Berita Daerah

Gotong Royong Bersihkan Polres Jakarta Timur Pasca Demo

359
×

Gotong Royong Bersihkan Polres Jakarta Timur Pasca Demo

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Peman­dan­gan berbe­da ter­li­hat di lingkun­gan Pol­res Metro Jakar­ta Timur pada Ming­gu (31/8/2025). Sejum­lah polisi, penge­mu­di ojek online (ojol), hing­ga war­ga sek­i­tar tam­pak bahu-mem­bahu mem­ber­sihkan puing-puing sisa kebakaran yang ter­ja­di dua hari sebelum­nya, usai aksi demon­strasi beru­jung ricuh pada Jumat (29/8/2025) malam.

Ban­gu­nan kan­tor kepolisian yang sebelum­nya dipenuhi jela­ga, sisa mate­r­i­al ter­bakar, hing­ga dind­ing yang menghi­tam, kini per­la­han mulai diber­sihkan. Suasana penuh keakra­ban tam­pak jelas keti­ka petu­gas kepolisian dan para dri­ver ojol bersama-sama men­gangkat per­ala­tan, menya­pu, menge­cat, hing­ga mem­per­bai­ki bagian ban­gu­nan yang rusak.

Kapol­res Metro Jakar­ta Timur, Kombes Alfi­an Nur­rizal, men­gungkap­kan rasa syukur dan hara­pan­nya sete­lah kegiatan gotong roy­ong terse­but.

Alham­dulil­lah hari ini kita bisa bersama-sama mem­ber­sihkan. Semoga besok, di hari Senin, Pol­res Metro Jakar­ta Timur dap­at kem­bali lebih baik, lebih sem­pur­na, dan lebih mak­si­mal dalam mem­berikan pelayanan kepa­da war­ga,” ujar Alfi­an kepa­da wartawan.

Kegiatan gotong roy­ong ini tidak hanya men­ja­di sim­bol pemuli­han fisik atas kerusakan gedung, tetapi juga pemuli­han psikol­o­gis dan sosial antara kepolisian, masyarakat, dan pemer­in­tah daer­ah.

Dalam video yang beredar di media sosial, tam­pak jelas para penge­mu­di ojol yang men­ge­nakan jaket hijau khas mere­ka bek­er­ja berdampin­gan den­gan aparat kepolisian berser­agam coke­lat. Ada yang mem­ber­sihkan sisa puing di dind­ing, ada pula yang naik ke atap untuk mem­per­bai­ki bagian yang ter­bakar.

Seo­rang dri­ver ojol yang turut ser­ta, Fajar (34), men­gaku terg­er­ak untuk mem­ban­tu kare­na merasa kan­tor polisi adalah bagian dari fasil­i­tas pub­lik yang harus kem­bali difungsikan.

  Pipa PDAM di Jalur Pantura Brebes Bocor, Aliran Air Terbuang

Kami juga war­ga Jakar­ta Timur. Kalau kan­tor polisi tidak segera pulih, ten­tu pelayanan masyarakat bisa ter­gang­gu. Jadi kami senang bisa ikut gotong roy­ong. Bukan hanya soal ban­gu­nan, tapi lebih ke rasa keber­samaan,” kata Fajar.

Semen­tara itu, Lurah Rawa Bun­ga, yang ikut men­dampin­gi pem­ber­si­han, mene­gaskan bah­wa aksi gotong roy­ong ini adalah ben­tuk sol­i­dar­i­tas bersama untuk men­ja­ga keber­lang­sun­gan pelayanan pub­lik.

Kami tidak ingin Pol­res Metro Jakar­ta Timur dib­iarkan begi­tu saja sete­lah insi­d­en. Den­gan gotong roy­ong, kita bisa tun­jukkan bah­wa apapun masalah yang ter­ja­di, masyarakat dan pemer­in­tah bisa tetap bersatu,” ujarnya.

Kerusuhan pada Jumat malam (29/8/2025) bermu­la dari aksi demon­strasi yang dige­lar sejum­lah mas­sa di sek­i­tar kan­tor Pol­res Metro Jakar­ta Timur. Aksi terse­but awal­nya berlang­sung damai, namun mem­anas men­je­lang malam hari. Ben­trokan kecil beru­jung pada pem­bakaran seba­gian gedung Pol­res, ter­ma­suk pos pen­ja­gaan depan dan beber­a­pa ruan­gan pelayanan.

Api berhasil dipadamkan pada malam itu juga, namun mening­galkan kerusakan yang cukup parah. Beber­a­pa doku­men dan fasil­i­tas kan­tor ikut ter­bakar, meskipun pihak kepolisian memas­tikan tidak ada kor­ban jiwa dalam insi­d­en terse­but.

Pas­ca keja­di­an, aparat kepolisian bersama Pemer­in­tah Kota Jakar­ta Timur lang­sung melakukan langkah daru­rat untuk memas­tikan pelayanan pub­lik tidak ter­gang­gu. Salah sat­un­ya den­gan memindahkan semen­tara sejum­lah layanan admin­is­trasi ke kan­tor Sat­lantas ter­dekat.

Namun, bagi banyak war­ga, peman­dan­gan kan­tor polisi yang rusak dan menghi­tam men­ja­di sim­bol luka yang harus segera dip­ulihkan.

Ung­ga­han video gotong roy­ong antara ojol dan polisi yang beredar di media sosial Threads lang­sung menarik per­ha­t­ian war­ganet. Video terse­but mem­per­li­hatkan keakra­ban yang jarang ter­li­hat, teruta­ma pas­ca peri­s­ti­wa demon­strasi yang ser­ing diwar­nai kete­gan­gan antara aparat dan masyarakat.

Akun @beritaterkini_masyarakat, yang per­ta­ma kali mem­bagikan doku­men­tasi kegiatan ini, men­catat puluhan ribu penayan­gan hanya dalam hitun­gan jam. Banyak komen­tar posi­tif men­gapre­si­asi keber­samaan terse­but.

  Warga Rante Balla Palang Jalan, Tuntut Perusahaan Tambang Pekerjakan Tenaga Lokal

Beber­a­pa komen­tar war­ganet menye­but aksi gotong roy­ong ini seba­gai momen yang bisa men­cairkan suasana.

Man­tap, semoga polisi dan raky­at makin kom­pak,” tulis seo­rang peng­gu­na.

“Jarang-jarang lihat ojol sama polisi ker­ja bareng begi­ni. Salut,” tam­bah yang lain.

Fenom­e­na ini menun­jukkan bah­wa media sosial tidak hanya men­ja­di tem­pat menye­barkan infor­masi buruk atau kabar kerusuhan, tetapi juga bisa men­ja­di ruang untuk menampilkan sisi posi­tif keber­samaan.

Dalam keteran­gan­nya, Kombes Alfi­an Nur­rizal mene­gaskan bah­wa pelayanan kepa­da masyarakat akan tetap men­ja­di pri­or­i­tas uta­ma mes­ki sem­pat ter­gang­gu aki­bat insi­d­en kebakaran.

Kami berkomit­men, secepat­nya Pol­res Metro Jakar­ta Timur dap­at kem­bali melayani masyarakat den­gan opti­mal. Kami juga ter­bu­ka mener­i­ma ban­tu­an dan dukun­gan dari sia­pa pun, kare­na kepolisian adalah bagian dari masyarakat itu sendiri,” katanya.

Pemer­in­tah Kota Jakar­ta Timur pun ber­jan­ji akan mem­ban­tu pros­es ren­o­vasi dan pemuli­han gedung agar bisa segera difungsikan kem­bali. Langkah ini ter­ma­suk mem­per­bai­ki jaringan listrik, mem­perku­at struk­tur ban­gu­nan yang ter­dampak, ser­ta meng­gan­ti fasil­i­tas pelayanan yang rusak.

Bagi masyarakat, keber­adaan kan­tor polisi yang berfungsi penuh san­gat pent­ing, teruta­ma dalam hal pelayanan admin­is­trasi seper­ti lapo­ran kehi­lan­gan, pen­gu­ru­san SIM, SKCK, hing­ga penan­ganan kasus hukum.

Aksi pem­ber­si­han Pol­res Jakar­ta Timur ini men­ja­di con­toh nya­ta bah­wa nilai gotong roy­ong masih hidup di ten­gah masyarakat perko­taan. Mes­ki sibuk den­gan aktiv­i­tas mas­ing-mas­ing, masyarakat masih berse­dia melu­angkan wak­tu untuk turun tan­gan mem­ban­tu kepentin­gan bersama.

Sosi­olog dari Uni­ver­si­tas Negeri Jakar­ta, Dr. Indah Prati­wi, meni­lai bah­wa momen­tum ini bisa men­ja­di jem­bat­an untuk mem­per­erat kem­bali hubun­gan masyarakat den­gan insti­tusi kepolisian.

“Ada jarak yang ser­ingkali terasa antara aparat dan war­ga. Tapi momen seper­ti ini bisa men­cairkan kete­gan­gan, menun­jukkan bah­wa ked­u­anya sebe­narnya sama-sama manu­sia yang ingin lingkun­gan­nya aman, nya­man, dan ter­ta­ta,” ujarnya.

Lebih jauh, Indah menekankan pent­ingnya mer­awat seman­gat gotong roy­ong ini agar tidak hanya muncul saat ter­ja­di musi­bah. Menu­rut­nya, kepedu­lian sosial bisa men­ja­di modal besar bagi masyarakat Jakar­ta yang het­ero­gen.

  Kapolres Pidie jaya Temu Ramah Dengan Masyarakat di Sela sela kunjungan ke lokasi Longsor

Mes­ki insi­d­en kebakaran aki­bat demon­strasi mening­galkan luka, ceri­ta ten­tang keber­samaan ini men­ja­di oase yang menye­jukkan. Media sosial kini ramai den­gan tagar seper­ti #Goton­gRoy­ong­Pol­res­Jak­tim dan #Poli­siO­jol­Ber­satu, menan­dakan banyaknya orang yang menaruh per­ha­t­ian pada aksi posi­tif terse­but.

Bahkan, sejum­lah tokoh masyarakat turut men­gapre­si­asi. Seo­rang anggota DPRD DKI Jakar­ta menye­but aksi gotong roy­ong itu seba­gai buk­ti bah­wa kon­flik tidak harus diakhiri den­gan per­pec­a­han.

“Jus­tru den­gan keber­samaan, kita bisa lebih cepat pulih. Saya berharap momen ini bisa jadi pela­jaran berhar­ga bagi semua pihak,” katanya.

Den­gan seman­gat gotong roy­ong yang ditun­jukkan, Pol­res Metro Jakar­ta Timur menat­ap hari Senin (1/9/2025) den­gan opti­misme baru. Para polisi bersama masyarakat yakin bah­wa mes­ki masih ada banyak per­baikan yang harus dilakukan, pelayanan pub­lik tidak boleh berhen­ti.

Bagi war­ga Jakar­ta Timur, aksi ini bukan hanya soal mem­ber­sihkan puing-puing gedung, melainkan juga mem­ber­sihkan luka sosial yang sem­pat ter­cip­ta.

Seo­rang ibu rumah tang­ga berna­ma Nurhay­ati (45) yang ting­gal tidak jauh dari Pol­res men­gungkap­kan perasaan harun­ya.

“Kemarin saya takut sekali wak­tu lihat api mem­be­sar. Tapi hari ini saya lega, terny­a­ta polisi dan war­ga bisa ker­ja bareng. Saya per­caya, kalau kita kom­pak, masalah sebe­sar apa pun bisa dile­wati,” tuturnya.

Peri­s­ti­wa gotong roy­ong pem­ber­si­han Pol­res Metro Jakar­ta Timur pas­ca demo ini men­ja­di buk­ti bah­wa sol­i­dar­i­tas dan keber­samaan tetap men­ja­di nilai pent­ing dalam kehidu­pan bermasyarakat. Di balik trage­di dan kerusuhan, selalu ada ruang untuk hara­pan dan kebangk­i­tan.

Seba­gaimana diungkap­kan oleh Kapol­res Metro Jakar­ta Timur, semoga den­gan ker­ja sama semua pihak, pelayanan kepa­da masyarakat dap­at kem­bali ber­jalan mak­si­mal.

Den­gan gotong roy­ong, luka bisa sem­buh lebih cepat, dan Jakar­ta Timur bisa melangkah menu­ju masa depan yang lebih baik. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *