Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Dipicu Ketersinggungan Saat Ditegur, Kasus Penusukan Di Lumbok Seminung Terungkap

267
×

Dipicu Ketersinggungan Saat Ditegur, Kasus Penusukan Di Lumbok Seminung Terungkap

Sebarkan artikel ini

Lam­pung Barat, SniperNew.id — Kasat Reskrim Pol­res Lam­pung Barat Iptu Juher­di Suman­di / Sony Halil­ing­ga Pol­res Lam­pung Barat Pol­da Lam­pung akhirnya men­gungkap kasus penusukan di Pekon (Desa) Suk­a­ban­jar, Keca­matan Lum­bok Semi­nung yang menewaskan seo­rang pria peker­ja proyek Pasar Tem­atik.

Keja­di­an terse­but ter­ja­di pada 9 Desem­ber 2024 lalu dan menewaskan pria berna­ma Rian yang meru­pakan seo­rang berasal dari Kabu­pat­en Lam­pung Ten­gah.

Kasat Reskrim Pol­res Lam­pung Barat Iptu Juher­di Suman­di, menyam­paikan bah­wa pihaknya telah menga­mankan pelaku uta­ma pada kasus penusukan terse­but.

“Pelaku berin­isial F yang melakukan penusukan kepa­da kor­ban sehing­ga kor­ban mening­gal dunia,” kata dia, Kamis (2/1).

Ia menyam­paikan, bah­wa pada saat keja­di­an penusukan terse­but berlang­sung pelaku bersama den­gan dua rekan­nya.

“Akan tetapi saat ini per­an ked­ua rekan­nya sedang kita dala­mi seba­gai apa saat keja­di­an terse­but,” ujarnya.

Iptu Juher­di memas­tikan bah­wa kor­ban mening­gal dunia kare­na ditikam meng­gu­nakan sen­ja­ta tajam oleh ter­sang­ka.

“F yang meru­pakan ekseku­tor nya pada saat itu, yang mana sudah kita amankan dan men­gakui per­bu­atan ini adalah dia yang melakukan meng­gu­nakan sebi­lah pisau prib­a­di milik dia yang di bawa dalam kehidu­pan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lan­jut, Kasat Reskrim mem­be­berkan, motif ter­sang­ka melakukan penusukan terse­but bermu­la saat di acara orgen tung­gal.

“Awal­nya ter­sang­ka ini sudah tidak senang den­gan kor­ban yang mana menu­rut ter­sang­ka bah­wa kor­ban dalam situ­asi orgen tung­gal itu ter­lalu dom­i­nan saat diatas pang­gung dari sit­u­lah awal ter­sang­ka ini tidak senang ter­hadap kor­ban,” bebernya.

Kemu­di­an, Kasat menam­bahkan, pada saat pulang dari menon­ton orgen tung­gal, kor­ban sebuah botol kaca di ping­gir jalan sehing­ga tim­bul keters­ing­gun­gan dari ter­sang­ka.

“Kemu­di­an ter­sang­ka mene­gur, kena­pa harus memec­ahkan botol kaca di kam­pung ini ?,” terang Juher­di ser­aya memer­a­gakan perkataan ter­sang­ka.

Lebih lan­jut, menu­rut Iptu Juher­di dalam keteran­gan ter­sang­ka bah­wa kor­ban tidak ter­i­ma saat dite­gur oleh ter­sang­ka.

“Kemu­di­an kor­ban memang­gil ter­sang­ka meng­gu­nakan tan­gan kanan­nya, kemu­di­an ter­sang­ka ter­panc­ing emosinya selan­jut­nya di kejar si kor­ban dan saat itu ter­ja­di pemuku­lan oleh ter­sang­ka,” jelas­nya.

“Saat ter­ja­di pemuku­lan kemu­di­an dibalas oleh kor­ban selan­jut­nya ter­sang­ka men­cabut sebi­lah pisau dan lang­sung ditusukkan ke arah bagian leher kor­ban,” sam­bungnya.

Masih kata Iptu Juher­di, kor­ban men­da­p­atkan satu luka tusukan diba­gian leher yang cukup dalam.

“Dan diba­gian lengan­nya kor­ban terke­na seran­gan dari ter­sang­ka,” kata Iptu Juher­di.

Ter­akhir, Kasat Reskrim men­erangkan bah­wa ter­sang­ka ter­an­cam dipen­jara sela­ma 15 tahun.

“Dia kita kenakan pasal 338 dan juga pasal 351 atas pen­ganiyaan yang dilakukan oleh ter­sang­ka sehing­ga kor­ban mening­gal dunia,” pungkasnya.(Linda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *