Berita Peristiwa

Gedung DPRD Solo Terbakar Usai Aksi Massa, Polisi Lakukan Penyelidikan

481
×

Gedung DPRD Solo Terbakar Usai Aksi Massa, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sebarkan artikel ini

Solo, SniperNew.id – Suasana Kota Solo pagi ini dike­jutkan den­gan kabar kebakaran di gedung Dewan Per­wak­i­lan Raky­at Daer­ah (DPRD) Kota Solo yang ter­ja­di dini hari. Peri­s­ti­wa ini ramai diperbin­cangkan war­ganet sete­lah sejum­lah foto dan video kon­disi ban­gu­nan pas­ca-kebakaran terse­bar di media sosial, Sab­tu (30/08).

Dalam sebuah ung­ga­han di plat­form Threads, akun @rocky_gerung__ mem­bagikan sebuah video berdurasi singkat yang mem­per­li­hatkan kon­disi gedung DPRD Solo. Dalam keteran­gan ung­ga­han terse­but, dit­ulis. “Kon­disi pagi ini gedung DPRD Kota Solo yang dini hari tadi dibakar oleh masa aksi.”

Video itu mem­per­li­hatkan suasana hala­man gedung den­gan sisa-sisa kebakaran. Bagian luar ban­gu­nan tam­pak hangus, atap lan­tai dua seba­gian besar ter­bakar, dan sejum­lah jen­dela pec­ah. Di area hala­man ter­li­hat dedau­nan berser­akan, sisa rant­i­ng, ser­ta genan­gan air bekas penyem­protan mobil pemadam kebakaran.

Peri­s­ti­wa kebakaran ini ter­ja­di pada dini hari, Sab­tu (30/8/2025), di gedung DPRD Kota Solo, Jawa Ten­gah. Menu­rut keteran­gan semen­tara dari beber­a­pa sak­si mata, kebakaran diduga ter­ja­di sete­lah aksi mas­sa yang berlang­sung sejak malam sebelum­nya. Hing­ga pagi hari, petu­gas pemadam kebakaran masih melakukan pending­i­nan untuk memas­tikan api tidak kem­bali menyala.

Mes­ki belum ada kon­fir­masi res­mi dari pihak kepolisian terkait penye­bab kebakaran, infor­masi awal menye­butkan kebakaran diduga dipicu aksi anarkis yang ter­ja­di saat mas­sa melakukan unjuk rasa.

Peri­s­ti­wa ini men­u­ai banyak komen­tar dari masyarakat, teruta­ma di media sosial. Beber­a­pa tangka­pan layar komen­tar war­ganet menun­jukkan reak­si beragam, mulai dari kri­tik, kepri­hati­nan, hing­ga sindi­ran. Berikut adalah kuti­pan lengkap komen­tar war­ganet yang muncul dalam ung­ga­han terse­but:

  CCTV Sahur: Rumah DPRD Bogor Nyaris Dibobol

1. purwanto_ahmed menulis.  “Ren­o­vasi gedung dg anggaran mil­iaran pastinya. Trs pelu­ang diko­rup­si, gt aja trs.”

Komen­tar ini meny­ing­gung poten­si anggaran ren­o­vasi yang diperki­rakan san­gat besar dan meny­oroti isu korup­si dalam proyek infra­struk­tur pemer­in­ta­han.

2. manzzadaolshop01 menulis. “Di Ban­dung sama kemarin rumah MPR ada yg dibakar.”

Peng­gu­na ini mem­band­ingkan insi­d­en kebakaran di Solo den­gan peri­s­ti­wa seru­pa di Ban­dung yang ter­ja­di sebelum­nya.

3. sukmawan00 menulis. “Klo DPR dibubarkan agen­da pemakzu­lan gmn?”

Komen­tar ini berna­da sarkastis sekali­gus kri­tis ter­hadap isu poli­tik nasion­al dan fungsi DPR.

4. ranie17_ menulis.“Menyala Indone­sia.. semoga merde­ka.”

Ungka­pan ini ter­den­gar berna­da dukun­gan ter­hadap ger­akan masyarakat, mes­ki tidak secara eksplisit men­go­men­tari perusakan fasil­i­tas negara.

5. hijrah_salsa menulis. “Luar biasa.”

Komen­tar singkat ini memicu inter­pre­tasi beragam di kalan­gan war­ganet lain­nya.

Berdasarkan reka­man video yang diung­gah di media sosial, suasana di sek­i­tar gedung DPRD Solo pagi ini ter­li­hat mencekam. Bagian luar ban­gu­nan mem­per­li­hatkan sisa kebakaran den­gan bekas jela­ga di dind­ing dan atap yang hangus.

Tumpukan mate­r­i­al sisa kebakaran seper­ti meja-meja kan­tor dan per­ala­tan lain­nya tam­pak rusak dan berser­akan. Beber­a­pa unit pendin­gin ruan­gan (AC) yang men­em­pel di dind­ing lan­tai dua juga ter­li­hat rusak aki­bat paparan panas.

Genan­gan air yang ter­li­hat di hala­man menan­dakan upaya pemadaman yang dilakukan petu­gas pada dini hari. Sejum­lah rant­i­ng dan dedau­nan berser­akan, kemu­ngk­i­nan aki­bat angin atau aktiv­i­tas pemadaman.

Mes­ki situ­asi di lokasi sudah relatif terk­endali pagi ini, garis polisi dila­porkan telah dipasang untuk menga­mankan area sek­i­tar.

Kepolisian Resor Kota Solo dik­abarkan sedang melakukan penye­lidikan terkait penye­bab pasti kebakaran. Tim inafis bersama foren­sik kebakaran akan mengumpulkan barang buk­ti di lokasi. Sejum­lah sak­si yang bera­da di sek­i­tar lokasi keja­di­an telah dim­intai keteran­gan.

  Banjir Landa Kuantan Saat Relawan Salurkan Bantuan Aceh

Seo­rang sum­ber inter­nal kepolisian yang eng­gan dise­butkan namanya meny­atakan bah­wa aparat kea­manan juga ten­gah mengi­den­ti­fikasi kelom­pok mas­sa yang ter­li­bat dalam aksi anarkis terse­but. Dugaan semen­tara, insi­d­en kebakaran ini meru­pakan bun­tut dari aksi protes ter­hadap kebi­jakan pemer­in­tah yang berlang­sung sejak beber­a­pa hari ter­akhir.

Pemer­in­tah Kota Solo belum mem­berikan perny­ataan res­mi. Namun, sejum­lah sum­ber di lingkun­gan DPRD menye­butkan bah­wa tidak ada kor­ban jiwa dalam insi­d­en ini. Beber­a­pa staf admin­is­trasi yang sem­pat bera­da di dalam gedung dila­porkan berhasil dievakuasi tepat wak­tu.

Kete­gan­gan poli­tik dan sosial di sejum­lah daer­ah belakan­gan ini meningkat aki­bat keti­dakpuasan pub­lik ter­hadap kebi­jakan pemer­in­tah pusat maupun daer­ah. Gelom­bang unjuk rasa yang melu­as ke beber­a­pa kota, ter­ma­suk Solo, dise­but seba­gai respons masyarakat ter­hadap isu-isu seper­ti.

Transparan­si anggaran pemer­in­tah daer­ah. Penan­ganan inflasi dan har­ga kebu­tuhan pokok. Keti­dakpuasan pub­lik ter­hadap kin­er­ja par­lemen.

Beber­a­pa penga­mat poli­tik meni­lai bah­wa insi­d­en pem­bakaran gedung DPRD Solo adalah ben­tuk pun­cak kemara­han pub­lik ter­hadap lem­ba­ga leg­is­latif daer­ah. Namun, aksi anarkis ini tetap men­u­ai kri­tik kare­na merusak fasil­i­tas umum yang diban­gun den­gan uang raky­at.

Peri­s­ti­wa ini den­gan cepat viral di media sosial. Ung­ga­han akun @rocky_gerung__ di Threads hanya dalam beber­a­pa menit sudah diton­ton lebih dari 900 kali. Semen­tara itu, tangka­pan layar komen­tar menun­jukkan lebih dari 1.100 tayan­gan dan puluhan komen­tar dari peng­gu­na lain.

Fenom­e­na ini mem­per­li­hatkan bagaimana media sosial men­ja­di salu­ran uta­ma pub­lik untuk meman­tau situ­asi terki­ni. Namun, penye­baran infor­masi yang cepat juga menim­bulkan risiko muncul­nya speku­lasi dan beri­ta bohong.

Pakar komu­nikasi pub­lik menekankan pent­ingnya ver­i­fikasi infor­masi sebelum mem­bagikan­nya, teruta­ma terkait peri­s­ti­wa sen­si­tif seper­ti kebakaran fasil­i­tas pemer­in­tah.

  Video Banjir Taman Pancing Lama Tuai Polemik Warganet

Beber­a­pa tokoh masyarakat Solo menyam­paikan kepri­hati­nan atas insi­d­en ini. Menu­rut seo­rang aktivis sosial yang tidak ingin dise­butkan namanya, aksi protes pub­lik memang sah secara kon­sti­tusi, namun harus tetap men­ja­ga ketert­iban umum.

“Protes adalah hak demokratis, tapi merusak fasil­i­tas negara jus­tru merugikan raky­at itu sendiri kare­na biaya per­baikan akan diam­bil dari APBD atau APBN,” ujarnya.

Semen­tara itu, war­ga sek­i­tar lokasi keja­di­an men­gaku khawatir atas eskalasi aksi mas­sa yang mulai men­ju­rus pada tin­dakan kek­erasan. “Kami takut kalau nan­ti aksi seper­ti ini makin ser­ing ter­ja­di, kea­manan kota jadi taruhan­nya,” kata seo­rang war­ga yang ting­gal tidak jauh dari kom­pleks DPRD Solo.

Keru­gian aki­bat kebakaran ini diperki­rakan men­ca­pai mil­iaran rupi­ah. Beber­a­pa ruang rap­at dan kan­tor anggota DPRD di lan­tai dua dila­porkan rusak parah. Pemer­in­tah kota diren­canakan akan segera melakukan pen­dataan kerusakan dan mem­per­si­ap­kan anggaran daru­rat untuk ren­o­vasi.

Namun, isu anggaran ren­o­vasi jus­tru memicu komen­tar sinis di kalan­gan pub­lik. Banyak war­ga khawatir biaya ren­o­vasi besar akan mem­bu­ka pelu­ang korup­si jika tidak diawasi ketat.

“Ini harus jadi pela­jaran. Jan­gan sam­pai anggaran per­baikan jus­tru jadi ajang mem­perkaya diri oknum ter­ten­tu,” ujar seo­rang aktivis antiko­rup­si Solo.

Insi­d­en kebakaran gedung DPRD Solo dini hari tadi mem­per­li­hatkan eskalasi keti­dakpuasan pub­lik ter­hadap pemer­in­tah. Meskipun penye­bab pasti kebakaran masih dalam penye­lidikan, peri­s­ti­wa ini mene­gaskan pent­ingnya komu­nikasi dan transparan­si antara pemer­in­tah dan masyarakat.

Aparat kea­manan dim­inta segera men­gusut tun­tas kasus ini, semen­tara masyarakat dihara­p­kan tetap ten­ang dan tidak ter­pro­vokasi oleh infor­masi yang belum jelas kebe­naran­nya.

Peri­s­ti­wa ini sekali­gus men­ja­di pengin­gat bagi semua pihak bah­wa protes seharus­nya dis­am­paikan den­gan damai, tan­pa merusak fasil­i­tas negara yang diban­gun den­gan dana pub­lik. (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *