Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Keributan di Acara Hajatan, Kursi Melayang di Tengah Pesta

171
×

Keributan di Acara Hajatan, Kursi Melayang di Tengah Pesta

Sebarkan artikel ini

Sebuah video yang menampilkan keribu­tan di acara hajatan ten­gah viral di media sosial. Reka­man terse­but diung­gah oleh akun Threads berna­ma @andreli_48, mem­per­li­hatkan situ­asi tak terk­endali keti­ka pes­ta yang seharus­nya berlang­sung meri­ah jus­tru berubah men­ja­di ajang baku han­tam, Kamis (28/08).

Video terse­but telah men­da­p­at ratu­san tayan­gan dan men­ja­di perbin­can­gan war­ganet kare­na meny­oroti aksi sal­ing lem­par kur­si di bawah ten­da pes­ta.

Dalam ung­ga­han­nya, andreli_48 menulis. “Sebuah video hajatan rusuh beredar di media sosial. Ter­ja­di baku han­tam hing­ga kur­si melayang.

Dalam video yang diung­gah @khanafikendang menayangkan keribu­tan terekam dari dalam ten­da lem­paran kur­si plas­tik. Ter­li­hat mere­ka sal­ing lem­par dan bant­i­ng-bant­i­ng kur­si.
#hajatan #demak #jateng.”

Video terse­but tam­pak diam­bil dari sudut dalam ten­da, mem­per­li­hatkan suasana malam hari den­gan pen­eran­gan lam­pu hias khas pes­ta pernika­han atau acara kelu­ar­ga. Beber­a­pa orang ter­li­hat ter­li­bat ker­icuhan, dis­er­tai lem­paran kur­si plas­tik yang beter­ban­gan. Tulisan lain yang muncul di dalam video terse­but meng­gu­nakan bahasa Jawa, berbun­yi. ““Amohk­abeh kang, nek mod­el ngeni­ki buwoh ane ntek ten­an Ki.”

  Hujan Deras Bikin Sukabumi Hampir Tenggelam

Jika diter­jemahkan secara bebas, kali­mat terse­but berna­da keluhan atau sindi­ran yang men­gungkap­kan rasa kece­wa ter­hadap keribu­tan yang ter­ja­di. Ungka­pan ini menun­jukkan bah­wa kerusuhan terse­but menye­babkan suasana hajatan men­ja­di kacau, bahkan meng­gang­gu jalan­nya acara yang seharus­nya mem­bawa keba­ha­giaan.

Berdasarkan keteran­gan yang beredar, keribu­tan ter­ja­di di sebuah acara hajatan di daer­ah Demak, Jawa Ten­gah. Belum dike­tahui secara pasti apa pemicu ter­jadinya baku han­tam terse­but. Namun, dari video yang beredar, ter­li­hat suasana panik saat kur­si plas­tik dilem­par ke berba­gai arah.

Beber­a­pa tamu yang hadir tam­pak berusa­ha menghin­dar agar tidak terke­na lem­paran.

Ker­icuhan semacam ini bukan kali per­ta­ma ter­ja­di di acara hajatan. Beber­a­pa kasus seru­pa per­nah viral sebelum­nya, umum­nya dipicu oleh kesalah­pa­haman antar­ta­mu atau adanya pihak yang tidak ter­i­ma den­gan sesu­atu sela­ma acara berlang­sung.

Mes­ki demikian, hing­ga beri­ta ini dit­ulis, belum ada kon­fir­masi res­mi dari pihak penye­leng­gara hajatan ataupun aparat setem­pat men­ge­nai penye­bab pasti insi­d­en terse­but.

Ung­ga­han video ini memanc­ing berba­gai komen­tar dari peng­gu­na media sosial. Banyak yang menyayangkan keja­di­an terse­but, mengin­gat hajatan meru­pakan momen baha­gia yang seharus­nya mem­per­erat silat­u­rah­mi.

Beber­a­pa war­ganet meni­lai aksi sal­ing lem­par kur­si itu mem­ba­hayakan kese­la­matan tamu, teruta­ma jika ada anak-anak atau orang lan­jut usia yang hadir. Ada pula yang meny­oroti kurangnya penga­manan di lokasi acara, sehing­ga keribu­tan yang seharus­nya bisa dice­gah jus­tru mem­be­sar.

Komen­tar berna­da humor juga bermuncu­lan, menang­gapi tulisan dalam video “Amoh kabeh kang, nek mod­el ngeni­ki buwoh ane ntek ten­an Ki.” Banyak neti­zen menaf­sirkan­nya seba­gai keluhan kare­na aki­bat keribu­tan terse­but, buah tan­gan atau buwoh yang biasanya dibagikan pada tamu bisa jadi rusak atau habis beran­takan.

  Hujan Deras Sebabkan Jalur Cangar–Batu Tergenang, Warganet Soroti Alih Fungsi Hutan

Hajatan meru­pakan salah satu tra­disi pent­ing di Jawa, teruta­ma pada momen pernika­han, khi­tanan, atau acara kelu­ar­ga besar. Acara ini biasanya dihadiri oleh banyak tamu dari berba­gai kalan­gan, baik ker­abat, tetang­ga, maupun teman dekat. Kare­na banyaknya tamu, terkadang ter­ja­di gesekan kecil yang bisa memicu kon­flik.

Namun, insi­d­en seper­ti sal­ing lem­par kur­si bukan­lah hal yang lum­rah dan ten­tu tidak diinginkan sia­pa pun. Dalam tra­disi Jawa, men­ja­ga keruku­nan dan silat­u­rah­mi adalah hal uta­ma. Oleh sebab itu, ker­icuhan yang terekam dalam video ini diang­gap men­coreng nilai-nilai keber­samaan yang seharus­nya dijun­jung ting­gi.

Keja­di­an ini men­ja­di pela­jaran pent­ing bah­wa seti­ap acara besar yang meli­batkan banyak orang sebaiknya memi­li­ki penga­manan yang memadai. Pani­tia hajatan dap­at bek­er­ja sama den­gan tokoh masyarakat atau bahkan aparat desa setem­pat untuk men­gan­tisi­pasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, per­lu ada upaya medi­asi yang cepat apa­bi­la ter­ja­di kesalah­pa­haman di antara tamu. Den­gan cara ini, poten­si keribu­tan dap­at dimin­i­malkan sebelum berkem­bang men­ja­di aksi fisik yang berba­haya.

Dalam menyam­paikan infor­masi seper­ti ini, pent­ing untuk mem­per­hatikan kode etik jur­nal­is­tik. Iden­ti­tas pihak-pihak yang ter­li­bat tidak diungkap­kan tan­pa izin, dan pem­ber­i­taan difokuskan pada fak­ta peri­s­ti­wa ser­ta pesan edukatif yang bisa diam­bil.

  Kecelakaan di Tanjung KLU, Pengendara Motor Alami Patah Tulang

Keribu­tan ini seharus­nya men­ja­di bahan reflek­si, bukan sekadar kon­sum­si hibu­ran. Tujuan­nya agar masyarakat lebih peka dalam men­ja­ga ketert­iban saat meng­hadiri acara pub­lik.

Video viral keribu­tan hajatan di Demak ini mem­per­li­hatkan bagaimana sebuah momen baha­gia bisa berubah men­ja­di keka­cauan aki­bat kon­flik yang tidak jelas pemi­cun­ya. Keja­di­an ini men­ja­di per­ha­t­ian banyak orang, bukan hanya kare­na aksi sal­ing lem­par kur­si yang terekam, tetapi juga kare­na menyangkut nilai-nilai sosial dan budaya yang seharus­nya dijun­jung ting­gi.

Dihara­p­kan, insi­d­en seper­ti ini dap­at men­ja­di pela­jaran bersama untuk menghin­dari kek­erasan dalam ben­tuk apa pun, teruta­ma di acara yang seharus­nya mem­bawa keba­ha­giaan. Keruku­nan dan sal­ing meng­har­gai antar­war­ga harus diu­ta­makan agar tra­disi hajatan tetap men­ja­di ajang mem­per­erat hubun­gan, bukan merusaknya.

Den­gan meningkat­nya kesadaran dan tang­gung jawab bersama, dihara­p­kan keja­di­an seru­pa tidak teru­lang di masa men­datang. Semoga hajatan di mana pun bera­da bisa kem­bali men­ja­di sim­bol keber­samaan dan keba­ha­giaan, sesuai den­gan nilai luhur masyarakat Jawa.

Beri­ta ini dis­usun berdasarkan infor­masi yang ter­da­p­at pada ung­ga­han akun Threads @andreli_48 dan video terkait. Hing­ga kini, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak berwe­nang terkait insi­d­en terse­but.

Masyarakat diim­bau untuk tetap bijak menyikapi video viral di media sosial dan tidak menye­barkan infor­masi yang belum ter­ver­i­fikasi lebih lan­jut. (Ahm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *