Jakarta, SniperNew.id — Seorang pengemudi ojek online dengan akun media sosial bernama 122_2zek mengunggah pengalamannya menjadi korban pemalakan di kawasan Gadog, Simpang Rawi (depan pom bensin). Dalam unggahannya di platform Threads yang telah ditonton lebih dari 5.000 kali, ia menceritakan kronologi saat dirinya hendak masuk Tol Jagorawi namun dihadang oleh tiga pria yang memaksa membayar uang sebesar Rp20.000 agar bisa lewat.
Menurut pengakuannya, saat itu dirinya tidak bermaksud melanggar aturan satu arah (one way), melainkan hanya ingin memutar balik. Meski sudah menunjukkan bukti orderan, ketiga pria tersebut tetap memaksa dan mengepung mobilnya dari depan dan belakang hingga tak bisa bergerak.
Lebih miris lagi, ia menyebut ada anggota pol di lokasi yang hanya diam sambil merokok meski jelas terjadi cekcok di depan mata. “Penumpang gue sampai takut dan akhirnya dia yang kasih 20 ribu biar bisa pergi,” tulisnya.
Dalam unggahan lanjutan, 122_2zek mengaku hanya mendapatkan pendapatan Rp34.000, namun terpaksa membayar preman Rp20.000. Ia menambahkan, kejadian seperti itu sudah sering terjadi dan sangat meresahkan, terutama karena para pelaku terlihat dalam kondisi mabuk.
Unggahan tersebut memancing banyak komentar warganet. Seorang pengguna menulis, “Masa sih ada polisi tapi takut? Harusnya teriak aja atau rekam,” sedangkan lainnya menilai kondisi di jalur Puncak memang rawan pungutan liar (pungli) dan aksi calo. Ada juga yang menandai tokoh publik dengan harapan agar pihak berwenang segera menindak kasus tersebut.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya penegakan hukum tegas terhadap praktik pungli dan pembiaran aparat di lapangan, yang tidak hanya merugikan pengemudi daring tetapi juga membahayakan keselamatan penumpang dan masyarakat umum.
Penulis Iskandar












