Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Gepak Lampung Desak Tuntaskan Kasus Narkoba Grand Mercure

257
×

Gepak Lampung Desak Tuntaskan Kasus Narkoba Grand Mercure

Sebarkan artikel ini

Ban­dar Lam­pung, SniperNew.id  – Ger­akan Pem­ban­gu­nan Anti Korup­si (Gepak) Lam­pung kem­bali mene­gaskan komit­men­nya untuk terus men­gaw­al penun­tasan kasus narko­ba yang meny­eret sejum­lah nama dari peng­gere­bekan di Hotel Grand Mer­cure, Ban­dar Lam­pung. Aksi damai terse­but berlang­sung di depan kan­tor Badan Narkoti­ka Nasion­al Provin­si (BNNP) Lam­pung den­gan meli­batkan mas­sa yang ter­gabung dalam Alian­si Anti Narko­ba, Selasa (16/09/2025).

Ket­ua Umum Gepak Lam­pung, Wahyu­di, dalam orasinya menyam­paikan bah­wa per­juan­gan ini bukan hanya soal menun­tut kead­i­lan, tetapi juga ten­tang men­ja­ga mar­wah Provin­si Lam­pung seba­gai daer­ah yang harus ter­be­bas dari anca­man narko­ba. Ia menekankan, aksi ini dilakukan den­gan tert­ib dan damai agar tidak menim­bulkan gesekan den­gan aparat kepolisian.

“Kami ingin aksi ini tetap ber­jalan tert­ib. Mar­wah Guber­nur Lam­pung harus dija­ga, kare­na beli­au sudah men­ja­di con­toh bagi provin­si lain bah­wa aksi di Lam­pung selalu kon­dusif. Saya berharap mas­sa tetap men­ja­ga ketert­iban sehing­ga tidak berben­tu­ran den­gan aparat kepolisian,” ujar Wahyu­di.

Dalam kesem­patan itu, Wahyu­di juga men­gungkap fak­ta baru men­ge­nai operasi yang dilakukan di Hotel Grand Mer­cure beber­a­pa wak­tu lalu. Menu­rut­nya, operasi terse­but meli­batkan lang­sung seo­rang peja­bat BNNP Lam­pung, yakni Kombes Pol Yonce, yang terny­a­ta bertu­gas seba­gai ket­ua tim operasi.

“Kami buka di sini, bah­wa Kombes Yonce ikut ter­li­bat sekali­gus men­ja­di ket­ua operasi dalam kasus ini,” ungkap Wahyu­di di hada­pan mas­sa aksi.

Perny­ataan Wahyu­di ini son­tak menim­bulkan per­ha­t­ian pub­lik. Tidak lama berse­lang, Kombes Pol Yonce akhirnya mem­berikan klar­i­fikasi dan mem­be­narkan bah­wa dirinya memang ditun­juk seba­gai ket­ua operasi dalam peng­gere­bekan terse­but.

  Bupati Pesawaran Hadiri Pengajian Akbar Muslimat NU Tegineneng

“Benar, saya adalah ket­ua tim dalam operasi terse­but. Dari kegiatan kemarin, BNN kem­bali melakukan tin­dak lan­jut dan berhasil menga­mankan tujuh orang ter­sang­ka,” jelas Yonce.

Menu­rut Yonce, dari hasil operasi terse­but seharus­nya BNN juga men­e­mukan barang buk­ti dalam jum­lah besar. Ia menye­butkan ada indikasi keber­adaan 13 kilo­gram sabu dan 10 ribu butir ekstasi yang berkai­tan den­gan jaringan narko­ba terse­but.

Kasus narko­ba yang ter­ja­di di Hotel Grand Mer­cure ini men­ja­di sorotan luas masyarakat Lam­pung, ter­lebih kare­na diduga meli­batkan sejum­lah pen­gu­rus Him­punan Pen­gusa­ha Muda Indone­sia (HIPMI) Lam­pung. Gepak Lam­pung bersama alian­si masyarakat sip­il meni­lai, kasus ini tidak boleh ditan­gani seten­gah hati.

Wahyu­di mene­gaskan bah­wa pihaknya akan terus menekan aparat pene­gak hukum, khusus­nya BNNP Lam­pung dan kepolisian, agar benar-benar menun­taskan kasus hing­ga ke akar.

“Kami tidak ingin kasus ini hanya berhen­ti pada pelaku lapan­gan. Kami mende­sak agar aparat men­gungkap sia­pa saja aktor di balik peredaran narko­ba ini, ter­ma­suk bila ada oknum dari kalan­gan peja­bat atau pen­gusa­ha yang ter­li­bat,” kata Wahyu­di.

Menu­rut­nya, Lam­pung sela­ma ini dike­nal seba­gai salah satu daer­ah rawan narko­ba kare­na posisinya yang strate­gis seba­gai jalur lin­tas Sumat­era. Oleh sebab itu, ia meni­lai aparat harus lebih serius dalam melakukan pence­ga­han dan penin­dakan.

Di sisi lain, Wahyu­di mem­berikan instruk­si kepa­da selu­ruh mas­sa aksi agar tidak ter­panc­ing pro­vokasi. Ia mengin­gatkan bah­wa tujuan uta­ma aksi ini adalah men­gaw­al kasus, bukan men­cip­takan keribu­tan.

Alian­si Anti Narko­ba yang ter­diri dari berba­gai organ­isasi masyarakat, maha­siswa, dan aktivis sep­a­kat untuk tetap men­ja­ga ketert­iban. Hal ini juga untuk meng­hor­mati ara­han Guber­nur Lam­pung yang mem­inta seti­ap ben­tuk aspi­rasi pub­lik dis­am­paikan den­gan damai.

  GPIB PEDULI Bencana Banjir di Sumatera

Aksi terse­but berlang­sung den­gan pen­gawalan ketat aparat kepolisian dan BNNP Lam­pung. Mas­sa mem­bawa span­duk dan poster berisi tun­tu­tan agar penan­ganan kasus narko­ba di Grand Mer­cure segera ditun­taskan.

Kasus peng­gere­bekan di Hotel Grand Mer­cure dise­but seba­gai salah satu pen­gungka­pan besar tahun ini di Lam­pung. Selain meli­batkan orang-orang den­gan latar belakang pen­gusa­ha muda, jum­lah barang buk­ti yang dise­butkan juga cukup fan­tastis.

Infor­masi soal 13 kilo­gram sabu dan 10 ribu butir ekstasi, jika benar adanya, menun­jukkan bah­wa jaringan yang bermain bukan­lah kelas kecil. Angka terse­but setara den­gan mil­iaran rupi­ah nilai peredaran narko­ba yang bisa meng­han­curkan gen­erasi muda.

Menu­rut catatan BNN, 1 kilo­gram sabu bisa merusak lebih dari 5.000 jiwa, semen­tara 10 ribu butir ekstasi bisa menyasar ribuan peng­gu­na. Den­gan kata lain, operasi di Grand Mer­cure telah menye­la­matkan puluhan ribu orang dari jer­atan narko­ba.

Mes­ki BNNP Lam­pung sudah meny­atakan keber­hasi­lan dalam menga­mankan tujuh orang ter­sang­ka, pub­lik masih menaruh tan­da tanya besar. Beber­a­pa kalan­gan meni­lai per­lu adanya keter­bukaan lebih lan­jut, baik terkait sia­pa saja yang ditangkap maupun perkem­ban­gan penyidikan.

Gepak Lam­pung menye­but, transparan­si san­gat pent­ing untuk menghin­dari speku­lasi dan kecuri­gaan masyarakat.

“Jan­gan sam­pai ada kesan kasus ini ditut­up-tutupi. Kami mem­inta BNNP dan kepolisian mem­berikan infor­masi jelas kepa­da pub­lik agar masyarakat per­caya bah­wa hukum dite­gakkan secara adil,” ujar Wahyu­di.

Keter­li­batan pen­gu­rus HIPMI Lam­pung dalam kasus ini juga memicu perde­batan. Organ­isasi pen­gusa­ha muda yang sela­ma ini dike­nal seba­gai wadah kreativ­i­tas dan jaringan bis­nis, kini ikut ter­coreng kare­na dugaan keter­li­batan anggotanya dalam peredaran narko­ba.

Pub­lik menun­tut agar HIPMI bersikap tegas ter­hadap anggotanya yang ter­buk­ti bersalah. Jika tidak, maka nama besar organ­isasi terse­but akan semakin tergerus.

  Unggahan Pengingat di Tengah Bencana: Warganet Ajak Rendah Hati dan Peduli Sesama

Sejum­lah aktivis maha­siswa bahkan mende­sak HIPMI Lam­pung untuk melakukan klar­i­fikasi ter­bu­ka. Mere­ka meni­lai, organ­isasi itu harus menun­jukkan komit­men bah­wa narko­ba bukan bagian dari dunia usa­ha yang sehat.

Semen­tara itu, Pemer­in­tah Provin­si Lam­pung meny­atakan akan men­dukung penuh langkah BNN dalam pem­ber­an­tasan narko­ba. Guber­nur Lam­pung sebelum­nya sudah menekankan pent­ingnya men­ja­ga kon­du­siv­i­tas dan men­dukung aparat bek­er­ja mak­si­mal.

Pemer­in­tah daer­ah juga dise­but sedang mem­perku­at pro­gram pence­ga­han berba­sis masyarakat. Edukasi ten­tang bahaya narko­ba dilakukan di seko­lah-seko­lah, kam­pus, hing­ga komu­ni­tas masyarakat.

Kasus narko­ba Grand Mer­cure kini men­ja­di momen­tum bagi Lam­pung untuk mem­buk­tikan keseriu­san dalam perang melawan narko­ba. Jika kasus ini ditan­gani secara tun­tas, hal itu akan mem­berikan efek jera sekali­gus meningkatkan keper­cayaan pub­lik ter­hadap aparat pene­gak hukum.

Gepak Lam­pung berkomit­men tidak akan berhen­ti bersuara sam­pai kasus benar-benar jelas. Mere­ka juga men­ga­jak selu­ruh ele­men masyarakat untuk bersatu padu melawan narko­ba.

“Narko­ba adalah musuh bersama. Mari kita jadikan Lam­pung bersih dari narko­ba, den­gan men­gaw­al pene­gakan hukum dan ikut ser­ta dalam pence­ga­han,” pungkas Wahyu­di.

Aksi damai Gepak Lam­pung di depan kan­tor BNNP Lam­pung mene­gaskan bah­wa masyarakat sip­il tidak ting­gal diam meli­hat maraknya peredaran narko­ba. Fak­ta baru yang diungkap Wahyu­di menam­bah bobot desakan agar kasus Grand Mer­cure segera ditun­taskan tan­pa pan­dang bulu.

BNNP Lam­pung bersama kepolisian kini dihadap­kan pada tun­tu­tan besar: men­ja­ga transparan­si, memas­tikan kead­i­lan, ser­ta menun­jukkan komit­men penuh dalam pem­ber­an­tasan narko­ba.

Jika tidak, maka pub­lik akan terus menag­ih dan men­gawasi. Kare­na pada akhirnya, perang melawan narko­ba bukan hanya tang­gung jawab aparat, tetapi juga tang­gung jawab bersama selu­ruh masyarakat Lam­pung. (Sufiyawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *