Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Dugaan Pungli di SDN Karawang Wetan III, Orang Tua Siswa Takmampu dan Menjerit

445
×

Dugaan Pungli di SDN Karawang Wetan III, Orang Tua Siswa Takmampu dan Menjerit

Sebarkan artikel ini

Karawang, SniperNew.id — Maraknya pen­jualan buku Lem­bar Ker­ja Siswa (LKS) di lem­ba­ga pen­didikan masih men­ja­di sorotan. Kali ini, sejum­lah orang tua siswa di SDN Karawang Wetan III men­geluhkan mahal­nya biaya LKS sebe­sar Rp 200.000,- untuk satu paket dan sam­pul rapor sehar­ga Rp 80.000,-.

Mere­ka meni­lai biaya terse­but mem­ber­atkan, teruta­ma kare­na kon­disi ekono­mi yang tidak mer­a­ta. Selain itu, transparan­si dalam pene­ta­pan biaya terse­but juga diper­tanyakan.

Prak­tik ini sebe­narnya sudah tidak asing lagi di beber­a­pa seko­lah di Karawang. Sudah men­ja­di raha­sia umum bah­wa pihak seko­lah ser­ingkali men­cu­ci tan­gan atas pung­utan ini, meny­er­ahkan tang­gung jawab penag­i­han kepa­da wali murid yang men­ja­di juru tag­ih.

  Jejak Tiket Kuning Menuju Gerbang Profesionalisme Jurnalistik

Tidak tang­gung-tang­gung, wali murid terse­but menag­ih ke seti­ap siswa hing­ga men­can­tumkan nomor reken­ing untuk pem­ba­yaran. Selain itu, biasanya seko­lah sudah bek­er­ja sama den­gan toko atau penye­dia buku yang telah ditun­juk, sehing­ga menim­bulkan per­tanyaan: sia­pakah yang merekomen­dasikan seko­lah untuk mem­be­li LKS terse­but ?.

Seo­rang ibu dari kelu­ar­ga kurang mam­pu yang mem­inta namanya dis­em­bun­yikan men­gungkap­kan kepa­da media beta­pa sulit­nya memenuhi tun­tu­tan terse­but.

“Kami kesuli­tan memenuhi kebu­tuhan sehari-hari, apala­gi harus mem­ba­yar biaya seko­lah yang ting­gi seper­ti ini,” ujarnya, Kamis (25/07–2024).

“Saat ini ekono­mi sedang sulit, bukan­nya seko­lah negeri gratis malah menam­bah beban den­gan banyak biaya yang selalu muncul harus diba­yar,” keluh salah satu orang tua siswa.

  Parkir Liar Warnai Pergantian Tahun Baru Medan

“Biaya LKS, sam­pul rapor, sum­ban­gan ini itu mem­bu­at kami semakin pus­ing.”

Media men­co­ba kon­fir­masi ke seko­lah, namun sayang kepala seko­lah tidak dap­at dijumpai atau sudah pulang.

“Aduh maaf kepala seko­lah­nya tidak ada sudah pulang”. Kata salah satu guru saat dite­mui.

Pada­hal, seba­gai seko­lah negeri, SDN Karawang Wetan 3 seharus­nya sudah dib­i­ayai oleh pemer­in­tah melalui Dana Ban­tu­an Opera­sion­al Seko­lah (BOS). Sesuai Per­me­ndik­bud 63 Tahun 2023 ten­tang Petun­juk Tek­nis BOS Reg­uler, dana ini dap­at digu­nakan untuk berba­gai keper­lu­an seper­ti pener­i­maan peser­ta didik baru, pengem­ban­gan per­pus­takaan, pelak­sanaan kegiatan pem­be­la­jaran dan ekstrakurikuler, ser­ta admin­is­trasi kegiatan seko­lah.

Den­gan adanya Dana BOS, seharus­nya biaya LKS dan sam­pul raport bisa ditang­gung tan­pa per­lu mem­be­bani orang tua siswa.

Sebelum­nya kami men­datan­gi ke Dis­dik­po­ra Kab Karawang men­e­mui Kabid Dis­dik­po­ra Karawang, Yan­to, meny­atakan, “Semua seko­lah tidak boleh men­jual buku LKS. Dinas pen­didikan Kabu­pat­en Karawang sudah men­gelu­arkan surat edaran yang melarang pen­jualan buku LKS. Bahkan belum lama ini, semua kor­wil telah dipang­gil oleh saber pungli untuk men­je­laskan perbe­daan antara pung­utan dan pungli.”, imbuh­nya.

  Nawaripi Bangun SDM OAP Lewat Anyaman & Lomba Renang Tradisional

Saat dis­ing­gung men­ge­nai uang raport, Yan­to mene­gaskan bah­wa raport di seko­lah itu gratis. “Kalau untuk sam­pul mungkin itu kepentin­gan prib­a­di, tapi kita lihat dulu dari anggaran dana BOS apakah sam­pul terse­but dima­sukkan ke dana BOS atau tidak. Kalau ter­buk­ti bersalah, kita akan berikan sanksi.” ujarnya.

Hing­ga beri­ta ini dilayangkan, pihak seko­lah belum mem­berikan perny­ataan res­mi, diduga kare­na aler­gi media. Para orang tua berharap adanya tin­dakan cepat dan transparan­si dari pihak seko­lah ser­ta dinas pen­didikan setem­pat untuk menye­le­saikan masalah ini.

Kaper­wil (SniperNew.id) Jabar.
– T.S –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *