­na menampilkan ribuan arte­fak lang­ka dan narasi sejarah dari per­spek­tif yang berbe­da.

  Ada Apa di Batupute? Sekcam Andi Rukaiyah ‘Turun Gunung’ Bahas Masa Depan Anak Soppeng Riaja!"

Muse­um terse­but dise­but memi­li­ki lebih dari 2.000 arte­fak yang dipamerkan secara per­ma­nen. Tak hanya itu, ter­da­p­at pula lebih dari 50.000 kolek­si dalam ben­tuk arsip, doku­men, dan ben­da berse­jarah lain­nya yang menggam­barkan berba­gai dimen­si Perang Dunia II, ter­ma­suk sisi militer, sosial, dan kemanu­si­aan.

Menu­rut Fadl­i­Zon, muse­um ini diran­cang den­gan pen­dekatan kura­to­r­i­al yang ino­vatif, yang bertu­juan menya­jikan sejarah secara lebih kri­tis dan reflek­tif. “Muse­um ini menampilkan narasi Perang Dunia II dari sudut pan­dang yang beragam, khusus­nya melalui lensa his­to­ri­ografi pas­ca-kolo­nial,” tulis Fadli dalam ung­ga­han­nya.

Mes­ki Fadli belum menye­butkan secara spe­si­fik lokasi dan tang­gal res­mi pem­bukaan muse­um dalam ung­ga­han terse­but, banyak neti­zen berspeku­lasi bah­wa ini adalah bagian dari Muse­um Fadli Zon Library yang sela­ma ini dike­nal aktif memamerkan kolek­si sejarah lang­ka, khusus­nya yang berkai­tan den­gan Indone­sia dan dunia.

  Ada Apa?, LSM Kritik Kejari Maros, Kasus Diskominfo Rp 5,1 Miliar Belum Tuntas

Berbe­da dari muse­um-muse­um perang pada umum­nya yang cen­derung menekankan narasi peme­nang atau sisi mili­ter­is­tik sema­ta, muse­um ini jus­tru berfokus pada kisah-kisah yang jarang diangkat, seper­ti pen­der­i­taan raky­at sip­il, per­an negara-negara ter­ja­jah, ser­ta dampak psikososial dari perang besar terse­but. Pen­dekatan pas­ca-kolo­nial ini mem­bu­at muse­um terasa lebih inklusif dan menyen­tuh sisi kemanu­si­aan yang ser­ing terlu­pakan.

Den­gan tata letak inter­ak­tif dan narasi mul­ti­me­dia, muse­um ini men­ga­jak pen­gun­jung untuk men­dala­mi peri­s­ti­wa sejarah secara kri­tis. Seti­ap ruan­gan dikurasi den­gan pen­dekatan tem­atik yang meng­gabungkan doku­men sejarah, narasi per­son­al, arte­fak visu­al, ser­ta pen­je­lasan kon­tek­stu­al yang men­dalam. Beber­a­pa kolek­si lang­ka bahkan dita­mpilkan secara dig­i­tal den­gan teknolo­gi aug­ment­ed real­i­ty.

  Anggota Polsek Tumbang Titi Ringkus Wanita Pemilik Sabu

Muse­um Sejarah den­gan Sen­tuhan Postkolo­nial, Akankah Men­gubah Cara Kita Meli­hat Perang Dunia II?

Muse­um ini tidak hanya men­ja­di tem­pat wisa­ta edukatif, tapi juga mem­bu­ka ruang reflek­si sejarah yang lebih luas. Banyak pihak berharap langkah ini dap­at memicu seman­gat dekolo­nial­isasi narasi sejarah di Indone­sia dan men­dorong muse­um-muse­um lain untuk meng­hadirkan per­spek­tif yang lebih adil dan berim­bang.

Penasaran ingin tahu di mana lokasi muse­um ini sebe­narnya? Atau ingin meli­hat lang­sung kolek­si langkanya? Pan­tau terus kabar selan­jut­nya hanya di SniperNew.id.

Edi­tor: (Redak­si)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *