Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Viral

Kritik Publik Soal Program Makan Gratis, Pejabat Dinilai Minim Informasi dan Koordinasi

443
×

Kritik Publik Soal Program Makan Gratis, Pejabat Dinilai Minim Informasi dan Koordinasi

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Polemik terkait pro­gram makan gratis yang ten­gah ramai diperbin­cangkan pub­lik kini memu­nculkan gelom­bang kri­tik ter­hadap sejum­lah peja­bat pemer­in­tah. Kri­tik itu men­cu­at melalui berba­gai plat­form media sosial, ter­ma­suk ung­ga­han ter­baru di akun Threads, yang meny­oroti sikap peja­bat dini­lai tidak mema­ha­mi secara utuh apa yang ter­ja­di dalam pelak­sanaan pro­gram terse­but, Senin (29/09).

Ung­ga­han beraw­al dari akun berna­ma map­pa­jarun­gi, yang meni­lai seo­rang peja­bat kurang paham men­ge­nai detail pro­gram makan gratis. Ia meni­lai seharus­nya peja­bat lebih baik diam dari­pa­da menyam­paikan perny­ataan yang tidak jelas di depan wartawan.

“Ini mem­pri­hatinkan. Seo­rang peja­bat gak nger­ti apa-apa yang ter­ja­di soal makan makan gratis. Pada­hal, lebih baik gak ngomong dari­pa­da ngomong di depan wartawan gitu. Sebe­narnya, infor­masi itu milik pemer­in­tah. Ker­ahkan finan­cial dan SDM, tuk tau info. Kalau begi­ni mod­el­nya. Pak Prabowo hati-hati!! Orang-orang sek­i­tar bapak itu men­tal ABS. Pak Prabowo harus siap meng­hadapi keny­ataan. Siap mener­i­ma beri­ta buruk. Jan­gan mudah per­caya pada Menteri-menteri bapak ini. Mere­ka men­tal takut kehi­lan­gan jabatan!!” tulis akun terse­but.

  Tiga Bupati Aceh Angkat Tangan: Video Banjir Dahsyat Picu Ledakan Reaksi Publik

Ung­ga­han itu lang­sung men­u­ai berba­gai komen­tar war­ganet. Banyak yang meni­lai peja­bat maupun pihak terkait pro­gram ini terke­san abai, tidak paham kon­disi di lapan­gan, bahkan ada yang menud­ing peja­bat lebih sibuk men­ja­ga posisi dari­pa­da mem­beri solusi nya­ta bagi masyarakat.

Kri­tik terse­but ditu­jukan kepa­da peja­bat pemer­in­tah, khusus­nya menteri dan wak­il menteri yang bertu­gas men­gawasi jalan­nya pro­gram. Nama Menteri Per­ta­hanan sekali­gus Pres­i­den ter­pil­ih, Prabowo Subianto, juga dise­but. Akun map­pa­jarun­gi mengin­gatkan agar Prabowo berhati-hati ter­hadap para pem­ban­tun­ya yang diang­gap bermen­tal “asal bapak senang” (ABS).

Selain itu, dalam kolom komen­tar, sejum­lah war­ganet menye­but wak­il menteri sekre­tari­at negara (wamen sekneg) yang diang­gap tidak mema­ha­mi detail per­soalan di lapan­gan.

Respons masyarakat di kolom komen­tar menun­jukkan keke­ce­waan men­dalam. Berikut beber­a­pa komen­tar yang muncul:

Akun suisek­isuma­tra menulis: “Pada mau lep­as tan­gan. Makan itu uang 7 T‑nya, kasih aja ke raky­at. 1 T biar mbg ngasih lauk ngak layak kon­sum­si biar makan ayam busuk dag­ing busuk.”

Akun m_j_harianja menang­gapi singkat: “Di sen­ga­ja.”

Akun denbasuki2000 berko­men­tar: “Gak tahu keadaan wilayah ker­janya. Nga­pain saja sela­ma ini plan­ga-plon­go, masa infor­masinya harus dari pres­i­den. Mbelegetesh.”

Akun kusumahjaya1964 menyindir: “Wamen doy­an­nya duduk di meja dan diberen­gi cewe bayaran, begi­t­u­lah menteri kita.”

Akun almarkono­markani menulis: “Wah… wamen sekneg, kok kayak gini.”

Akun armenkayo menam­bahkan: “Haha­ha, trus ker­janya apa saja kok sam­pai-sam­painya ndak tahu masalah sebe­sar itu. Benar-benar manu­sia tak bergu­na.”

  Gagal Jadi PNS karena Selisih Tinggi Badan 0,5 Cm, Padahal Raih Nilai Tertinggi

Akun upik1005 menut­up den­gan komen­tar: “Gini amat negeri ini.”

Dari komen­tar terse­but, ter­li­hat bah­wa pub­lik meni­lai peja­bat terkait tidak bek­er­ja sesuai hara­pan, tidak tang­gap ter­hadap per­soalan raky­at, bahkan ada yang menuduh peja­bat lebih sibuk men­gu­rusi kepentin­gan prib­a­di.

Isu ini men­cu­at seir­ing maraknya pem­bicaraan men­ge­nai pro­gram makan gratis, yang meru­pakan salah satu pro­gram ung­gu­lan pemer­in­tah men­datang. Ung­ga­han di Threads terse­but dibu­at sek­i­tar 56 menit sebelum tangka­pan layar diam­bil, dan komen­tar-komen­tar lain muncul dalam rentang wak­tu antara 2 menit hing­ga 43 menit sebelum tangka­pan. Artinya, per­caka­pan ini ter­ja­di secara real time di ten­gah meningkat­nya sorotan pub­lik ter­hadap pro­gram terse­but.

Diskusi pub­lik ini berlang­sung di plat­form Threads, sebuah media sosial berba­sis teks yang saat ini digu­nakan luas oleh masyarakat untuk menyam­paikan opi­ni dan kri­tik. Meskipun perbin­can­gan ter­ja­di di ruang dig­i­tal, suara pub­lik ini mencer­minkan kere­sa­han nya­ta terkait kin­er­ja peja­bat dalam pro­gram makan gratis yang menyen­tuh kehidu­pan masyarakat secara lang­sung.

Ada beber­a­pa alasan yang mem­bu­at masyarakat kece­wa:

1. Kurangnya Infor­masi Res­mi: War­ganet meni­lai peja­bat yang seharus­nya men­gua­sai detail pro­gram jus­tru ter­li­hat tidak tahu-menahu.

2. Kecuri­gaan Ter­hadap Pen­gelo­laan Anggaran: Dise­butkan dana besar, hing­ga Rp7 tril­i­un, tidak dikelo­la den­gan benar dan malah berpoten­si digu­nakan tidak sesuai perun­tukan.

3. Kual­i­tas Pelak­sanaan Diragukan: Ada tudin­gan bah­wa lauk pauk yang dise­di­akan tidak layak kon­sum­si, bahkan meng­gu­nakan bahan basi.

  Bakso Remaja Dituduh Gunakan Bahan Non-Halal, Pemilik Bantah dan Sebut Ada Kesalahpahaman

4. Men­tal­i­tas Peja­bat: Kri­tikan juga diarahkan pada men­tal peja­bat yang dini­lai hanya ingin menye­nangkan atasan, bukan bek­er­ja demi raky­at.

5. Keter­pu­tu­san Infor­masi: War­ganet her­an men­ga­pa infor­masi jus­tru dida­p­at dari pres­i­den, bukan dari peja­bat tek­nis yang berwe­nang.

Dari sudut pan­dang pub­lik, pemer­in­tah dihara­p­kan lebih ter­bu­ka dalam mem­berikan infor­masi, memas­tikan kual­i­tas pro­gram, ser­ta tidak menut­up mata ter­hadap kri­tik. Peja­bat dim­inta tidak aler­gi ter­hadap beri­ta buruk, melainkan siap meng­hadapi keny­ataan di lapan­gan.

Sejum­lah war­ganet mene­gaskan bah­wa peja­bat tidak boleh hanya berpangku tan­gan atau lep­as dari tang­gung jawab. Mere­ka dim­inta serius men­gawasi jalan­nya pro­gram agar benar-benar berman­faat bagi raky­at, sesuai jan­ji kam­pa­nye dan man­dat kon­sti­tusi.

Kri­tik pub­lik ter­hadap pro­gram makan gratis ini men­ja­di sinyal pent­ing bagi pemer­in­tah untuk lebih serius men­gawasi jalan­nya pro­gram. Isu ini mem­per­li­hatkan adanya keti­dakpuasan masyarakat ter­hadap kin­er­ja peja­bat yang dini­lai tidak peka, tidak transparan, dan lebih sibuk men­ja­ga jabatan.

Pro­gram makan gratis seharus­nya men­ja­di solusi nya­ta bagi masyarakat, teruta­ma di ten­gah kon­disi ekono­mi yang menan­tang. Namun jika pen­gelo­laan tidak transparan dan kual­i­tas­nya buruk, jus­tru akan menim­bulkan keti­dakper­cayaan pub­lik.

Pemer­in­tah, khusus­nya peja­bat yang ter­li­bat lang­sung, ditun­tut untuk segera mem­per­bai­ki koor­di­nasi, meningkatkan transparan­si, dan memas­tikan kual­i­tas makanan layak kon­sum­si. Selain itu, keter­bukaan ter­hadap kri­tik harus men­ja­di budaya baru birokrasi agar pro­gram benar-benar berpi­hak pada raky­at. (Ahm/ahh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *