Jakarta, SniperNew.id – Sebuah peristiwa tak terduga terjadi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Rabu, 2 Oktober 2025. Saat berlangsungnya gladi resik peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), bendera Merah Putih yang dikibarkan tiba-tiba mengalami insiden robek. Bagian merah dari Sang Saka Merah Putih terlepas dan jatuh ke bawah, sementara bagian putih masih terikat kuat pada tiang bendera.
Insiden ini sontak menjadi perhatian publik, khususnya karena terjadi di momen yang sangat sakral, yakni persiapan upacara besar memperingati ulang tahun TNI. Potongan video yang memperlihatkan detik-detik bendera robek itu pun viral di media sosial, termasuk dalam unggahan akun media sosial Selampung, yang menyebut kejadian itu berlangsung tepat di hadapan prajurit TNI yang tengah mengikuti gladi resik.
Dalam rekaman yang tersebar luas, terlihat bendera Merah Putih berkibar di puncak tiang Monas. Cuaca Jakarta saat itu mendung, dengan angin yang bertiup cukup kencang. Beberapa saat setelah pengibaran, bagian kain merah bendera terlihat perlahan terlepas dari jahitan, kemudian melayang turun terbawa angin. Sementara itu, bagian putih masih menempel pada tiang.
Peristiwa tersebut berlangsung di depan barisan prajurit TNI yang sedang berlatih tata upacara. Situasi yang seharusnya khidmat berubah menjadi tegang, karena semua mata tertuju pada bendera yang terbelah di udara. Meski demikian, jalannya gladi tetap diteruskan dengan penuh kedisiplinan.
Insiden terjadi pada Rabu, 2 Oktober 2025, saat gladi resik HUT TNI ke-80 di Monumen Nasional, Jakarta. Upacara sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada 5 Oktober, tetapi gladi resik dilakukan beberapa hari sebelumnya untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar.
Saat itu, ribuan personel TNI dikerahkan mengikuti simulasi upacara. Bendera Merah Putih yang berukuran besar dinaikkan di tiang bendera Monas. Namun, ketika sampai di puncak, angin kencang dan kemungkinan faktor teknis pada kain membuat bagian merah terlepas.
Meski kejadian itu menimbulkan keterkejutan, prajurit tetap berdiri tegak mengikuti komando. Panitia gladi langsung bergerak cepat untuk menurunkan kembali bendera guna dilakukan pemeriksaan dan penggantian.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak panitia penyelenggara terkait penyebab robeknya bendera. Namun, dugaan awal menyebutkan bahwa faktor cuaca dan kondisi kain menjadi penyebab utama. Angin kencang di kawasan Monas ditambah kondisi jahitan yang tidak maksimal diduga membuat bagian merah bendera mudah terlepas.
Seorang saksi mata di lokasi mengatakan, awalnya tidak ada yang menyangka akan terjadi insiden tersebut. “Awalnya bendera berkibar normal, tapi kemudian bagian merah mulai terlepas sedikit demi sedikit hingga akhirnya jatuh. Semua orang langsung kaget,” ujarnya.
Bendera Merah Putih memiliki makna sakral bagi bangsa Indonesia, sehingga insiden ini langsung menyedot perhatian publik. Warganet ramai memperbincangkan momen tersebut, bahkan sebagian menyayangkan mengapa hal itu bisa terjadi dalam persiapan upacara besar kenegaraan.
Di sisi lain, ada pula yang menilai insiden ini sebagai pengingat pentingnya persiapan matang sebelum acara resmi, termasuk dalam aspek teknis sekecil apapun. Tak sedikit pula yang menanggapinya dengan tenang, menganggap kejadian itu sebagai musibah yang tidak disengaja.
Meski belum ada rilis resmi, TNI dipastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh. Gladi resik memang bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga seperti ini. Dengan adanya insiden tersebut, pihak panitia diyakini akan mengganti bendera dengan yang baru dan memastikan tidak ada lagi masalah teknis menjelang upacara HUT TNI ke-80 pada 5 Oktober 2025.
“Gladi resik itu memang untuk mengecek dan memastikan semua berjalan sempurna saat hari H. Kejadian ini tentu akan segera ditangani agar tidak terulang,” kata salah satu sumber internal.
1. Simbol Negara
Bendera Merah Putih adalah simbol kedaulatan negara. Setiap insiden yang melibatkan bendera selalu dianggap serius karena menyangkut harga diri bangsa.
2. Momentum Sakral
Gladi resik HUT TNI adalah persiapan acara kenegaraan yang penuh makna. Terjadinya insiden justru menjadi sorotan karena berlangsung di Monas, pusat simbol perjuangan nasional.
3. Kedisiplinan Prajurit
Meski terjadi kejadian tak terduga, prajurit TNI tetap tenang dan disiplin menjalani gladi. Hal ini sekaligus memperlihatkan profesionalisme aparat dalam menghadapi situasi.
Bendera Merah Putih bukan sekadar kain berwarna merah dan putih. Ia adalah simbol perjuangan bangsa yang dikibarkan pertama kali saat proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan putih melambangkan kesucian. Sejak saat itu, Sang Saka Merah Putih menjadi lambang yang wajib dihormati dan dijaga.
Dalam setiap upacara resmi kenegaraan, pengibaran bendera dilakukan dengan penuh khidmat. Karena itu, insiden robeknya bendera selalu menjadi perhatian serius, baik dari sisi teknis maupun simbolis.
Reaksi masyarakat beragam. Ada yang menyayangkan, ada pula yang menganggapnya sebagai pelajaran berharga. Di media sosial, tagar seperti #benderasobek, #selampung, dan #semestalampung ramai digunakan. Beberapa komentar netizen menyatakan agar panitia lebih teliti, sementara yang lain menekankan bahwa insiden tersebut tidak boleh dilebih-lebihkan karena terjadi di luar kendali manusia.
“Namanya juga kain, bisa saja robek. Yang penting ada evaluasi agar tidak terulang,” tulis salah satu warganet.
“Bendera itu simbol negara, harus dijaga sebaik mungkin. Semoga segera diperbaiki,” ujar netizen lain.
Insiden robeknya bendera Merah Putih di Monas menjadi pengingat bahwa persiapan teknis sekecil apapun sangat penting dalam sebuah acara kenegaraan. Panitia harus memastikan kualitas kain, kekuatan jahitan, hingga kondisi cuaca agar tidak mengganggu jalannya upacara.
Selain itu, insiden ini juga memperlihatkan betapa masyarakat begitu peduli dengan simbol negara. Reaksi publik yang cepat menunjukkan tingginya rasa nasionalisme terhadap bendera Merah Putih.
Peristiwa robeknya bendera Merah Putih saat gladi resik HUT TNI ke-80 di Monas menjadi catatan penting menjelang peringatan besar tersebut. Meski menimbulkan kejutan dan sorotan publik, insiden ini diharapkan dapat menjadi pelajaran agar pada hari H semua berjalan lancar, khidmat, dan penuh makna.
Upacara HUT TNI pada 5 Oktober mendatang tetap dinantikan sebagai momentum persatuan dan kebanggaan bangsa. Bendera Merah Putih, sebagai lambang kedaulatan Indonesia, pasti akan kembali berkibar dengan gagah di langit Monas, menjadi saksi sejarah perjalanan panjang negeri ini. (Ahm/ahh).













