Berita Opini

Menerima Realita Sebagai Bagian Cita-cita

366
×

Menerima Realita Sebagai Bagian Cita-cita

Sebarkan artikel ini

Opini, SniperNew.id – Tercapainya kenyataan, bagi sebagian ternyata adalah keberuntungan yang diraih orang lain. Menerima kekalahan sebagai keikhlasan meski orang lain yang meraihnya sebab hanya perkara berkaitan dunia. Artinya jika diartikan sebagai penyesalan maka tidak seberapa dibanding akhirat. Terkecuali penyesalan tersebut diartikan sebagaimana terjadi pada kesalahan.

  Menantu Bukan Penanggung Segalanya, Video Ini Picu Diskusi

Kerugian akan dicapai jika penyesalan sebagai bentuk dari kesalahan tidak diakui. Kesungguhan atas penyesalan yang dilakukan sebab telah melakukan kesalahan sehingga termasuk di antara yang merugikan Bain diri sendiri maupun keturunan (orang lain). Realita inilah, meski sebagai perwujudan dari perjuangan besar bertaruh harta dan nyawa justru membebani para penerus. Hal yang tidak semestinya, merdeka menjadi tanggungan yang bersifat beban.

Saat kerugian yang nyata ternyata justru secara tegas terdapat klaim atasnya, diperebutkan. Sedemikian rupa para pengikut setan-setan satu sama lain berebut di antara mereka yang paling jahat. Meski jelas salah dan berakar bukan pada kebenaran, para pengikut tersebut bersuka cita siapa yang paling nyata berbuat kesalahan dalam puncaknya tanpa rasa heran ada kebanggaan di sana. Menjadi aneh tatkala narasi kebenaran hanya berupa diam, yaitu susunan kata-kata terangkai kalimat, atau bibir manis yang bertengger padanya suatu makna sesungguhnya, yaitu diam!

  Transparansi Proyek Publik Harus Diawasi Demi Kepentingan Rakyat

Maka kemerdekaan seharusnya disikapi sebagaimana mestinya untuk disyukuri dan dinyatakan sebagai karunia untuk kebaikan lain setelah perjuangan dan kesungguhan dalam membebaskan diri dari penjajahan. Menjadi tugas bagi manusia yang menyandang kata merdeka selanjutnya untuk terus berkarya dalam berbagai bentuk kebaikan demi kebaikan. Sebab memaknai tanggungan secara umum dengan “memukul rata” sebagai suatu beban justru jerat yang dapat memenjarakan pemikiran selanjutnya terhadap realita seutuhnya. Realita merdeka secara arbitrer dimaknai beban.

  Dugaan KKN MTsN 1 Pringsewu: Ujian Integritas Pengelolaan Anggaran Negara

Bukankah kemerdekaan adalah suatu cita-cita? Bagi sebagian masih ada yang berjuang untuk menuju ke sana! Realita yang tercipta kemudian menjadi suatu hal lain yang patut disyukuri dan selanjutnya untuk terus diungkapkan sebagai kebaikan, selain lantaran cita-cita yang merupakan karunia juga menerima kenyataan yang bercerita dalam bahasanya sendiri sebagai kenyataan yang terus diperjuangkan. Meski terjebak, semisal pada persepsi beban, merdeka harusnya dimaknai sebagai tanggungan kebaikan yang sesungguhnya merupakan perwujudan harapan atau cita-cita untuk merdeka.

Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil.
(Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *