Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Diduga Milyaran Rupiah Bocor, P2NAPAS Cium Aroma Busuk Proses Pemilihan Penyedia 14 Kegiatan Dinas PUPR Seluma

300
×

Diduga Milyaran Rupiah Bocor, P2NAPAS Cium Aroma Busuk Proses Pemilihan Penyedia 14 Kegiatan Dinas PUPR Seluma

Sebarkan artikel ini

Sum­bar, SniperNew.id — LSM  P2NAPAS, Pemer­in­tah Kabu­pat­en Seluma, Provin­si Jawa Barat men­gang­garkan Belan­ja Modal Jalan, Jaringan dan Iri­gasi (JIJ) pada TA 2023 seni­lai Rp114.378.603.625,00 den­gan real­isasi s.d. 11 Desem­ber 2023 seni­lai Rp81.749.950.934,00 atau sebe­sar 71,47% dari anggaran. Dari nilai terse­but, diang­garkan Belan­ja Modal JIJ pada Dinas PUPR seni­lai Rp111.544.633.625,00 den­gan real­isasi s.d. 11 Desem­ber 2023 seni­lai Rp78.937.287.229,00 atau sebe­sar 70,77% dari anggaran.

  Dugaan Pemukulan Oleh Pekerja Tambang Ilegal di Ketapang, Kasus Korban Mandek, Publik Pertanyakan Komitmen Hukum

Dari anal­i­sis dokumen/file soft­copy, penatausa­haan pros­es pemil­i­han penye­dia melalui aplikasi LPSE Pemkab Seluma, per­mintaan keteran­gan den­gan pihak terkait, menun­jukkan bah­wa pros­es pemil­i­han penye­dia pada beber­a­pa paket peker­jaan di Dinas PUPR Kabu­pat­en Seluma belum sepenuh­nya sesuai den­gan keten­tu­an dan Har­ga Penawaran Sendiri HPS terindikasi bocor.

Kon­disi terse­but menu­rut LSM P2NAPAS men­gak­i­batkan nilai pen­gadaan peker­jaan pem­ban­gu­nan, rekon­struk­si, dan pen­ingkatan jalan pada Dinas PUPR yang dilak­sanakan tidak kom­peti­tif dan bukan har­ga pal­ing men­gun­tungkan Pemkab Seluma.

LSM P2NAPAS, Mud­ing hal terse­but kare­na:
1. Kepala Dinas PUPR Kabu­pat­en Seluma selaku Peng­gu­na Anggaran lalai dalam men­gen­da­likan dan men­gawasi kegiatan khusus­nya terkait den­gan HPS yang terindikasi bocor ke calon Penye­dia yang akhirnya dite­tap­kan seba­gai pelak­sana peker­jaan dimak­sud (PL maupun Ten­der).

  "Konsep Sawah Bapokok Murah Viral di Sumbar, Netizen: Hemat Biaya, Panen Maksimal, Tapi Kenapa Belum Merata?"

2. Peja­bat Pen­gadaan dan Kon­sul­tan Peren­cana mem­bo­corkan rin­cian HPS kepa­da calon penye­dia ter­pil­ih, ser­ta mem­bu­atkan RAB Penawaran.

3. Pok­ja Pemil­i­han tidak melakukan eval­u­asi secara cer­mat atas kesamaan doku­men antara peser­ta ten­der dalam satu paket Tender/Seleksi yang sama dan tidak bersikap inde­pen­den dan.

4. Para Penye­dia Jasa melakukan per­sain­gan usa­ha tidak sehat dalam hal pen­gat­u­ran RAB yang mendekati HPS.

Kon­disi terse­but diatas tidak sesuai den­gan:
a.Undang-undang Repub­lik Indone­sia Nomor 5 Tahun 1999 ten­tang Larangan Prak­tek Monop­o­li dan Per­sain­gan Usa­ha Tidak Sehat, pada.

(1)Pasal 1 yang meny­atakan bah­wa, “Per­sain­gan usa­ha tidak sehat adalah per­sain­gan antar pelaku usa­ha dalam men­jalankan kegiatan pro­duk­si dan atau pemasaran barang atau jasa yang dilakukan den­gan cara tidak jujur atau melawan hukum atau meng­ham­bat per­sain­gan usaha”.dan

  Pemilik Toko Mumbai Textile, SR Singh, Ditangkap Atas Tuduhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

(2). Pasal 22 yang meny­atakan bah­wa, “Pelaku usa­ha dila­rang bersekongkol den­gan pihak lain untuk men­gatur dan atau menen­tukan peme­nang ten­der sehing­ga dap­at men­gak­i­batkan ter­jadinya per­sain­gan usa­ha tidak sehat”.

(b). Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 16 Tahun 2018 ten­tang Pen­gadaan Barang/Jasa Pemer­in­tah seba­gaimana ter­akhir diubah den­gan Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 12 Tahun 2021 ten­tang Peruba­han Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 16 Tahun 2018 ten­tang Pen­gadaan Barang/Jasa Pemer­in­tah, pada: 1) Pasal 6 yang meny­atakan bah­wa.

Pen­gadaan Barang/Jasa men­er­ap­kan prin­sip seba­gai berikut:

(a) Efisien.

b) Efek­tif.

© Transparan.

(d) Ter­bu­ka.

(e) Ber­saing.

(f) Adil, dan

(g) Akunt­abel. (Abdi/Relis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *