Jakarta Utara, SniperNew.id — Salah satu siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta Utara diduga membawa bom rakitan atau bom molotov ke area masjid sekolah. Berdasarkan keterangan dari seorang siswa bernama Sela, dugaan kuat menyebutkan bahwa pelaku merupakan korban perundungan atau bullying dari teman-temannya.
“Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak,” ujar Sela pada Jumat (7/11).
Ledakan tersebut terjadi setelah khotbah Jumat selesai dan menjelang iqomah. Suara ledakan besar terdengar dari arah masjid, membuat para siswa panik dan berlarian menjauh dari lokasi.
Unggahan di media sosial pun ramai menyoroti kasus ini. Banyak warganet mengutuk keras tindakan perundungan yang diduga menjadi pemicu tragedi tersebut. Mereka menilai bullying di sekolah harus segera diberantas melalui edukasi sejak dini.
Sebagian warganet lainnya juga mengingatkan agar penyelidikan dilakukan secara hati-hati dan tidak terburu-buru mengaitkan peristiwa ini dengan isu terorisme. “Kasihan juga kalau benar dia korban bully,” tulis salah satu komentar.
Sementara itu, Kementerian Pendidikan diminta turun tangan agar kasus serupa tidak terulang. Netizen menegaskan bahwa pembiaran terhadap praktik bullying hanya akan melahirkan kekerasan dan dendam di kalangan pelajar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan motif serta kronologi pasti di balik insiden ledakan tersebut.
Penulis Iskandar













