Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

DPRD Lampung Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Tanah Masyarakat Adat Halangan Ratu dengan PTPN I Regional 7

439
×

DPRD Lampung Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Tanah Masyarakat Adat Halangan Ratu dengan PTPN I Regional 7

Sebarkan artikel ini

Pesawaran, SniperNew.id — Per­masala­han lahan masyarakat adat Desa Halan­gan Ratu, Keca­matan Negeri Katon, Kabu­pat­en Pesawaran, yang sela­ma puluhan tahun dikua­sai oleh PTPN I Region­al 7, kini mulai men­e­mui titik terang.

Anggota DPRD Provin­si Lam­pung melalui Komisi I meny­atakan siap mem­fasil­i­tasi penye­le­sa­ian sen­gke­ta tanah terse­but den­gan pihak PTPN I untuk men­cari solusi ter­baik bagi semua pihak.

Pada Rabu, 7 Okto­ber, sejum­lah per­wak­i­lan masyarakat adat Desa Halan­gan Ratu diter­i­ma lang­sung oleh Ket­ua dan Anggota Komisi I DPRD Provin­si Lam­pung dalam rap­at den­gar pen­da­p­at (RDP). Dalam perte­muan terse­but, tokoh adat Halan­gan Ratu yang diwak­ili oleh Abu Bakar (Adok Sun­tan Lama) mema­parkan kro­nolo­gi dan asal-usul tanah yang kini dik­laim oleh PTPN I.

  Sanak Kejari Solok Hadir Beri Penerangan Hukum di Nagari Koto Sani

Abu Bakar (Sun­tan Lama) juga menun­jukkan sejum­lah buk­ti kepemi­likan yang dim­i­li­ki masyarakat adat Halan­gan Ratu, antara lain surat pem­ba­yaran pajak tanah tahun 1966 ser­ta keteran­gan dari sejum­lah sak­si yang meny­atakan bah­wa lahan terse­but meru­pakan milik masyarakat adat.

Selain buk­ti admin­is­trasi, tokoh adat juga men­gungkap­kan adanya buk­ti sejarah beru­pa area pemaka­man leluhur dan pena­maan beber­a­pa umbu­lan-umbu­lan (Tem­pat berke­bun) yang sejak dahu­lu digu­nakan masyarakat seba­gai penan­da batas wilayah adat.

  Menteri Dalam Negeri Luncurkan “Benteng Persada” Perkuat Perlindungan Sempadan Malaysia

“Yang pasti, tanah itu adalah milik masyarakat adat Desa Halan­gan Ratu. Kami memi­li­ki buk­ti beru­pa surat pem­ba­yaran pajak, pemaka­man leluhur kami, ser­ta nama-nama umbu­lan yang men­ja­di batas lahan antar-mar­ga,” ujar Abu Bakar (Sun­tan Lama) sam­bil menun­jukkan doku­men-doku­men terse­but.

Menang­gapi hal itu, Anggota Komisi I DPRD Provin­si Lam­pung, Musti­ka Bahron, menyam­paikan bah­wa pihaknya akan menam­pung selu­ruh aspi­rasi masyarakat adat Desa Halan­gan Ratu dan berkomit­men men­cari solusi ter­baik. Komisi I juga akan segera meme­di­asi perte­muan antara masyarakat dan pihak-pihak terkait, ter­ma­suk PTPN I Region­al 7.

“Kami men­gu­cap­kan ter­i­ma kasih atas kehadi­ran para tokoh adat dan tuha kha­ja dari Desa Halan­gan Ratu dalam rap­at den­gar pen­da­p­at ini. DPRD Provin­si Lam­pung berkomit­men untuk mem­ban­tu meme­di­asi agar per­masala­han ini dap­at terse­le­saikan secara adil dan terang ben­derang,” ujar Musti­ka Bahron.

  Dipasena: Dari Tambak Emas ke Ladang Harapan Baru

Dalam kesem­patan itu, Musti­ka juga mengim­bau agar selu­ruh masyarakat dan tokoh adat tetap berpikir jernih ser­ta mengede­pankan jalur hukum dalam mem­per­juangkan hak-haknya.

“Kami berharap per­juan­gan masyarakat adat tidak ter­coreng oleh tin­dakan yang melang­gar hukum. Mari kita tem­puh pros­es ini secara damai dan sesuai atu­ran,” tam­bah­nya.

Den­gan adanya komit­men dari DPRD Provin­si Lam­pung untuk mem­fasil­i­tasi dia­log antara masyarakat adat Halan­gan Ratu dan PTPN I Region­al 7, dihara­p­kan sen­gke­ta lahan yang telah berlang­sung lama ini dap­at segera men­e­mukan penye­le­sa­ian yang adil bagi semua pihak. (Suf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *