Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Diduga Pembiaran, Bangunan Laboratorium Politeknik Negeri Ketapang Belum Selesai, Dana APBN Dipertanyakan?

520
×

Diduga Pembiaran, Bangunan Laboratorium Politeknik Negeri Ketapang Belum Selesai, Dana APBN Dipertanyakan?

Sebarkan artikel ini

Keta­pang, SniperNew.id — Sebuah proyek pem­ban­gu­nan Lab­o­ra­to­ri­um Politeknik Negeri Keta­pang di Desa Sun­gai Awan, Kabu­pat­en Keta­pang, Provin­si Kali­man­tan Barat, melalui Dana Anggaran Pen­da­p­atan dan Belan­ja Negara (APBN), diru­ga ada pem­biaran, hin­ga kini men­ja­di sorotan, Senin (6/1/2025).

Iro­nis­nya, ban­gu­nan terse­but belum sele­sai, meskipun teng­gat wak­tu penger­jaan telah sele­sai tang­gal 31 Desem­ber 2024.

Kon­disi fisik ban­gu­nan masih menun­jukkan banyak keku­ran­gan, seper­ti akses tang­ga yang belum per­ma­nen, Penger­jaan bagian dalam, Toi­let dan lingkun­gan yang belum dirapikan.

  Mahasiswa UI Diberangkatkan dengan Bus untuk Ikut Aksi Demonstrasi

Lab­o­ra­to­ri­um yang berlokasi di Desa Sun­gai Awan Kiri milik Politeknik Negeri Keta­pang terse­but memi­li­ki nilai kon­trak sebe­sar Rp 199.679.000 (Ser­a­tus Sem­bi­lan Puluh Sem­bi­lan Juta Enam Ratus Tujuh Puluh Sem­bi­lan Ribu Rupi­ah) dan dik­er­jakan oleh pelak­sana CV. Nay­la Lizz­Be­t­u­ah, yang berala­mat di Jalan S. Par­man BTN Kodim D No. 08, Keta­pang.

Berdasarkan SPK, wak­tu pelak­sanaan proyek adalah 40 hari kalen­der, dim­u­lai sejak 22 Novem­ber 2024 dan diren­canakan sele­sai pada akhir Desem­ber 2024 namun sam­pai hari ini belum kun­jung sele­sai.? Masyarakat mulai mem­per­tanyakan transparan­si dan akunt­abil­i­tas peng­gu­naan dana pub­lik untuk proyek ini.

Pasal­nya, alokasi dana yang bersum­ber dari APBN harus digu­nakan secara tepat sasaran sesuai den­gan prose­dur pem­ba­yaran berdasarkan Per­at­u­ran Menteri Keuan­gan Nomor 210/PMK.05/2022.

Alur Pem­ba­yaran Dana APBN untuk Proyek Pemer­in­tah :

Berdasarkan Per­men Keuan­gan Nomor 210, alur pem­ba­yaran untuk proyek pemer­in­tah, ter­ma­suk proyek ini, adalah seba­gai berikut:

  Lepas dari Pengawasan, Ketua Lembaga Korcam LAKI Matan Hilir Utara Minta Dinas DPRKPLH Jangan di PHO

1. Penan­datan­ganan Kon­trak: Peja­bat Pem­bu­at Komit­men (PPK) berkon­trak den­gan rekanan (penye­dia jasa).

2. Pela­po­ran Penye­le­sa­ian Peker­jaan: Rekanan mela­porkan peker­jaan sele­sai dan men­ga­jukan per­mintaan pelu­nasan.

3. Pemerik­saan di Lapan­gan: PPK memer­in­tahkan tim pener­i­ma dan pemerik­sa barang/jasa untuk memas­tikan peker­jaan sesuai spe­si­fikasi.

4. Beri­ta Acara Penye­le­sa­ian Peker­jaan (BA): Jika peker­jaan sesuai, tim menyusun beri­ta acara penye­le­sa­ian peker­jaan.

5. Pen­ga­juan SPP: PPK mener­bitkan Surat Per­mintaan Pem­ba­yaran (SPP) kepa­da Peja­bat Penan­datan­gan Surat Per­in­tah Mem­ba­yar (SPM).

6. Pener­bi­tan SPM: Peja­bat SPM mener­bitkan Surat Per­in­tah Mem­ba­yar (SPM) berdasarkan doku­men SPP.

7. Pros­es di KPPN: SPM dia­jukan ke Kan­tor Pelayanan Per­ben­da­haraan Negara (KPPN), yang mener­bitkan Surat Per­in­tah Pen­cairan Dana (SP2D).

8. Trans­fer Dana: KPPN men­trans­fer dana lang­sung ke reken­ing rekanan.

  Di Desa Harapan Jaya Polres Muara Enim Gelar Jumat Curhat

Jika proyek belum sele­sai tetapi pem­ba­yaran telah dilakukan, ini dap­at men­ja­di indikasi pelang­garan prose­dur. Per­me­nkeu 210 mene­gaskan bah­wa pem­ba­yaran hanya dilakukan sete­lah peker­jaan dis­e­le­saikan sesuai spe­si­fikasi dan telah diver­i­fikasi melalui beri­ta acara.

Pub­lik dan pemangku kepentin­gan di Keta­pang mende­sak Politeknik Negeri Keta­pang dan pihak terkait untuk mem­berikan pen­je­lasan atas keter­lam­bat­an ini. Keter­bukaan men­ge­nai pro­gres fisik, peng­gu­naan dana, ser­ta alasan di balik kendala yang ter­ja­di san­gat pent­ing untuk men­ja­ga keper­cayaan masyarakat.

Jika dite­mukan pelang­garan dalam pelak­sanaan proyek, pihak berwe­nang seper­ti Inspek­torat atau Badan Pemerik­sa Keuan­gan (BPK) dihara­p­kan segera melakukan audit dan inves­ti­gasi. Keter­lam­bat­an penye­le­sa­ian proyek tidak hanya merugikan Negara tetapi juga meng­ham­bat man­faat yang seharus­nya dirasakan oleh maha­siswa dan masyarakat setem­pat, kepa­da awak media.

Penulis: (Juma­di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *