Berita Nasional

Ketua MPR RI Dukung Panglima TNI Tetapkan Penyebutan OPM

380
×

Ketua MPR RI Dukung Panglima TNI Tetapkan Penyebutan OPM

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Ket­ua MPR RI sekali­gus Wak­il Ket­ua Umum Par­tai Golkar Bam­bang Soe­satyo men­dukung langkah Pan­gli­ma TNI Jen­der­al Agus Subiyan­to mene­tap­kan penyebu­tan kelom­pok bersen­ja­ta yang menun­tut Papua merde­ka seba­gai Organ­isasi Papua Merde­ka (OPM).

Bukan lagi kelom­pok krim­i­nal bersen­ja­ta (KKB) atau kelom­pok sep­a­ratis teroris (KST). Bam­soet mene­gaskan, kese­la­matan bangsa di atas segalanya.

Uru­san HAM kita bicarakan kemu­di­an, jika mere­ka sudah berhasil kita tumpas. Bam­soet siap pasang badan jika ada pihak yang mem­per­soalkan HAM atas kewa­jiban TNI/Polri dalam melak­sanakan pene­gakan hukum dan melak­sanakan per­in­tah kon­sti­tusi, yaitu melin­dun­gi sege­nap bangsa dan selu­ruh wilayah tumpah darah Indone­sia.

  Trump Main Golf Saat Negara Krisis, Dikecam Netizen: “Bukan Memimpin, Tapi Kabur!

Penyebu­tan OPM terse­but ter­tuang dalam Surat Kepu­tu­san Pan­gli­ma TNI Nomor STR/41/2024 ter­tang­gal 5 April tahun 2024, den­gan alasan kelom­pok bersen­ja­ta di Papua mena­makan dirinya seba­gai Ten­tara Pem­be­basan Nasion­al Papua Barat (TPNPB), sama den­gan OPM.

“Kepu­tu­san Pan­gli­ma TNI meny­atakan kem­bali kelom­pok bersen­ja­ta di Papua seba­gai OPM sudah tepat. OPM meru­pakan isti­lah untuk ger­akan pro-kemerdekaan Papua sejak tahun 1963. Sela­ma ini kelom­pok bersen­ja­ta Papua terus melakukan aksi sep­a­ratis, teror hing­ga pem­bunuhan. Aksi keji dan biadab dilakukan ter­hadap guru, tena­ga kese­hatan, per­son­el TNI/Polri hing­ga masyarakat umum,” ujar Bam­soet di Jakar­ta, Sab­tu (13/4/24).

  Nawaripi Bangun SDM OAP Lewat Anyaman & Lomba Renang Tradisional

Ket­ua DPR RI ke-20 dan man­tan Ket­ua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Kea­manan ini mene­gaskan, pemer­in­tah, TNI dan Pol­ri harus terus melakukan tin­dakan tegas dan terukur kepa­da OPM. Sikap tegas negara ter­hadap OPM di Papua meru­pakan wujud kehadi­ran negara untuk menghen­tikan pem­bunuhan dan teror berke­lan­ju­tan ter­hadap war­ga sip­il di Papua.

“Tidak boleh ada lagi tol­er­an­si ter­hadap para kelom­pok sep­a­ratis, teroris ataupun OPM untuk men­eror ser­ta melakukan aksi keja­hatan hing­ga menim­bulkan kor­ban jiwa. Semua ger­akan sep­a­ratis dan teroris di Indone­sia harus ditumpas hing­ga bersih. Jan­gan berikan pelu­ang ger­akan sep­a­ratis dan teroris tum­buh sub­ur di Indone­sia,” tegas Bam­soet.

  Plt. Direktur Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya Setujui 1 Pengajuan Restorative Justice dalam Tindak Pidana Narkotika

Wak­il Ket­ua Umum FKPPI dan Wak­il Ket­ua Umum Pemu­da Pan­casi­la ini menam­bahkan, selain melakukan tin­dakan tegas dan terukur, pemer­in­tah juga per­lu terus mem­ban­gun dia­log den­gan pemer­in­tah daer­ah para tokoh adat, suku, aga­ma, pemu­da, dan berba­gai tokoh masyarakat Papua lain­nya. Dia­log dilakukan untuk meng­hasilkan solusi kom­pre­hen­sif ten­tang masa depan tanah Papua yang aman dan damai.

“Penye­le­sa­ian per­soalan kelom­pok bersen­ja­ta di Papua harus dilakukan secara kom­pre­hen­sif. Selain melalui tin­dakan tegas dan terukur aparat kea­manan, pemer­in­tah tetap per­lu melakukan penye­le­sa­ian melalui jalur dia­log den­gan pen­dekatan kebu­dayaan dan kese­jahter­aan,” pungkas Bam­soet. (rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *