Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Dipasena: Dari Tambak Emas ke Ladang Harapan Baru

878
×

Dipasena: Dari Tambak Emas ke Ladang Harapan Baru

Sebarkan artikel ini

Tulang Bawang, SniperNew.id — Bumi Dipase­na, sebuah kawasan yang dulun­ya dike­nal seba­gai jan­tung budi­daya udang terbe­sar di Asia Teng­gara, meny­im­pan sejarah pan­jang ten­tang kejayaan, kon­flik, dan hara­pan baru. Diku­tip akun Face­book “Shan­ty Balqees” Ming­gu 06 Juli 2025, Ter­letak di Kabu­pat­en Tulang Bawang, Provin­si Lam­pung, wilayah ini per­nah men­ja­di ikon keber­hasi­lan sek­tor perikanan nasion­al pada era 1990-an.

  Harimau Sumatera Mati Terjerat Sling Baja di Jambi, Warga Desak Hukum Diperketat

Pada masa keemasan­nya, kawasan ini dikelo­la oleh PT Dipase­na Cit­ra Dar­ma­ja (DCD) yang mengem­bangkan sis­tem kemi­traan inti-plas­ma bersama masyarakat. Den­gan luas tam­bak men­ca­pai 16.250 hek­tare, Dipase­na mam­pu menc­etak prestasi seba­gai kawasan tam­bak udang terbe­sar di Asia Teng­gara. Keber­hasi­lan ini men­jadikan nama Dipase­na dike­nal luas, tidak hanya di dalam negeri, namun juga di pasar ekspor inter­na­sion­al.

  Turidi Susanto Raih PIMRED Award 2025: Legislatif Terbaik dalam Keterbukaan Informasi Publik

Namun, seir­ing wak­tu, kon­flik antara pihak perusa­haan dan petam­bak plas­ma mulai men­cu­at. Perselisi­han terkait hak pen­gelo­laan lahan, tang­gung jawab revi­tal­isasi tam­bak, dan transparan­si kemi­traan men­ja­di sorotan uta­ma. Aki­bat kon­flik yang berlarut-larut, kegiatan pro­duk­si pun sem­pat ter­hen­ti dan memukul perekono­mi­an lokal.

PT Dipase­na Cit­ra Dar­ma­ja kemu­di­an bergan­ti nama men­ja­di PT Aruna Wijaya Sak­ti (AWS). Peruba­han kepemi­likan dan pen­gelo­laan sem­pat menim­bulkan keti­dak­pas­t­ian di kalan­gan petam­bak. Mes­ki demikian, seman­gat masyarakat untuk kem­bali menghidup­kan tam­bak tidak per­nah padam.

  Generasi Tangguh, Pramuka Lampung Perkuat Ketahanan Bangsa Lewat Apel Besar ke-64

Kini, meskipun belum sepenuh­nya pulih, hara­pan untuk revi­tal­isasi dan pem­be­na­han sis­tem kem­bali men­cu­at. Dukun­gan berba­gai pihak, ter­ma­suk pemer­in­tah, LSM, dan tokoh masyarakat lokal, men­ja­di kun­ci untuk mem­ban­gun kem­bali kejayaan Dipase­na seba­gai sen­tra budi­daya udang nasion­al.

Sejarah Bumi Dipase­na bukan hanya ten­tang kejayaan masa lalu, namun juga ten­tang daya juang dan seman­gat peruba­han. Dari ladang emas tam­bak yang sem­pat meredup, kini Dipase­na per­la­han kem­bali mena­ta harapannya—menuju masa depan yang lebih cer­ah dan berdaulat.

Edi­tor: (Redak­si)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *