Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Ditegur karena Etik, Dapat Bantuan dari Pusat: Dua Wajah Pendidikan Pandeglang

796
×

Ditegur karena Etik, Dapat Bantuan dari Pusat: Dua Wajah Pendidikan Pandeglang

Sebarkan artikel ini

Pan­deglang, SniperNew.id — Dua aparatur sip­il negara (ASN) di lingkun­gan Pemer­in­tah Kabu­pat­en (Pemkab) Pan­deglang men­da­p­at tegu­ran res­mi dari Badan Kepe­gawa­ian Daer­ah (BKD) setem­pat. Tegu­ran ini dilayangkan sete­lah ked­u­anya dini­lai melang­gar kode etik pro­fe­si. Peri­s­ti­wa ini men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah sebuah video mem­per­li­hatkan dua ASN berser­agam ten­gah bernyanyi dan berpelukan di kan­tor viral di media sosial, Selasa (30/09).

Dalam video yang beredar luas terse­but, tam­pak seo­rang ASN pria memegang mikro­fon dan menyanyi, semen­tara seo­rang ASN wani­ta memeluknya dari belakang. Ked­u­anya tam­pak berser­agam dinas dan bera­da di ruan­gan yang di latar belakangnya ter­li­hat papan pengu­mu­man dan jad­w­al ker­ja har­i­an. Video ini kemu­di­an dipub­likasikan oleh akun media sosial Threads berna­ma @inilah_com dan telah diton­ton lebih dari 20 ribu kali hanya dalam wak­tu beber­a­pa jam.

“Pemer­in­tah Kabu­pat­en (Pemkab) Pan­deglang mem­berikan tegu­ran res­mi kepa­da dua aparatur sip­il negara (ASN) yang dini­lai telah melang­gar kode etik.” tulis akun terse­but dalam ung­ga­han­nya.

Keteran­gan lan­ju­tan menye­butkan bah­wa ked­u­anya telah dipang­gil oleh BKD untuk men­jalani pem­bi­naan dan menyam­paikan per­mintaan maaf kepa­da masyarakat. Tin­dakan admin­is­tratif ini dilakukan seba­gai ben­tuk pene­gakan disi­plin dan men­ja­ga wibawa insti­tusi pemer­in­ta­han.

Pihak Pemkab Pan­deglang, melalui BKD, mem­berikan klar­i­fikasi bah­wa ked­ua ASN yang ter­li­bat meru­pakan pegawai aktif yang bertu­gas di salah satu kan­tor pelayanan pub­lik. Nama dan jabatan ked­u­anya tidak dise­butkan secara res­mi, namun insi­d­en ini lang­sung meman­tik beragam reak­si dari masyarakat, khusus­nya neti­zen di media sosial.

  Kecelakaan Beruntun di Seke Road, Trip Trans Terlibat Lagi

Dalam poton­gan video yang diung­gah oleh inilah_com, tam­pak suasana infor­mal di ruang ker­ja, diduga sete­lah jam pela­jaran atau kegiatan for­mal berakhir. Namun, ade­gan bernyanyi sam­bil berpelukan di ruang dinas tetap diang­gap tidak pan­tas dan melang­gar kode etik pro­fe­si ASN, yang ditun­tut men­ja­ga sikap, eti­ka, dan cit­ra insti­tusi, teruta­ma keti­ka bera­da di lingkun­gan ker­ja.

Kepala BKD Pan­deglang dalam perny­ataan singkat­nya menyam­paikan bah­wa, “Kami telah menin­dak­lan­ju­ti den­gan mem­berikan tegu­ran res­mi dan melakukan pem­bi­naan kepa­da yang bersangku­tan. Mere­ka juga telah mem­inta maaf kepa­da pub­lik.”

Mes­ki tidak dije­laskan secara spe­si­fik tang­gal keja­di­an dalam ung­ga­han maupun oleh pihak berwe­nang, video terse­but diperki­rakan direkam beber­a­pa wak­tu lalu dan baru viral sete­lah diung­gah oleh akun inilah_com dua jam sebelum tangka­pan layar ini dibu­at (tang­gal ung­ga­han: 30 Sep­tem­ber 2025 pukul 21.21 WIB).

Lokasi keja­di­an diyaki­ni bera­da di salah satu instan­si pen­didikan atau kan­tor pelayanan di bawah Pemkab Pan­deglang, Provin­si Ban­ten, mengin­gat kon­teks pem­bi­naan ASN dan penyebu­tan “seko­lah” dalam ung­ga­han lan­ju­tan.

Tegu­ran ini diberikan bukan kare­na aktiv­i­tas bernyanyi sema­ta, tetapi kare­na dini­lai menampilkan per­i­laku yang tidak mencer­minkan pro­fe­sion­al­isme ASN. Pelang­garan eti­ka ter­ja­di kare­na:

1. Lokasi keja­di­an bera­da di ruang pub­lik milik instan­si pemer­in­tah.

2. Kegiatan dilakukan dalam paka­ian dinas lengkap (PDL) yang seharus­nya mencer­minkan kewibawaan.

3. Kon­ten video mem­per­li­hatkan tin­dakan fisik yang tidak sep­a­tut­nya dilakukan di ruang ker­ja, apala­gi direkam dan beredar luas di media.

  Akses Terputus, Warga Palembayan Agam Terisolasi dan Butuh Bantuan Mendesak

Tin­dakan ini diang­gap bisa men­coreng cit­ra ASN dan melemahkan keper­cayaan pub­lik ter­hadap insti­tusi negara.

Kolom komen­tar ung­ga­han Threads terse­but dipenuhi reak­si beragam dari neti­zen. Seba­gian men­dukung tin­dakan tegas Pemkab, namun tidak sedik­it pula yang mem­bela ked­ua ASN terse­but den­gan alasan “hibu­ran sesaat” sete­lah tugas sele­sai.

Berikut adalah beber­a­pa komen­tar war­ganet: @ayudhae. “Ya klw sudah tdk ada pela­jaran tidak masalah, guru juga butuh hibu­ran.”

@dayang_wiwi. “Jadi guru jan­gan ter­lalu tegang… agar bisa menikmati masa pen­si­un nan­ti­nya… sele­sai men­jalankan tugas negara. Wajar lah hibu­ran… meng­hadapi anak SD itu tidak mudah apa lagi kls 1 waduh…”

@teresa.am1705:
“BUKAN smart TV… Smart board itu… Beda isti­lah beda fungsi…”

@lestari_mujiati:
“Walaaaah… lupa ser­agam.”

Dari komen­tar-komen­tar terse­but ter­li­hat bah­wa pub­lik tidak sepenuh­nya menge­cam tin­dakan dua ASN terse­but. Seba­gian besar jus­tru meny­oroti sisi manu­si­awi dan tekanan peker­jaan yang dirasakan guru atau pegawai pelayanan pub­lik. Ada pula neti­zen yang meny­oroti keke­liru­an penyebu­tan ban­tu­an dari pemer­in­tah pusat.

Menariknya, dalam ung­ga­han yang sama, akun inilah_com juga menyam­paikan kabar posi­tif yang datang bersamaan. Pemkab Pan­deglang menyam­paikan bah­wa pemer­in­tah pusat telah menyalurkan ban­tu­an smart TV (atau yang kemu­ngk­i­nan dimak­sud adalah smart board) kepa­da sejum­lah SD, SMP, dan seko­lah swasta di wilayah terse­but. “Ban­tu­an dis­alurkan secara berta­hap.” tulis akun terse­but.

Tujuan ban­tu­an ini adalah men­dukung dig­i­tal­isasi pem­be­la­jaran dan pen­ingkatan mutu pen­didikan. Namun, dalam kolom komen­tar, muncul korek­si dari peng­gu­na bah­wa isti­lah “smart TV” kurang tepat. Yang diter­i­ma oleh seko­lah-seko­lah kemu­ngk­i­nan besar adalah smart board, papan dig­i­tal inter­ak­tif yang memi­li­ki fungsi lebih kom­pleks diband­ingkan TV pin­tar biasa.

  Pemilik Heller Serang An Wartawan Media Online

 

Keja­di­an ini mem­bu­ka dua sisi wajah dunia pen­didikan dan birokrasi lokal:

1. Disi­plin ASN dan eti­ka pro­fe­si.
Keja­di­an viral ini men­ja­di pengin­gat pent­ingnya men­ja­ga per­i­laku ASN, tidak hanya berdasarkan atu­ran, tetapi juga dalam men­ja­ga persep­si pub­lik. Di era dig­i­tal, satu video bisa mem­ben­tuk opi­ni masyarakat secara instan.

2. Dukun­gan pemer­in­tah ter­hadap dig­i­tal­isasi seko­lah.
Ban­tu­an alat teknolo­gi dari pemer­in­tah pusat menun­jukkan upaya serius meningkatkan kual­i­tas pem­be­la­jaran di daer­ah. Jika digu­nakan secara opti­mal, ban­tu­an ini akan mem­per­cepat trans­for­masi pen­didikan yang inklusif dan adap­tif ter­hadap zaman.

Peri­s­ti­wa tegu­ran ter­hadap dua ASN di Pan­deglang kare­na dugaan pelang­garan eti­ka men­ja­di pengin­gat pent­ing bah­wa integri­tas dan pro­fe­sion­al­isme tetap harus dija­ga di lingkun­gan ker­ja, sekalipun dalam suasana yang ter­li­hat san­tai atau sete­lah jam ker­ja.

Namun di sisi lain, kabar baik soal ban­tu­an per­ala­tan teknolo­gi pen­didikan dari pemer­in­tah pusat menun­jukkan bah­wa ada komit­men mem­per­bai­ki kual­i­tas pen­didikan di daer­ah. Peri­s­ti­wa ini juga menggam­barkan bagaimana narasi pub­lik dap­at den­gan cepat ter­ben­tuk melalui media sosial, dan pent­ingnya keje­lasan infor­masi dari pihak berwe­nang.

Dihara­p­kan ke depan, ASN di semua lini bisa mengam­bil pela­jaran dari insi­d­en ini, tan­pa mengabaikan sisi kemanu­si­aan, tekanan ker­ja, ser­ta pent­ingnya ruang ekspre­si yang sehat di lingkun­gan birokrasi. Demikian pula pub­lik, didorong untuk lebih bijak dalam meni­lai, ser­ta tidak ser­ta mer­ta meng­haki­mi sebelum mema­ha­mi kon­teks secara menyelu­ruh.

Penulis: Redak­si
Edi­tor: [ahm]
Sum­ber: Threads @inilah_com, tangka­pan layar, dan komen­tar war­ganet

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *