Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

DKPP Diminta Berhentikan Komisioner Bawaslu Deli Serdang

214
×

DKPP Diminta Berhentikan Komisioner Bawaslu Deli Serdang

Sebarkan artikel ini

DELI SERDANG, Snipernew.id — Dewan Kehor­matan Penye­leng­gara Pemilu (DKPP) dim­inta mem­ber­hen­tikan den­gan tidak hor­mat Komi­sion­er Badan Pen­gawas Pemilu (Bawaslu), Kabu­pat­en Deli Ser­dang, Provin­si Sumat­era Utara (Sumut), yang diduga melakukan pelang­garan kode etik seba­gai penye­leng­gara pemilu den­gan ter­li­bat aktif prak­tik poli­tik uang dalam peme­nan­gan salah seo­rang calon leg­is­latif (caleg) tingkat pusat pada pemilu 14 Pebru­ari 2024 kemarin.

Hal ini diungkap­kan Muham­mad Yahya Sarag­ih saat dirinya gelar kon­fer­en­si pers didampin­gi Penasi­hat Hukum Pau­ji­ah Hanum SH dan Suk­mawati SH ser­ta tokoh pemu­da Lukas Lyeo Sibero, pada Kamis (15/8/2024) kemarin di Kota Lubuk Pakam Deli Ser­dang Sumat­era Utara.

  Pasar Inpres: Kebijakan yang Menabrak Aturan

Saya sudah laporkan ke DKPP di Jakar­ta. Saya minta DKPP mem­ber­hen­tikan secara tidak hor­mat Komi­sion­er Bawaslu Delis­er­dang,” ungkap Muham­mad Yahya Sarag­ih.

Yahya men­je­laskan, dirinya sudah mela­porkan Komi­sion­er Bawaslu Deli Ser­dang ke DKPP atas dugaan prak­tik poli­tik uang pada pemilu 14 Pebru­ari 2024 kemarin yang secara aktif melakukan kam­pa­nye untuk meme­nangkan salah satu caleg DPR RI.

Dugaan pelang­garan kode etik seba­gai penye­leng­gara pemilu itu sam­pai kepa­da prak­tik aktif poli­tik uang den­gan mem­berikan uang untuk men­cari suara agar dibagikan kepa­da pemil­ih supaya men­cob­los caleg yang didukung.

Selain itu juga, prak­tik aktif komi­sion­er Bawaslu Deli Ser­dang dalam kam­pa­nye terse­but meli­batkan petu­gas Pani­tia Pen­gawas Pemilu (Pan­waslu) Keca­matan den­gan mem­bagikan uang kepa­da mere­ka sam­pai kepa­da pemasan­gan span­duk caleg DPR RI yang didukung.

Ben­tuknya sam­pai kepa­da bagi-bagi uang. Pan­was­cam juga dim­inta untuk memasangkan span­duk Caleg DPR RI yang didukung,” terangnya.

Menu­rut­nya, keter­li­batan aktif komi­sion­er Bawaslu Deli Ser­dang dalam men­dukung peme­nan­gan salah satu caleg DPR RI itu bukan saja melang­gar kode etik, tapi sudah pelang­garan san­gat fatal seba­gai penye­leng­gara pemilu yang tugas­nya melakukan pen­gawasan jus­tru men­ja­di pelaku pelang­garan.

  Air Mata Perantau Saat Aceh Tamiang Tenggelam

Yahya juga memas­tikan, lapo­ran­nya ke DKPP atas dugaan tin­dak pelang­garan kode etik komi­sion­er Bawaslu Deli Ser­dang seba­gai penye­leng­gara pemilu meru­pakan upaya dari bagian masyarakat yang berharap agar pros­es demokrasi di Deli Ser­dang ber­jalan baik dan adil.

Kami masyarakat Deli Ser­dang berharap, DKPP men­copot atau mem­ber­hen­tikan komi­sion­er Bawaslu Deli Ser­dang jika ter­buk­ti,” tegas­nya.

*Sak­si dan Bukti*Ketika dis­ing­gung masalah sak­si dan buk­ti dari dugan pelang­garaan terse­but. Yahya memas­tikan dirinya sudah melengkapi berkas pen­gad­u­an­nya ke DKPP den­gan menyi­ap­kan sak­si-sak­si ser­ta buk­ti buk­ti oten­tik.

Sak­si-sak­si dan buk­ti-buk­ti sudah siap semua. Ting­gal menung­gu jad­w­al per­si­dan­gan dari DKPP. Kalau sudah ada jad­w­al, kita sudah siap semuanya,” ungkap Yahya.

Bahkan Yahya memas­tikan kebe­naran lapo­ran­nya kepa­da DKPP. Sebab dirinya meru­pakan salah satu pelaku peri­s­ti­wa terse­but seba­gai kor­ban per­in­tah ‘tegak lurus” Komi­sion­er Bawaslu Deli Ser­dang seba­gi Ket­ua Pan­waslu Keca­matan Ban­gun Pur­ba untuk men­jalankan per­in­tah terse­but bersama sejum­lah petu­gas Pan­waslu Keca­matan lain­nya di Deli Ser­dang.

  Parkir Liar Warnai Pergantian Tahun Baru Medan

Kami men­duga, semua Komi­sion­er Delis­er­dang ter­li­bat dalam kasus ini yang memer­in­tahkan ham­pir semua Pan­waslu Keca­matan di Deli Ser­dang,” beber Yahya.

*Dugaan Penggelem­bun­gan Suara*

Yahya juga mem­be­berkan, dalam wak­tu dekat dirinya bersama sejum­lah masyarakat Deli Ser­dang akan kem­bali mela­porkan penye­leng­gara pemilu di Deli Ser­dang baik pen­gawasan maupun tek­nis terkait dugaan kasus penggelem­bun­gan suara pada pemilu legisatif 14 Pebru­ari 2024 kemarin.

Saat ini tim­nya sedang melengkapi berkas dan buk­ti-buk­ti fak­tu­al guna men­dukung lapo­ran mere­ka atas dugaan penggelem­bun­gan suara di 3 keca­matan yakni, Deli Tua, Patum­bak dan Tan­jung Morawa.

“Menu­rut Bawaslu kemarin, dugaan penggelem­bun­gan suara itu kesala­han input data. Buk­ti-buk­ti sudah ada semua. Hari ini sudah kita kumpulkan. Dalam sepekan ke depan akan kita laporkan ke DKPP,” sebut Yahya men­gakhiri kon­fer­en­si persnya.HRT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *