Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Dr.Iswadi .M.Pd Kritik Manajemen Tata Kelola ‚Kemendikti dan Saintek

473
×

Dr.Iswadi .M.Pd Kritik Manajemen Tata Kelola ‚Kemendikti dan Saintek

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta ‑SniperNew.id — Pendiri Pejuang Pen­didikan Indone­sia Dr. Iswa­di, M.Pd. men­gatakan Pen­didikan ting­gi di Indone­sia, teruta­ma dalam bidang ilmu penge­tahuan, teknolo­gi, dan seni (Sain­tek), terus meng­hadapi tan­ta­n­gan dalam hal pen­gelo­laan dan tata kelo­la yang efisien. Salah satu sosok yang mem­berikan per­ha­t­ian kri­tis ter­hadap hal ini adalah Dr. Iswa­di, M.Pd, seo­rang Akademisi terke­mu­ka yang berper­an aktif dalam mem­berikan gagasan untuk mem­per­bai­ki kual­i­tas pen­didikan ting­gi di Indone­sia. Dalam berba­gai kesem­patan, beli­au telah menyam­paikan kri­tik ter­hadap tata kelo­la dan man­a­je­men Kementer­ian Pen­didikan, Kebu­dayaan, Riset, dan Teknolo­gi (Kemendik­ti Sain­tek), khusus­nya men­ge­nai alokasi tun­jan­gan kin­er­ja (Tukin) bagi dosen .Hal terse­but dis­am­paikan , Dr. Iswa­di, M. Pd. kepa­da wartawan, Ming­gu 12 Jan­u­ari 2025

Alum­ni Pro­gram Dok­toral Man­a­je­men Pen­didikan Uni­ver­si­tas Negeri Jakar­ta terse­but menge­mukakan bah­wa salah satu per­masala­han uta­ma dalam pen­gelo­laan tukin adalah keti­dak­se­im­ban­gan antara kin­er­ja dosen den­gan kom­pen­sasi yang diter­i­ma. Menu­rut­nya, meskipun banyak dosen yang sudah berkon­tribusi mak­si­mal dalam pros­es pen­didikan, riset, dan pengab­di­an kepa­da masyarakat, sis­tem pem­ber­ian tukin yang ada saat ini belum sepenuh­nya mencer­minkan kin­er­ja terse­but. Keti­dak­sesua­ian antara kin­er­ja dosen dan pem­ber­ian tukin ini men­cip­takan keti­dakpuasan yang cukup besar di kalan­gan dosen. Seba­gai con­toh, dosen yang memi­li­ki beban ker­ja yang berat, baik dalam hal pen­ga­jaran, penelit­ian, maupun pengab­di­an masyarakat, terkadang tidak men­da­p­atkan imbal­an yang setim­pal, semen­tara dosen den­gan beban ker­ja yang lebih ringan bisa men­da­p­atkan tun­jan­gan yang lebih ting­gi.

  Tingkatkan kesiapsiagaan Anggota, Polres Pekalongan Gelar Pelatihan Sispam Mako

Selain itu, Dr. Iswa­di juga meny­oroti masalah transparan­si dalam mekanisme dis­tribusi tukin. Menu­rut­nya, pen­gelo­laan tukin yang tidak transparan berpoten­si menim­bulkan keti­dakadi­lan, yang pada akhirnya dap­at merusak moti­vasi dosen untuk beri­no­vasi dan meningkatkan kual­i­tas pen­ga­jaran ser­ta penelit­ian. Dalam pan­dan­gan­nya, sis­tem peni­la­ian kin­er­ja dosen harus lebih jelas dan terukur, ser­ta harus meli­batkan eval­u­asi yang objek­tif, sehing­ga peng­har­gaan beru­pa tukin dap­at diberikan secara adil sesuai den­gan prestasi yang dica­pai oleh mas­ing-mas­ing dosen.

Terkait den­gan hal ini, Dr. Iswa­di juga mengkri­tik sis­tem man­a­je­men Kemendik­ti Sain­tek yang terke­san birokratis dan lam­bat dalam mere­spons peruba­han ser­ta kebu­tuhan dunia pen­didikan ting­gi yang terus berkem­bang. Salah satu masalah uta­ma yang beli­au iden­ti­fikasi adalah kurangnya koor­di­nasi antara pusat dan daer­ah dalam hal kebi­jakan pen­didikan ting­gi, yang berdampak pada imple­men­tasi yang tidak mer­a­ta di selu­ruh Indone­sia. Hal ini tidak hanya mem­pen­garuhi kual­i­tas pen­didikan, tetapi juga dis­tribusi sum­ber daya yang ada, ter­ma­suk dalam hal tukin.

  Lintas TV Sulsel Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Perekrutan Kabiro di Sulsel

Di samp­ing itu, Dr. Iswa­di juga menekankan pent­ingnya keber­lan­ju­tan dan kon­sis­ten­si dalam kebi­jakan yang dit­er­ap­kan. Menu­rut­nya, kebi­jakan yang ser­ing berubah-ubah atau tidak ter­in­te­grasi den­gan baik ser­ing kali mem­bin­gungkan dan meng­ham­bat efek­tiv­i­tas ker­ja dosen. Hal ini berpoten­si menu­runk­an moti­vasi dosen untuk mem­berikan kon­tribusi mak­si­mal dalam bidang pen­didikan, penelit­ian, dan pengab­di­an kepa­da masyarakat. Dalam kon­teks ini, beli­au men­yarankan agar Kemendik­ti Sain­tek melakukan eval­u­asi menyelu­ruh ter­hadap kebi­jakan yang ada dan melakukan per­baikan yang berba­sis pada prin­sip kead­i­lan dan keber­lan­ju­tan.

Selain kri­tik ter­hadap masalah tukin dan man­a­je­men Kemendik­ti Sain­tek, Dr. Iswa­di juga mem­berikan beber­a­pa rekomen­dasi terkait tata kelo­la yang lebih baik untuk mema­jukan pen­didikan ting­gi di Indone­sia. Per­ta­ma, beli­au men­dorong adanya sis­tem peni­la­ian kin­er­ja dosen yang lebih objek­tif dan berba­sis pada hasil nya­ta, baik dalam bidang pen­ga­jaran, penelit­ian, maupun pengab­di­an. Hal ini pent­ing untuk memas­tikan bah­wa seti­ap dosen yang berprestasi akan dihar­gai sesuai den­gan kon­tribusinya.

Ked­ua, beli­au juga men­gusulkan agar Kemendik­ti Sain­tek lebih respon­sif ter­hadap kebu­tuhan dunia pen­didikan ting­gi, baik dalam hal pen­ingkatan kual­i­tas pem­be­la­jaran, fasil­i­tas pen­dukung, maupun pem­ber­ian insen­tif yang adil. Dosen seba­gai gar­da ter­de­pan dalam pros­es pen­didikan harus men­da­p­atkan dukun­gan yang opti­mal, sehing­ga mere­ka dap­at mem­berikan yang ter­baik bagi maha­siswa dan masyarakat.

  Haru dan Gembira, Ribuan P3K dilantik Bupati Sabar AS

Keti­ga, terkait den­gan sis­tem man­a­je­men dan tata kelo­la, Dr. Iswa­di men­yarankan agar Kemendik­ti Sain­tek mem­perku­at sis­tem komu­nikasi dan koor­di­nasi antara pusat dan daer­ah. Kebi­jakan yang dit­er­ap­kan harus bisa dijalankan secara kon­sis­ten dan mer­a­ta di selu­ruh Indone­sia, sehing­ga tidak ada ketim­pan­gan dalam pen­gelo­laan sum­ber daya pen­didikan.

Dr. Iswa­di berharap tata kelo­la dan man­a­je­men Kemendik­ti Sain­tek men­garah pada upaya untuk mem­per­bai­ki sis­tem pen­didikan ting­gi di Indone­sia. Beli­au menginginkan adanya kebi­jakan yang lebih adil, transparan, dan berba­sis pada hasil yang nya­ta. Den­gan adanya per­baikan dalam sis­tem pem­ber­ian tukin, peni­la­ian kin­er­ja dosen, dan koor­di­nasi yang lebih baik antara pusat dan daer­ah, dihara­p­kan kual­i­tas pen­didikan ting­gi di Indone­sia dap­at meningkat secara sig­nifikan. Selain itu Dr. Iswa­di, M.Pd meng­hara­p­kan Kementer­ian Pen­didikan, Kebu­dayaan, Riset, dan Teknolo­gi (Kemendik­bu­dris­tek) segera mem­ba­yar tun­jan­gan kin­er­ja (tukin) bagi dosen ASN (Aparatur Sip­il Negara). Hal ini berkai­tan den­gan keluhan dosen terkait keter­lam­bat­an pem­ba­yaran tukin yang seharus­nya men­ja­di hak mere­ka seba­gai bagian dari peng­hasi­lan tam­ba­han.

Tukin meru­pakan insen­tif yang diberikan seba­gai ben­tuk peng­har­gaan atas kin­er­ja dosen dalam melak­sanakan tugas­nya di insti­tusi pen­didikan. Keter­lam­bat­an pem­ba­yaran tukin ser­ing kali men­ja­di isu yang menim­bulkan keti­dakpuasan di kalan­gan dosen.
Kaper­wil Aceh/af.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *