Pekanbaru, SniperNew.id — Selasa 29 Juli 2025 Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Evaluasi Lancang Kuning (ELANG) Riau mengguncang kantor PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Pekanbaru. Massa menuntut pertanggungjawaban atas dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.
Koordinator aksi, Aji Pangestu, menilai PT PHR tidak menunjukkan keseriusan dalam menangani pencemaran yang telah berdampak pada kesehatan dan kehidupan warga sekitar. Ia menegaskan bahwa perusahaan harus bertanggung jawab penuh atas kerusakan lingkungan yang terjadi.
“Ini bukan persoalan administratif. Ini menyangkut nyawa dan masa depan masyarakat Rantau Kopar. PT PHR harus segera bertindak, bukan berkelit,” tegas Aji, yang juga menjabat Ketua Umum ELANG Riau.
Dalam aksinya, ELANG juga menuntut agar Direktur Utama PT PHR dicopot dari jabatannya. Mereka menilai pimpinan perusahaan gagal memahami nilai-nilai lokal dan adat masyarakat Melayu Riau. Akibatnya, berbagai kebijakan dinilai justru memicu keresahan dan konflik sosial.
“Dirut PHR tidak cakap secara moral maupun manajerial. Ia gagal membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat lokal,” tambah Aji.
Tak hanya itu, ELANG mendesak aparat penegak hukum untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan pencemaran tersebut. Mereka menilai lambannya proses hukum memperparah penderitaan warga terdampak.
Sekretaris Jenderal ELANG Riau, Pahot, dalam orasinya bahkan menyerukan kepada Presiden RI agar segera mencopot Dirut PT PHR. Ia menyebut bahwa pemimpin PHR saat ini tidak mampu memperbaiki citra perusahaan maupun menghadirkan keadilan bagi masyarakat.
“Kami tidak butuh janji manis. Kami butuh tindakan nyata. Jika Presiden serius dengan isu lingkungan dan keadilan sosial, maka langkah pertama adalah mencopot Dirut PHR,” seru Pahot.
Aksi sempat memanas ketika Andi Kurnianto, Manajer Keamanan PT PHR, hadir menemui massa. Kehadiran Andi justru memicu ketegangan karena dinilai tidak kompeten menjawab tuntutan teknis dan substansial.
“Ini aksi serius, bukan untuk dijawab oleh bagian keamanan. Kami ingin Dirut, manajer operasional, atau humas yang bicara langsung,” tegas Aji.
ELANG Riau menutup aksi dengan pernyataan bahwa mereka akan terus turun ke jalan hingga pihak manajemen PT PHR menunjukkan tanggung jawab nyata atas krisis lingkungan di Rokan Hilir.
Laporan: (Magrifatulloh)
Editor: (Lin)



















