Jakarta, SniperNew.id — Harga buah durian di berbagai daerah di Indonesia mengalami penurunan drastis selama musim panen tahun 2025. Penurunan ini terjadi akibat melimpahnya hasil panen durian dari berbagai sentra produksi utama seperti Medan, Palembang, Lampung, dan Kalimantan Barat, Senin (9/6/25).
Harga durian anjlok hingga 40–60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di pasar tradisional dan pinggir jalan, durian lokal jenis montong yang sebelumnya dijual Rp90.000–Rp120.000 per buah kini hanya dihargai Rp40.000–Rp60.000. Bahkan durian kampung dijual mulai Rp15.000 per buah.
Penurunan harga ini membawa dampak besar bagi petani durian, khususnya di Sumatera dan Kalimantan yang merupakan daerah penghasil utama. Banyak petani mengaku merugi karena biaya perawatan pohon dan distribusi tidak sebanding dengan harga jual saat ini.
Di sisi lain, konsumen justru menyambut gembira fenomena ini. Penurunan harga membuat durian lebih terjangkau bagi masyarakat luas.
Fenomena turunnya harga mulai terasa sejak awal Mei 2025 dan diperkirakan berlangsung hingga akhir Juli 2025, mengikuti puncak musim panen durian di sebagian besar wilayah Indonesia.
Di mana saja terjadi penurunan harga?
Daerah yang paling merasakan dampak penurunan harga adalah sentra-sentra produksi seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Deli Serdang. Bahkan di kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, harga durian ikut turun karena pasokan melimpah.
Dalam hal ini disebabkan:
1. Curah hujan dan iklim yang mendukung telah meningkatkan produktivitas panen tahun ini secara signifikan.
2. Kurangnya diversifikasi pasar ekspor, karena beberapa negara tujuan seperti China dan Malaysia memberlakukan pembatasan impor sementara.
3. Distribusi yang belum merata, menyebabkan penumpukan stok di tingkat petani dan pedagang lokal.
Pemerintah tengah berupaya mengatasi dampak ini melalui beberapa kebijakan:
Mendorong ekspor durian ke pasar alternatif seperti Timur Tengah dan negara-negara Asia Selatan.
Membuka kerjasama dengan pelaku industri makanan dan minuman untuk menyerap durian sebagai bahan baku olahan.
Memberikan bantuan subsidi transportasi bagi petani untuk memperluas jangkauan distribusi.
Sementara itu, beberapa kelompok petani telah mulai menginisiasi program hilirisasi durian seperti produksi es krim, dodol, dan keripik durian agar nilai jual tetap terjaga.
Penutup:
Situasi ini menjadi pengingat pentingnya diversifikasi produk, stabilisasi pasar, serta dukungan teknologi pasca-panen agar para petani tidak terus dirugikan oleh fluktuasi harga tahunan.
Editor: (red)



















