Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Kapolres Barito Utara Ajak Warga Jaga Kondusivitas Jelang Putusan MK

550
×

Kapolres Barito Utara Ajak Warga Jaga Kondusivitas Jelang Putusan MK

Sebarkan artikel ini

Bar­i­to Utara, SniperNew.id – Situ­asi kea­manan dan ketert­iban masyarakat (kamtib­mas) di Kabu­pat­en Bar­i­to Utara men­ja­di per­ha­t­ian serius aparat kepolisian men­je­lang putu­san Mahkamah Kon­sti­tusi (MK). Kapol­res Bar­i­to Utara AKBP Singgih Febiyan­to, melalui Kasi Humas Iptu Noven­dra WP, mengim­bau selu­ruh lapisan masyarakat untuk tetap men­ja­ga suasana aman, damai, dan kon­dusif.

Him­bauan ini dis­am­paikan seba­gai langkah anti­si­patif agar tidak ter­ja­di hal-hal yang dap­at meng­gang­gu sta­bil­i­tas kea­manan di wilayah setem­pat. Menu­rut Noven­dra, men­ja­ga kete­nan­gan dan kehar­mon­isan meru­pakan tang­gung jawab bersama, bukan hanya aparat kea­manan.

Dalam keteran­gan­nya, Noven­dra menyam­paikan ajakan kepa­da selu­ruh pihak, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh aga­ma, tokoh pemu­da, organ­isasi kemasyarakatan (ormas), media mas­sa, hing­ga masyarakat umum. Semua dim­inta ikut berper­an aktif men­ja­ga ketert­iban.

“Kami men­ga­jak selu­ruh pihak untuk tidak mudah ter­pro­vokasi oleh ajakan, hasu­tan, atau isu-isu yang belum dap­at dipastikan kebe­naran­nya (hoaks), apala­gi yang berpoten­si memec­ah belah per­sat­u­an dan kesat­u­an bangsa,” ujarnya.

Infor­masi yang sifat­nya pro­vokatif dan tidak jelas sum­bernya, lan­jut Noven­dra, san­gat berba­haya. Hal itu bisa menim­bulkan kere­sa­han di ten­gah masyarakat dan beru­jung pada gang­guan sta­bil­i­tas kea­manan di daer­ah.

Kapol­res melalui Kasi Humas juga menekankan pent­ingnya kewas­padaan dalam mener­i­ma maupun menye­barkan infor­masi, khusus­nya di era dig­i­tal. Media sosial dan aplikasi pesan instan ser­ing kali men­ja­di medi­um penye­baran kabar tidak benar.

  Ihya Ramadan Perdana MB Kelantan Himpun Perantau di Shah Alam

“Kami mengin­gatkan agar masyarakat senan­ti­asa bijak dalam menyikapi berba­gai infor­masi. Pastikan ter­lebih dahu­lu kebe­naran dan sum­ber infor­masi sebelum mem­bagikan­nya kepa­da orang lain,” tegas Noven­dra.

Ia menam­bahkan, jan­gan sam­pai masyarakat jus­tru men­ja­di bagian dari penye­bar beri­ta bohong. “Jan­gan sam­pai kita men­ja­di bagian dari penye­bar beri­ta bohong yang dap­at merugikan banyak pihak,” katanya mengin­gatkan.

Salah satu poin uta­ma imbauan Pol­res Bar­i­to Utara adalah terkait putu­san Mahkamah Kon­sti­tusi (MK). Putu­san lem­ba­ga ting­gi negara ini diperki­rakan dap­at memu­nculkan beragam respons di masyarakat, baik posi­tif maupun negatif.

Noven­dra menekankan bah­wa selu­ruh war­ga Bar­i­to Utara harus menyikapi kepu­tu­san terse­but den­gan kepala din­gin dan lapang dada. “Mari kita hor­mati pros­es hukum dan kon­sti­tusi yang berlaku di negara kita. Apapun hasil­nya, kepu­tu­san MK adalah pro­duk hukum yang harus kita ter­i­ma bersama den­gan penuh kede­wasaan dan rasa tang­gung jawab seba­gai war­ga negara yang baik,” jelas­nya.

Menu­rut­nya, kede­wasaan berdemokrasi san­gat diu­ji saat meng­hadapi kepu­tu­san hukum yang mungkin tidak sejalan den­gan hara­pan seba­gian pihak. Namun, jus­tru di sit­u­lah per­an masyarakat dalam men­ja­ga per­sat­u­an bangsa harus diperku­at.

Kapol­res juga mene­gaskan bah­wa Pol­ri tidak bek­er­ja sendiri. Bersama unsur TNI dan pemer­in­tah daer­ah, pihaknya berkomit­men men­ja­ga kea­manan ser­ta ketert­iban di Bar­i­to Utara. Namun, keber­hasi­lan itu san­gat bergan­tung pada dukun­gan dan par­tisi­pasi aktif dari masyarakat.

“Oleh kare­na itu, mari kita jaga situ­asi yang aman dan damai di lingkun­gan kita mas­ing-mas­ing ser­ta bersama-sama men­cip­takan suasana yang sejuk dan har­mo­nis,” tut­up Noven­dra.

Penga­mat sosial menye­butkan bah­wa seru­an semacam ini san­gat rel­e­van di ten­gah meningkat­nya ten­si poli­tik maupun sosial di masyarakat. Kamtib­mas tidak bisa sepenuh­nya dibebankan kepa­da aparat, tetapi memer­lukan kolab­o­rasi masyarakat.

  Tinjau Huntara, Bobby Nasution Pastikan Relokasi Segera Tuntas

Dalam kon­teks Bar­i­to Utara, di mana masyarakat memi­li­ki keber­aga­man latar belakang, men­ja­ga tol­er­an­si dan sol­i­dar­i­tas san­gat pent­ing. Keter­li­batan tokoh masyarakat dan tokoh aga­ma diyaki­ni dap­at men­ja­di perekat dalam menyam­paikan pesan damai.

Data dari Kementer­ian Komu­nikasi dan Infor­mati­ka (Kom­in­fo) menun­jukkan bah­wa seti­ap kali ada momen­tum poli­tik atau hukum pent­ing, jum­lah hoaks yang beredar di dunia maya meningkat sig­nifikan. Hoaks ker­ap men­ja­di pemicu uta­ma kere­sa­han masyarakat.

Ben­tuk hoaks bisa beragam, mulai dari kabar pal­su soal hasil kepu­tu­san, narasi pro­vokatif untuk memec­ah belah, hing­ga isu SARA (suku, aga­ma, ras, antar­go­lon­gan). Bila tidak ditan­gani den­gan bijak, hoaks bisa meng­gang­gu keruku­nan war­ga.

Pol­res Bar­i­to Utara men­gan­tisi­pasi hal ini den­gan menggen­car­kan imbauan lang­sung ke masyarakat ser­ta meman­faatkan per­an media mas­sa seba­gai salu­ran edukasi pub­lik.

Lebih jauh, Pol­res berharap masyarakat dap­at berper­an seba­gai fil­ter infor­masi. Artinya, seti­ap indi­vidu ditun­tut untuk men­gon­fir­masi kebe­naran suatu kabar sebelum meneruskan kepa­da orang lain.

“Kalau kita tidak yakin den­gan infor­masi yang diter­i­ma, sebaiknya jan­gan dise­barkan. Lebih baik men­cari klar­i­fikasi melalui sum­ber res­mi, baik dari pemer­in­tah, aparat, atau media yang kred­i­bel,” tam­bah Noven­dra.

Langkah ini diang­gap efek­tif untuk mence­gah penye­baran hoaks. Den­gan begi­tu, poten­si ker­icuhan dap­at ditekan sejak dini.

Dalam demokrasi, keber­adaan Mahkamah Kon­sti­tusi adalah pilar pent­ing untuk men­ja­ga kead­i­lan dan kepas­t­ian hukum. Oleh kare­na itu, apa pun hasil kepu­tu­san­nya, masyarakat dim­inta untuk mener­i­ma den­gan sikap dewasa.

Kapol­res Bar­i­to Utara menekankan bah­wa meno­lak atau tidak meng­hor­mati putu­san MK jus­tru berpoten­si menim­bulkan masalah baru. Seba­liknya, den­gan mener­i­ma putu­san secara lapang dada, sta­bil­i­tas negara dan daer­ah bisa tetap ter­ja­ga.

  Chat Singkat, Polemik Panjang

Selain itu, aparat kea­manan juga menekankan pent­ingnya seman­gat per­sat­u­an. Perbe­daan pan­dan­gan poli­tik atau hukum tidak boleh mem­bu­at masyarakat ter­pec­ah.

“Keber­samaan dan per­sat­u­an harus kita uta­makan. Jan­gan sam­pai perbe­daan pen­da­p­at jus­tru diman­faatkan pihak yang tidak bertang­gung jawab untuk memec­ah belah kita,” ungkap Kapol­res melalui Kasi Humas.

Pol­res Bar­i­to Utara telah menyi­ap­kan sejum­lah langkah untuk men­gan­tisi­pasi poten­si gang­guan kea­manan. Beber­a­pa di antaranya adalah:

1. Koor­di­nasi den­gan TNI dan Pemer­in­tah Daer­ah – untuk mem­perku­at sin­er­gi dalam men­ja­ga kea­manan.

2. Peman­tauan Aktiv­i­tas Media Sosial – guna mende­tek­si dini isu-isu pro­vokatif atau hoaks yang menye­bar.

3. Meng­in­ten­sifkan Patroli – di titik-titik rawan keru­mu­nan atau poten­si kon­flik.

4. Mengge­lar Sosial­isasi – melalui tokoh masyarakat, tokoh aga­ma, hing­ga organ­isasi kepe­mu­daan.

Langkah-langkah terse­but dihara­p­kan mam­pu mence­gah ter­jadinya eskalasi kon­flik.

Pada akhirnya, Kapol­res Bar­i­to Utara berharap selu­ruh masyarakat tetap men­ja­ga suasana damai di lingkun­gan­nya mas­ing-mas­ing. Den­gan begi­tu, sta­bil­i­tas daer­ah tetap ter­peli­hara, dan masyarakat dap­at berak­tiv­i­tas tan­pa gang­guan.

“Den­gan seman­gat keber­samaan, kita pasti bisa melalui momen­tum ini den­gan baik. Mari kita tun­jukkan bah­wa masyarakat Bar­i­to Utara mam­pu men­ja­ga kedama­ian dan per­sat­u­an,” pungkas Noven­dra.

Imbauan Pol­res Bar­i­to Utara ini mencer­minkan komit­men aparat untuk selalu men­ja­ga ketert­iban di ten­gah dinami­ka sosial-poli­tik. Namun, tan­pa kesadaran dan par­tisi­pasi masyarakat, upaya terse­but tidak akan opti­mal.

Masyarakat Bar­i­to Utara kini dihadap­kan pada pil­i­han: ikut men­ja­ga kea­manan den­gan cara mena­han diri dari pro­vokasi dan hoaks, atau jus­tru ter­je­bak dalam arus infor­masi yang menye­satkan.

Jika selu­ruh pihak mam­pu menyikapi den­gan bijak, maka suasana aman, damai, dan kon­dusif akan tetap ter­ja­ga, sesuai den­gan hara­pan bersama. (Hendryanus).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *