Medan, SniperNew.id - Peristiwa mengejutkan terjadi di wilayah Dusun IX, Jalan Kapten Batu Sihombing, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, tepatnya di depan sebuah masjid kawasan Medan Estate. Sebuah perangkat listrik penting, yakni kontrol box LBC (Load Breaker Control) dari unit trafo, dilaporkan hilang secara misterius tanpa jejak maupun saksi mata, Jumat (08/08/25)
Kabar ini pertama kali mencuat lewat akun media sosial medanku, yang mempublikasikan peristiwa ini melalui platform Threads. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa trafo listrik hilang di depan masjid daerah Medan Estate, Deli Serdang. Informasi ini sontak menyedot perhatian warganet karena selain mengejutkan, nilai ekonomis dari perangkat tersebut juga tak main-main.
“Waktu pasti kejadian belum diketahui karena tidak ada saksi atau bukti saat peristiwa berlangsung. Namun, berdasarkan informasi warga, LBC tersebut diperkirakan memiliki nilai jual antara Rp10 juta hingga Rp15 juta,” tulis akun @medanku.
Tak hanya soal nilai ekonomis, hilangnya perangkat listrik ini memicu kekhawatiran akan keamanan lingkungan serta dugaan adanya pelaku profesional di balik kejadian tersebut. Salah seorang warga yang mengomentari unggahan tersebut bahkan menyebut bahwa pelaku kemungkinan menguasai teknis kelistrikan, bahkan mungkin mantan pegawai PLN.
“Yang nyuri pasti mengerti masalah listrik, mungkin mantan pekerja PLN. Kalau gak paham malah bisa menghadap Tuhan langsung karena kesetrum,” komentar pengguna @muammar_ambardi.
Sementara itu, pengguna lain, @bigustin434, memberikan klarifikasi bahwa yang hilang bukanlah trafo secara keseluruhan, melainkan isi dari box kontrol LBC.
“Trapo itu lumayan beratnya. Empat orang aja belum tentu bisa terangkatin. Tapi itu bukan trapo yang hilang, yang hilang isi box kontrol LBC. Harganya pun lumayan, lah. Jual cepat seharga motor Nmax kalau barunya,” ujarnya.
Komentar ini disambut oleh pengguna lain yang menyuarakan keheranannya atas kemudahan pelaku mencabut LBC tanpa disadari warga.
“Kok bisa? Jika ada pencabutan LBC pasti terjadi pemutusan arus listrik, apa warga tak merasa? Untuk ke depan dibuat aturan supaya warga dapat menjaga. Setiap ada pekerjaan harus ada pendamping dan izin dari aparat. Jadi warga, jika melihat kejanggalan dapat melaporkan,” kata @endrikabar.
Sejumlah komentar lain bernada sinis hingga lucu turut menghiasi kolom diskusi:
“Lah, isi LBC yang ilang, itu trafo masih utuh. Kenapa hal sekecil ini harus bohong?” — @saka_tarigan
“Kalau urusan hilang itu yang bertanggung jawab sekretaris daerah atau camat,” — @nicodemus_nababan
“Maling tingkat tinggi,” — @berlinalansihombing
Dari video yang diunggah bersamaan dengan berita tersebut, terlihat seorang petugas mengenakan helm kuning dan rompi oranye sedang berada di lokasi kejadian. Meski tidak dijelaskan apakah petugas tersebut terkait dengan kejadian atau tengah melakukan investigasi, kehadirannya mempertegas bahwa insiden ini telah menarik perhatian pihak berwenang.
Hilangnya isi LBC dari trafo bukan perkara sepele. Selain berdampak pada distribusi listrik, pencurian komponen seperti ini memerlukan keahlian teknis tinggi. Aksi tersebut tidak bisa dilakukan sembarang orang, apalagi mengingat resiko kesetrum yang bisa mengancam nyawa.
Para netizen dengan pengalaman atau pengetahuan dasar soal kelistrikan menyimpulkan bahwa pelaku sangat profesional, mungkin bahkan menggunakan identitas pekerja resmi. Beberapa warga menyebut pentingnya pengawasan oleh aparat setempat ketika ada aktivitas berkaitan dengan infrastruktur publik.
Di sisi lain, tak sedikit warga yang menyayangkan lemahnya pengawasan dan minimnya kesadaran untuk saling menjaga fasilitas umum. Kejadian ini menjadi alarm penting bahwa di era sekarang, pencurian tak lagi menyasar benda kecil, namun sudah merambah ke sektor vital seperti kelistrikan.
Nilai jual dari isi box kontrol LBC diperkirakan mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta. Angka ini setara dengan harga satu unit motor skutik premium. Jika benar dijual di pasar gelap, pelaku berpotensi mengantongi keuntungan besar dalam waktu singkat, namun risiko hukum dan bahaya teknisnya juga tak kalah besar.
Pencurian ini juga berpotensi mengganggu pasokan listrik lokal apabila tidak segera ditangani. Meski dalam laporan warga tidak disebut adanya pemutusan listrik, ketiadaan kontrol utama di LBC bisa berdampak serius pada keamanan sistem distribusi kelistrikan.
Masyarakat mendesak agar dibuat aturan tegas mengenai pekerjaan atau aktivitas terhadap instalasi listrik di ruang publik. Minimal, kehadiran pekerja harus disertai surat tugas dan pendamping dari aparat setempat.
Sebagai langkah awal, warga juga dihimbau untuk tidak segan melapor jika melihat aktivitas mencurigakan terkait peralatan listrik, terutama di malam hari atau di luar jam kerja normal. Kejadian ini juga menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dan PLN untuk meningkatkan sistem pengamanan, seperti pemasangan kamera CCTV, alarm otomatis, atau pengawasan berkala.
Kasus pencurian trafo atau komponennya mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang. Namun di balik itu, tersimpan banyak masalah — dari sisi keamanan publik, gangguan layanan dasar, hingga potensi kejahatan terorganisir yang bisa mengancam lebih luas lagi.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi ironi bagi masyarakat Medan Estate, tapi juga peringatan bagi semua wilayah di Indonesia: bahwa fasilitas vital seperti listrik tak boleh dianggap remeh dalam pengamanannya. Siapa pun pelakunya, publik menuntut kejelasan, tanggung jawab, dan tentu saja, tindakan nyata dari pihak berwenang.
Editor: (Ahmad)













