Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Kopi Joss Jogja: Kesederhanaan yang Menggerakkan Ekonomi Pinggir Jalan

284
×

Kopi Joss Jogja: Kesederhanaan yang Menggerakkan Ekonomi Pinggir Jalan

Sebarkan artikel ini

Yogyakar­ta, SniperNew.id —  Sebuah ung­ga­han di media sosial mem­per­li­hatkan suasana hangat di salah satu warung kopi leg­en­daris di Yogyakar­ta yang dike­nal den­gan sebu­tan Kopi Joss. Dalam ung­ga­han akun map­pa­jarun­gi, penulis menggam­barkan bagaimana kota Jog­ja memi­li­ki daya tarik tersendiri bagi seti­ap pen­gun­jungnya, teruta­ma lewat sajian kulin­er khas seper­ti kopi yang dis­ajikan den­gan arang panas, Selasa (4/11/2025).

  PPATK Buka 28 Juta Rekening yang Diblokir: Rakyat Lega, Warganet Geram!

“Jog­ja sebe­narnya biasa saja, mirip den­gan kota-kota di sek­i­tarnya. Tapi Jog­ja pun­ya spe­cif­ic yang menarik bagi tiap pen­gun­jungnya,” tulis akun terse­but. Ia menam­bahkan bah­wa seti­ap kali turun dari kere­ta, dirinya selalu menyem­patkan mam­pir menikmati kopi joss kopi yang dicem­plungkan bara api hing­ga men­gelu­arkan aro­ma dan sen­sasi khas.

Suasana seder­hana di ping­gir jalan men­ja­di daya tarik tersendiri, bukan hanya bagi war­ga lokal, tapi juga wisa­tawan asing yang ter­li­hat menikmati pen­gala­man terse­but. “Bule-bule itu nam­pak baha­gia walau seder­hana kare­na di negaranya belum ten­tu bisa kumpul bersama menikmati keseder­hanaan,” tulis peng­gu­na lain, ikiw43.

  Ketua SMSI Sergai Terus Bantu Korban Angin Puting Beliung

Komen­tar war­ganet lain­nya turut menam­bah war­na. Rid­ho menulis pen­gala­man prib­adinya, “Saya per­nah minum kopi arang begi­ni, tidak ada sen­sasi men­curi­gakan dari perut. Cuma, sam­bil nyeruput sam­bil mem­bat­in, arang yang dipakai apakah food grade.” Semen­tara kristiana2145 men­gungkap­kan rasa rindun­ya akan suasana Jog­ja: “Kan­gen kopi joss sam­bil den­gerin musik dari kejauhan.”

  Martin Baturina Segera Jalani Tes Medis di Italia, Siap Perkuat Como

Fenom­e­na kopi joss ini men­ja­di con­toh nya­ta bagaimana aktiv­i­tas seder­hana dap­at men­dorong per­putaran ekono­mi lokal. Dari peda­gang kaki lima hing­ga penye­dia bahan baku, selu­ruh­nya berper­an dalam men­ja­ga keber­lang­sun­gan ekono­mi mikro yang men­ja­di denyut nadi masyarakat Jog­ja.

Warung kopi ping­gir jalan bukan sekadar tem­pat minum kopi, tetapi juga ruang sosial yang mem­perte­mukan budaya, wisa­ta, dan ekono­mi raky­at dalam satu cangkir panas — sim­bol dari kehangatan dan kreativ­i­tas khas Yogyakar­ta.

Penulis: (Iskan­dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *