Terupdate

Seperti Apa Aceh di Tangan Dua Mantan Combatan GAM Kedepan?

839
×

Seperti Apa Aceh di Tangan Dua Mantan Combatan GAM Kedepan?

Sebarkan artikel ini

Ban­da Aceh, SniperNew.id ‑Feb­ru­ari 2025 dalam sidang paripur­na DPRA (Dewan Per­wak­i­lan Raky­at Aceh) Muza­kir Man­af dan Fadhlul­lah res­mi dilan­tik seba­gai guber­nur dan wak­il guber­nur Aceh peri­ode tahun 2025–2029
Ked­u­anya meru­pakan man­tan pemimpin ger­akan Aceh merde­ka atau GAM di mana Muza­kir Man­af yang akrab dis­apa Mualem meru­pakan man­tan pan­gli­ma GAM dan Fadhlul­lah meru­pakan man­tan koman­dan operasi GAM wilayah Pidie.

Sete­lah pelan­tikan terse­but layak kita nan­ti kak akan seper­ti apa Aceh di tan­gan ked­ua pan­gli­ma di mana raky­at Aceh san­gat menan­tikan akankah ada peruba­han besar yang dilakukan atau jus­tru ada tan­ta­n­gan-tan­ta­n­gan berat bagi ked­u­anya untuk menye­im­bangkan berba­gai aspek ter­ma­suk ekono­mi poli­tik sosial dan yang teruta­ma real­isasi uupa, seba­gai per­wu­ju­dan dari per­dama­ian Aceh.

Muza­kir Man­af adalah man­tan pan­gli­ma GAM yang pada tahun 2002 meng­gan­tikan tungku Abdul­lah Syafi’i yang syahid dalam sebuah pertem­pu­ran di per­buk­i­tan Jim Jim Pidie jaya iya juga meru­pakan ket­ua umum par­tai Aceh par­tai lokal yang sela­ma ini banyak menaun­gi para man­tan kom­bat­an GAM, sebelum­nya Muza­kir Man­af juga meru­pakan man­tan wak­il guber­nur Aceh peri­ode 2012–2017 di mana ia men­dampin­gi man­tan menteri kese­hatan GAM Zai­ni Abdul­lah, pada tahun 2017 ia maju seba­gai calon guber­nur didampin­gi oleh ta Khalid tetapi kalah oleh pasan­gan Irwan­di Yusuf dan Nova iri­an­syah.

  Unggahan Facebook Luruskan Stigma Kelam Suku Dayak Nusantara

Semen­tara Fad­hul­lah adalah man­tan koman­dan operasi gam wilayah Pidie, ia meru­pakan anggota DPR RI dari par­tai Gerindra sela­ma dua peri­ode 2014–2019 dan 2019–2024 , ia juga meru­pakan ket­ua DPD par­tai Gerindra Aceh.

Den­gan pen­gala­man yang dim­i­li­ki ked­ua eks Kom­bat­an di dunia militer di masa di dunia poli­tik dan pemer­in­ta­han muncul per­tanyaan akan seper­ti apa Aceh di tan­gan ked­ua pan­gli­ma?

Secara ekono­mi Aceh pada saat ini men­gala­mi pen­ingkatan posi­tif pada tri­wu­lan keti­ga tahun 2024 per­tum­buhan ekono­mi Aceh men­ca­pai 5,17%, akan tetapi tan­ta­n­gan besar masih akan dihadapi oleh guber­nur dan wak­il guber­nur yang baru kede­pan­nya di mana akan ada penu­runan alokasi dana otono­mi khusus dan pada tahun 2027 seper­ti yang telah dite­tap­kan dana reken­ing khusus untuk Aceh akan dihen­tikan, selain itu masih tingginya kemiski­nan dan ketim­pan­gan ekono­mi yang ter­ja­di di kalan­gan raky­at Aceh di mana ini men­ja­di sebuah per­masala­han pent­ing yang harus dis­e­le­saikan ked­u­anya den­gan men­cari sum­ber pen­da­p­atan baru bagi APBA (anggaran pen­da­p­atan belan­ja Aceh) untuk menu­tupi keku­ran­gan yang dit­ing­galkan dana Otsus, pengem­ban­gan sek­tor pari­wisa­ta dan per­tan­ian juga pen­ingkatan SDM per­lu dilakukan untuk mem­ber­dayakan ekono­mi ser­ta men­cip­takan iklim inves­tasi yang kon­dusif untuk kepas­t­ian per­tum­buhan ekono­mi bagi Aceh yang memi­li­ki poten­si san­gat besar namun belum dikem­bangkan den­gan mak­si­mal baik itu di bidang pariwisata,perikanan dan sum­ber daya alam.

  Profil Lengkap Camat Banyumas Kabupaten Pringsewu, Zainal Abidin, S.Pd., M.M.: Kiprah Kepemimpinan dan Kontribusi Untuk Pembangunan Daerah

Dari segi infra­struk­tur kon­disi infra­struk­tur Aceh pada hari ini menun­jukkan perkem­ban­gan sig­nifikan , hing­ga Okto­ber 2024 telah diresmikan 24 ruas jalan dan jem­bat­an 14 kabu­pat­en kota yang akan meningkatkan mobil­i­tas dalam kegiatan ekono­mi masyarakat hal ini yang nan­ti­nya per­lu dilan­jutkan dan dit­ingkatkan dan per­lun­ya pen­ingkatan di beber­a­pa infra­struk­tur lain Kare­na pada dasarnya infra­struk­tur yang men­dukung kegiatan ekono­mi masyarakat tidak hanya jalan dan jem­bat­an tapi juga ada beber­a­pa infra­struk­tur lain baik di bidang fisik sosial maupun ener­gi.

Selain itu dinami­ka poli­tik dan sta­bil­i­tas sosial antara pemer­in­tah Aceh dan pemer­in­tah pusat juga per­lu dija­ga dan dit­ingkatkan agar tidak ter­ja­di kete­gan­gan, kedekatan ked­u­anya den­gan pres­i­den Prabowo Subianto men­ja­di modal besar dalam men­ja­ga terse­but di mana dalam pemil­i­han pres­i­den 2024 Muza­kir Man­af bersama par­tai Aceh men­dukung pasan­gan Prabowo dan Gibran begi­tu pula den­gan Fadhlul­lah yang meru­pakan kad­er par­tai Gerindra par­tai yang mewak­ili Prabowo seba­gai calon pres­i­den.

  Parkir Liar Warnai Pergantian Tahun Baru Medan

Aspek keis­time­waan dan imple­men­tasi syari­at Islam di Aceh di mana kebi­jakan pemimpin Aceh ten­tang keis­time­waan dan pen­er­a­pan syari­at Islam akan men­ja­di sebuah langkah besar ke depan bagi Aceh yang dise­but seba­gai Ser­am­bi Mekkah hanya seper­ti yang kita ketahui pada saat ini akan ter­ja­di banyak pelang­garan-pelang­garan syari­at Islam dan juga kurangnya per­ha­t­ian ter­hadap keis­time­waan yang dim­i­li­ki Aceh baik itu dari pemer­in­tah Aceh sendiri maupun pemer­in­tah pusat.

Den­gan pen­gala­man ked­u­anya seba­gai pan­gli­ma dan juga pen­gala­man di bidang per­poli­tikan dan pemer­in­ta­han mam­pukah ked­ua pan­gli­ma mem­bawa Aceh yang lebih baik dan memas­tikan jutaan raky­at Aceh men­da­p­atkan man­faat dari kepemimp­inan­nya dan mem­berikan kema­juan di berba­gai bidang atau mem­bawa Aceh ter­pu­ruk lebih dalam di berba­gai aspek.
Kini, bola ada di tan­gan dua pan­gli­ma ini. Raky­at Aceh menaruh hara­pan besar pada kepemimp­inan mere­ka untuk mem­bawa peruba­han yang nya­ta.

Tan­ta­n­gan­ber­at menan­ti, namun den­gan kebi­jakan yang tepat dan visi yang jelas, Aceh bisa bangk­it dan men­ja­di lebih maju.

Namun, sejarah akan men­ja­di hakim. Apakah Muza­kir Man­af dan Fad­hul­lah akan dike­nang seba­gai pemimpin yang mem­bawa Aceh menu­ju kejayaan, atau jus­tru men­ja­di bagian dari kepemimp­inan yang gagal men­jawab hara­pan raky­at? Wak­tu yang akan men­jawab. (Abdul Man­af)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *