Sukabumi, SniperNew.id - 4 Agustus 2025 Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tambang di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (4/8/2025). Kunjungan tersebut mengejutkan banyak pihak, terutama para sopir truk, penambang, hingga pejabat setempat yang sedang berada di lokasi.
Sidak ini dilakukan Gubernur Dedi Mulyadi sebagai respons cepat atas temuan maraknya aktivitas kendaraan berat jenis Truk Odol (Over Dimension Over Load) yang melintas di wilayah Sukabumi. Truk-truk tersebut diketahui membawa muatan berlebih yang dapat merusak infrastruktur jalan serta membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Dalam unggahan akun media sosial @infosukabumi_, disebutkan bahwa kunjungan Gubernur Dedi dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. “Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lakukan inspeksi mendadak ke lokasi tambang di Cibadak Sukabumi pada Senin, 4 Agustus 2025,” tulis akun tersebut.
Kehadiran orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat itu sontak membuat para penambang, sopir truk, serta sejumlah pejabat setempat terkejut. Video yang turut diunggah memperlihatkan suasana sidak yang berlangsung di tengah area tambang yang dipenuhi truk-truk besar. Dalam rekaman tersebut, tampak Dedi Mulyadi berdialog langsung dengan para sopir dan pekerja tambang, didampingi beberapa staf dan wartawan.
Dalam salah satu cuplikan, terlihat truk berwarna hijau yang tengah berhenti di area tambang. Dedi terlihat aktif berdiskusi dan memberi arahan di tengah kerumunan warga dan pekerja. Beberapa sopir tampak menunduk atau memberikan jawaban singkat ketika ditanya oleh Gubernur. Ada pula yang tampak gelisah dan menghindari tatapan kamera.
Masalah truk odol bukan hal baru di Jawa Barat, khususnya Sukabumi yang merupakan jalur lintas utama menuju wilayah selatan dan pesisir. Kendaraan bertonase berat ini seringkali melebihi kapasitas jalan, menyebabkan kerusakan parah seperti aspal mengelupas, jalan berlubang, hingga longsor di titik rawan.
Pemerintah provinsi telah lama mengeluarkan peringatan dan larangan terkait penggunaan truk odol. Namun, pengawasan yang minim serta lemahnya penegakan hukum membuat praktik ini tetap berlangsung. Tambang-tambang di Sukabumi, terutama yang beroperasi di daerah perbukitan dan pedalaman, menjadi salah satu sumber utama aktivitas truk-truk besar tersebut.
Dengan sidak ini, Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk menertibkan aktivitas tambang ilegal serta menindak tegas pelanggaran oleh armada truk odol. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya reformasi tata kelola pertambangan dan transportasi di Jawa Barat.
“Kita tidak ingin jalan-jalan di Sukabumi hancur karena truk yang over muatan. Kita juga tidak ingin tambang-tambang ini dikelola tanpa izin atau tanpa memperhatikan keselamatan dan lingkungan,” ujar Dedi dalam salah satu wawancara singkat yang turut diunggah melalui akun media sosial pendukungnya.
Kabar sidak ini dengan cepat menyebar di kalangan warganet dan warga Sukabumi. Banyak yang memberikan dukungan dan apresiasi atas langkah tegas Gubernur. “Akhirnya ada tindakan nyata dari pemerintah,” komentar salah satu warganet. Ada pula yang menuntut agar tidak hanya dilakukan sidak, tetapi juga penutupan tambang-tambang ilegal yang terbukti melanggar hukum.
Sementara itu, sebagian warga yang berada di sekitar lokasi tambang berharap agar pemerintah juga memperhatikan nasib para penambang rakyat dan sopir yang menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut. Mereka meminta agar ada solusi jangka panjang, seperti legalisasi tambang rakyat, pelatihan, atau alternatif ekonomi lain yang lebih berkelanjutan.
Menurut keterangan dalam unggahan @infosukabumi_, informasi ini bersumber dari SukabumiSatu dan dokumentasi video berasal dari akun Sukabumi Facebook. Video tersebut memperlihatkan suasana nyata di lapangan saat sidak berlangsung. Terlihat beberapa awak media turut meliput momen tersebut, mengabadikan interaksi Gubernur Dedi Mulyadi dengan para pelaku usaha tambang dan pengemudi.
Sontak, dokumentasi itu menjadi viral dan memancing diskusi hangat di media sosial. Tagar seperti #Sukabumi, #dedimulyadi, dan #tambangsukabumi pun menjadi populer di jagat maya Jawa Barat.
Sampai saat ini, belum ada informasi resmi apakah sidak ini akan langsung ditindaklanjuti dengan penutupan tambang atau pengenaan sanksi bagi truk-truk yang melanggar aturan. Namun, Dedi Mulyadi memastikan akan segera menggelar rapat koordinasi bersama Dinas ESDM, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP untuk menyiapkan langkah tegas berikutnya.
“Penertiban tidak hanya selesai di lokasi. Kita akan periksa izin, distribusi, dan keterlibatan pihak-pihak lain. Semua harus sesuai hukum,” tegasnya.
Masyarakat Sukabumi kini menunggu hasil konkret dari sidak tersebut. Mereka berharap langkah ini bukan sekadar pencitraan sesaat, tetapi menjadi awal dari penataan yang lebih baik terhadap aktivitas tambang dan transportasi di wilayah mereka. (Ril)













