Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Gegara Bakar Ranting Akibatnya Dua Hektar Lahan Terbakar 

452
×

Gegara Bakar Ranting Akibatnya Dua Hektar Lahan Terbakar 

Sebarkan artikel ini

Peka­lon­gan, SniperNew.id – Satu lahan selu­as 2Hektar, di Dukuh Sedran, Desa Sas­trodir­jan, Keca­matan Wono­pring­go Kabu­pat­en Peka­lon­gan ter­bakar, Kamis siang (29/08). peri­s­ti­wa terse­but dibenarkan oleh Kapolsek Wono­pring­go Iptu Cal­im saat dikon­fir­masi.

  Banjir di Banjar Tengading Karangasem Belum Surut, Warga Desak Bantuan Pompa

“Benar telah ter­ja­di kebakaran lahan milik Hasan (40) war­ga Desa Sas­trodir­jan sek­i­tar pukul 12.00 wib,” ujarnya.

Iptu. Cal­im men­je­laskan, peri­s­ti­wa beraw­al keti­ka kor­ban berusa­ha untuk mem­ber­sihkan lahan miliknya den­gan cara mem­bakar tumpukan rant­i­ng.

“Tan­pa dis­adari, api melu­as hing­ga mem­bakar lahan ham­pir selu­as 2Hektar miliknya,” terangnya.

  Kebakaran Rumah di Buahbatu, Bandung: Petugas Damkar Bergerak Cepat, Tidak Ada Korban Jiwa

Menge­tahui keja­di­an itu, kor­ban berusa­ha mem­inta ban­tu­an kepa­da tetang­ga dan mela­porkan kepa­da kepala Desa, dan selan­jut­nya menghubun­gi dinas Pemadam kebakaran dan juga pihak Kepolisian (Polsek Wono­pring­go).

Berkat ker­jasama petu­gas dan juga war­ga, api berhasil dipadamkan sek­i­tar pukul. 13.10 wib. Tidak ada kor­ban jiwa dalam keja­di­an itu, namun kor­ban men­gala­mi keru­gian sebe­sar Rp.20 juta.

  Pemuda Tewas Tersengat Listrik di Kebun, Keluarga Tuntut Pertanggungjawaban

Kapolsek Wono­pring­go Iptu Cal­im menghim­bau kepa­da war­ga untuk tidak mem­bakar sam­pah atau apapun secara sem­barangan dan mening­galkan lokasi pem­bakaran den­gan kon­disi api masih menyala.

“Jika ingin mem­bakar sesu­atu di lahan kosong atau mem­bakar sam­pah di lingkun­gan mas­ing-mas­ing, masyarakat hen­daknya melokalisasi secara aman agar tidak menim­bulkan kebakaran aki­bat ram­bat­an api dari pem­bakaran yang dilakukan terse­but,” pungkas­nya.
(Muji/humas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *