Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

LBC Listrik Raib di Medan Estate, Warga Bingung, Pelaku Diduga Profesional!

387
×

LBC Listrik Raib di Medan Estate, Warga Bingung, Pelaku Diduga Profesional!

Sebarkan artikel ini

Medan, SniperNew.id - Peri­s­ti­wa menge­jutkan ter­ja­di di wilayah Dusun IX, Jalan Kapten Batu Sihomb­ing, Keca­matan Per­cut Sei Tuan, Kabu­pat­en Deli Ser­dang, tepat­nya di depan sebuah masjid kawasan Medan Estate. Sebuah perangkat listrik pent­ing, yakni kon­trol box LBC (Load Break­er Con­trol) dari unit trafo, dila­porkan hilang secara mis­terius tan­pa jejak maupun sak­si mata, Jumat (08/08/25)

Kabar ini per­ta­ma kali men­cu­at lewat akun media sosial medanku, yang mem­pub­likasikan peri­s­ti­wa ini melalui plat­form Threads. Dalam ung­ga­han­nya, dise­butkan bah­wa trafo listrik hilang di depan masjid daer­ah Medan Estate, Deli Ser­dang. Infor­masi ini son­tak menye­dot per­ha­t­ian war­ganet kare­na selain menge­jutkan, nilai ekonomis dari perangkat terse­but juga tak main-main.

“Wak­tu pasti keja­di­an belum dike­tahui kare­na tidak ada sak­si atau buk­ti saat peri­s­ti­wa berlang­sung. Namun, berdasarkan infor­masi war­ga, LBC terse­but diperki­rakan memi­li­ki nilai jual antara Rp10 juta hing­ga Rp15 juta,” tulis akun @medanku.

Tak hanya soal nilai ekonomis, hilangnya perangkat listrik ini memicu kekhawati­ran akan kea­manan lingkun­gan ser­ta dugaan adanya pelaku pro­fe­sion­al di balik keja­di­an terse­but. Salah seo­rang war­ga yang men­go­men­tari ung­ga­han terse­but bahkan menye­but bah­wa pelaku kemu­ngk­i­nan men­gua­sai tek­nis kelistrikan, bahkan mungkin man­tan pegawai PLN.

  Ditimpa Pohon, Akibat Peristiwa itu Ronal Siregar Tutup Usui

“Yang nyuri pasti menger­ti masalah listrik, mungkin man­tan peker­ja PLN. Kalau gak paham malah bisa meng­hadap Tuhan lang­sung kare­na kesetrum,” komen­tar peng­gu­na @muammar_ambardi.

Semen­tara itu, peng­gu­na lain, @bigustin434, mem­berikan klar­i­fikasi bah­wa yang hilang bukan­lah trafo secara keselu­ruhan, melainkan isi dari box kon­trol LBC.

“Trapo itu lumayan berat­nya. Empat orang aja belum ten­tu bisa terangkatin. Tapi itu bukan trapo yang hilang, yang hilang isi box kon­trol LBC. Har­ganya pun lumayan, lah. Jual cepat sehar­ga motor Nmax kalau barun­ya,” ujarnya.

Komen­tar ini dis­am­but oleh peng­gu­na lain yang menyuarakan keheranan­nya atas kemu­da­han pelaku men­cabut LBC tan­pa dis­adari war­ga.

“Kok bisa? Jika ada pen­cabu­tan LBC pasti ter­ja­di pemu­tu­san arus listrik, apa war­ga tak merasa? Untuk ke depan dibu­at atu­ran supaya war­ga dap­at men­ja­ga. Seti­ap ada peker­jaan harus ada pen­damp­ing dan izin dari aparat. Jadi war­ga, jika meli­hat kejang­galan dap­at mela­porkan,” kata @endrikabar.

Sejum­lah komen­tar lain berna­da sinis hing­ga lucu turut menghi­asi kolom diskusi:

“Lah, isi LBC yang ilang, itu trafo masih utuh. Kena­pa hal seke­cil ini harus bohong?” — @saka_tarigan

“Kalau uru­san hilang itu yang bertang­gung jawab sekre­taris daer­ah atau camat,” — @nicodemus_nababan

  Wabup Pringsewu Sidak Sekolah, Kepsek Diduga Mangkir dan Beri Alasan Sinyal Putus-putus

“Mal­ing tingkat ting­gi,” — @berlinalansihombing

Dari video yang diung­gah bersamaan den­gan beri­ta terse­but, ter­li­hat seo­rang petu­gas men­ge­nakan helm kun­ing dan rompi oranye sedang bera­da di lokasi keja­di­an. Mes­ki tidak dije­laskan apakah petu­gas terse­but terkait den­gan keja­di­an atau ten­gah melakukan inves­ti­gasi, kehadi­ran­nya mem­perte­gas bah­wa insi­d­en ini telah menarik per­ha­t­ian pihak berwe­nang.

Hilangnya isi LBC dari trafo bukan perkara sepele. Selain berdampak pada dis­tribusi listrik, pen­cu­ri­an kom­po­nen seper­ti ini memer­lukan keahlian tek­nis ting­gi. Aksi terse­but tidak bisa dilakukan sem­barang orang, apala­gi mengin­gat resiko kesetrum yang bisa men­gan­cam nyawa.

Para neti­zen den­gan pen­gala­man atau penge­tahuan dasar soal kelistrikan meny­im­pulkan bah­wa pelaku san­gat pro­fe­sion­al, mungkin bahkan meng­gu­nakan iden­ti­tas peker­ja res­mi. Beber­a­pa war­ga menye­but pent­ingnya pen­gawasan oleh aparat setem­pat keti­ka ada aktiv­i­tas berkai­tan den­gan infra­struk­tur pub­lik.

Di sisi lain, tak sedik­it war­ga yang menyayangkan lemah­nya pen­gawasan dan min­im­nya kesadaran untuk sal­ing men­ja­ga fasil­i­tas umum. Keja­di­an ini men­ja­di alarm pent­ing bah­wa di era sekarang, pen­cu­ri­an tak lagi menyasar ben­da kecil, namun sudah mer­am­bah ke sek­tor vital seper­ti kelistrikan.

Nilai jual dari isi box kon­trol LBC diperki­rakan men­ca­pai Rp10 juta hing­ga Rp15 juta. Angka ini setara den­gan har­ga satu unit motor sku­tik pre­mi­um. Jika benar dijual di pasar gelap, pelaku berpoten­si men­gan­ton­gi keun­tun­gan besar dalam wak­tu singkat, namun risiko hukum dan bahaya teknis­nya juga tak kalah besar.

  Emosi Warga di Medan Timur: Lurah Terjatuh ke Parit Saat Bongkar Ban 

Pen­cu­ri­an ini juga berpoten­si meng­gang­gu pasokan listrik lokal apa­bi­la tidak segera ditan­gani. Mes­ki dalam lapo­ran war­ga tidak dise­but adanya pemu­tu­san listrik, keti­adaan kon­trol uta­ma di LBC bisa berdampak serius pada kea­manan sis­tem dis­tribusi kelistrikan.

Masyarakat mende­sak agar dibu­at atu­ran tegas men­ge­nai peker­jaan atau aktiv­i­tas ter­hadap insta­lasi listrik di ruang pub­lik. Min­i­mal, kehadi­ran peker­ja harus dis­er­tai surat tugas dan pen­damp­ing dari aparat setem­pat.

Seba­gai langkah awal, war­ga juga dihim­bau untuk tidak segan mela­por jika meli­hat aktiv­i­tas men­curi­gakan terkait per­ala­tan listrik, teruta­ma di malam hari atau di luar jam ker­ja nor­mal. Keja­di­an ini juga men­ja­di sinyal pent­ing bagi pemer­in­tah daer­ah dan PLN untuk meningkatkan sis­tem penga­manan, seper­ti pemasan­gan kam­era CCTV, alarm otoma­tis, atau pen­gawasan berkala.

Kasus pen­cu­ri­an trafo atau kom­po­nen­nya mungkin ter­den­gar sepele bagi seba­gian orang. Namun di balik itu, ter­sim­pan banyak masalah — dari sisi kea­manan pub­lik, gang­guan layanan dasar, hing­ga poten­si keja­hatan teror­gan­isir yang bisa men­gan­cam lebih luas lagi.

Peri­s­ti­wa ini tidak hanya men­ja­di ironi bagi masyarakat Medan Estate, tapi juga peringatan bagi semua wilayah di Indone­sia: bah­wa fasil­i­tas vital seper­ti listrik tak boleh diang­gap remeh dalam penga­manan­nya. Sia­pa pun pelakun­ya, pub­lik menun­tut keje­lasan, tang­gung jawab, dan ten­tu saja, tin­dakan nya­ta dari pihak berwe­nang.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *