Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Desa di Tasikmalaya Habis Rp 20 Juta Hias Jalan Merah Putih Sambut HUT RI ke-80

214
×

Desa di Tasikmalaya Habis Rp 20 Juta Hias Jalan Merah Putih Sambut HUT RI ke-80

Sebarkan artikel ini

Tasik­malaya – Seman­gat kemerdekaan benar-benar terasa di sebuah desa di Keca­matan Sukarame, Kabu­pat­en Tasik­malaya, Jawa Barat. Men­je­lang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Repub­lik Indone­sia yang ke-80, war­ga desa kom­pak menyu­lap jalan uta­ma men­ja­di lau­tan mer­ah putih yang memukau, Senin (11/08/25).

Video dan foto yang diung­gah akun wakandafolk mem­per­li­hatkan suasana meri­ah di desa terse­but. Ter­li­hat ten­da besar mem­ben­tang di sep­a­n­jang jalan uta­ma, dihi­asi orna­men mer­ah putih yang rapi dari ujung ke ujung. Gapu­ra megah berde­sain etnik juga berdiri kokoh di pin­tu masuk jalan, lengkap den­gan ben­dera Mer­ah Putih yang berk­ibar di pun­caknya.

Menu­rut infor­masi, deko­rasi ini bukan peker­jaan kecil. War­ga setem­pat men­gelu­arkan biaya hing­ga Rp 20 juta untuk mewu­jud­kan peman­dan­gan spek­takuler terse­but. Anggaran terse­but digu­nakan untuk mem­ban­gun gapu­ra, memasang ten­da, ser­ta menam­bahkan orna­men-orna­men artis­tik bernu­ansa mer­ah putih. Semua itu dilakukan demi mem­per­can­tik desa sekali­gus memupuk rasa nasion­al­isme men­je­lang per­ayaan kemerdekaan.

  Panitia Natal BKAG 2025 Terbentuk, Perayaan Dimulai

> “Man­tap Jiwa! Desa Ini Sulap Rp 20 Juta Jadi Jalan Den­gan Orna­men Mer­ah Putih Sam­but HUT RI ke-80,” tulis keteran­gan pada video yang viral terse­but.

Kekom­pakan war­ga men­ja­di kun­ci keber­hasi­lan proyek ini. Dari pros­es peren­canaan, peng­galan­gan dana, hing­ga pemasan­gan deko­rasi, selu­ruh­nya dik­er­jakan bersama-sama. Beber­a­pa war­ga menyum­bangkan tena­ga, semen­tara yang lain mem­ban­tu dari segi pen­danaan. Gotong roy­ong yang men­ja­di tra­disi masyarakat Indone­sia tam­pak nya­ta dalam per­si­a­pan ini.

Per­ayaan kemerdekaan di desa terse­but bukan hanya sekadar menghias jalan. Bagi war­ga, ini adalah ben­tuk rasa syukur dan peng­hor­matan kepa­da para pahlawan yang telah berjuang mere­but kemerdekaan. War­na mer­ah melam­bangkan keberan­ian, sedan­gkan putih melam­bangkan kesu­cian hati—dua nilai yang ingin mere­ka hidup­kan kem­bali di ten­gah masyarakat.

Selain orna­men dan gapu­ra, suasana desa semakin semarak den­gan tam­ba­han ben­dera-ben­dera kecil, lam­pu hias, dan umbul-umbul yang dipasang di sep­a­n­jang jalan. Saat malam tiba, lam­pu-lam­pu terse­but akan menyala, men­cip­takan suasana roman­tis sekali­gus hero­ik, mengin­gatkan semua orang bah­wa kemerdekaan tidak datang den­gan mudah.

Deko­rasi unik ini men­gun­dang decak kagum neti­zen. Banyak yang memu­ji kekom­pakan war­ga dan men­gang­gap ide terse­but patut dicon­toh oleh daer­ah lain. “Meri­ah banget!” tulis akun wakandafolk di keteran­gan ung­ga­han­nya, dis­er­tai emo­ji hati mer­ah dan putih.

  Sinergi Dua Warisan Gerakan: BKPRMI Lampung “Ndderek Langkung” ke Muhammadiyah

Tidak hanya men­ja­di kebang­gaan lokal, hiasan jalan terse­but juga dipredik­si akan men­ja­di daya tarik bagi wisa­tawan lokal. War­ga desa per­caya, banyak orang yang akan datang untuk meli­hat dan berfo­to di jalan mer­ah putih itu, apala­gi men­je­lang tang­gal 17 Agus­tus. Hal ini ten­tu saja mem­beri dampak posi­tif pada perekono­mi­an war­ga, teruta­ma bagi peda­gang kecil dan pelaku UMKM di sek­i­tar lokasi.

Seman­gat nasion­al­isme yang ter­pan­car dari kegiatan ini men­ja­di inspi­rasi banyak pihak. Beber­a­pa komen­tar war­ganet bahkan mulai mem­bagikan ide-ide kre­atif untuk mer­ayakan HUT RI di daer­ah mas­ing-mas­ing. Ada yang men­gusulkan lom­ba hias kam­pung, pemasan­gan mur­al pahlawan nasion­al, hing­ga pem­bu­atan taman tem­atik mer­ah putih.

Akun wakandafolk menut­up ung­ga­han­nya den­gan per­tanyaan kepa­da para pengikut­nya:

> “Kalau di desa kalian, ada ide kre­atif apa buat rayakan kemerdekaan tahun ini?”

Per­tanyaan ini berhasil memanc­ing ratu­san respons. Ada yang mem­bagikan pen­gala­man masa lalu saat kam­pungnya dihias total, ada pula yang ber­jan­ji akan men­ga­jak tetang­ga melakukan hal seru­pa tahun ini.

Bagi war­ga Keca­matan Sukarame, pen­gelu­aran Rp 20 juta bukan­lah beban, melainkan inves­tasi sosial dan budaya. Mere­ka yakin, nilai keber­samaan, kekom­pakan, dan rasa cin­ta tanah air jauh lebih berhar­ga dari­pa­da angka rupi­ah yang dikelu­arkan. Ter­lebih, momen ini hanya ter­ja­di setahun sekali, sehing­ga pan­tas dirayakan seme­ri­ah mungkin.

  Wapres Gibran Temui Perwakilan Ojol di Istana, Aspirasi Komunitas Disampaikan Langsung

Per­si­a­pan menyam­but HUT RI ke-80 di desa ini men­ja­di buk­ti nya­ta bah­wa seman­gat kemerdekaan masih hidup dan terus dija­ga. Di ten­gah era dig­i­tal dan kehidu­pan mod­ern yang ser­ba cepat, gotong roy­ong seper­ti ini adalah pengin­gat bah­wa akar budaya bangsa tidak boleh hilang.

Deko­rasi mer­ah putih dari ujung ke ujung jalan bukan hanya pema­n­is mata, tetapi juga pesan moral bah­wa kemerdekaan harus dirawat den­gan per­sat­u­an dan kesat­u­an. Apa yang dilakukan war­ga Desa di Keca­matan Sukarame ini bisa men­ja­di teladan bagi daer­ah lain: bah­wa keti­ka semua bergan­den­gan tan­gan, hal besar bisa ter­ca­pai.

Kini, ting­gal menung­gu pun­cak per­ayaan pada 17 Agus­tus men­datang. War­ga desa sudah menyi­ap­kan berba­gai agen­da, mulai dari lom­ba raky­at, kar­naval, hing­ga malam tirakatan. Semua kegiatan ini dihara­p­kan akan semakin mem­per­erat per­saudaraan dan men­guatkan rasa cin­ta ter­hadap tanah air.

Den­gan hiasan spek­takuler bernu­ansa mer­ah putih, desa ini siap menyam­but HUT RI ke-80 den­gan penuh kebang­gaan. Dan mungkin, ini­lah salah satu cara ter­baik untuk mengin­gatkan kita semua: kemerdekaan adalah anuger­ah yang harus terus dija­ga bersama-sama.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *